Wednesday, 10 September 2014

KONSEP DAN PENGERTIAN IDEOLOGI



KONSEP DAN PENGERTIAN IDEOLOGI

  A.                ARTI KATA IDEOLOGI

Kata Ideologi berasal dari bahasa Yunani yakni idea dan logos, yang artinya gagasan atau ide dan ilmu atau pengetahuan. Sehingga secara sederhana dapat diartikan sebagai ilmu dan pengetahuan tentang gagasan atau ide manusia. Perlu diketahui bahwa defenisi ideologi sendiri sangat beragam dan nampaknya agak sulit untuk menentukan satu konsep tunggal.
Akar kata ideology dapat dilacak dalam pemikiran tokoh klasik seperti Plato. Walaupun tidak secara implisit berbicara tentang ideologi, pemikiran Plato tentang dunia idea dapat disetarakan dengan konsep ideologi. Dunia idea merupakan sebuah gambaran tentang konsep ideal yang diingikan manusia dalam kehidupannya.
Kerangka pemikiran Plato berangkat dari konsep tentang kebenaran sejati, yang masuk bersama pengetahuan melalui jiwa. Sedangkan badan merupakan sesuatu yang bersifat fana, dan hancur bersama hancurnya materi, berbeda dengan idea atau pengetahuan ia bersifat abadi.
Melalui konsep dunia idea, Plato kemudian menggolongkan pengetahuan menjadi:
1.      Pengetahuan sejati, yaitu pengetahuan hasil penalaran murni, yang membahwa manusia mengenali idea dan pengetahuan hasil pemahaman yang membawa manusia mengenali konsep.
2.      Pengetahuan semu (doxa), yaitu pengetahuan sebagai hasil kepercayaan dalam memahami objek-objek indrawi dan pengetahuan hasil dugaan, rekaan atau prakiraan dalam manusia mengenali penampakan indrawi.
Selanjutnya, istilah ideologi secara ilmiah, digunakan pertama kali oleh Destutt de Tracy pada akhir abad ke-18, untuk mendefinisikan "sains tentang ide". Destutt de Tracy mengatakan bahwa “ideologi adalah studi terhadap ide–ide atau pemikiran tertentu”. Sementara, Descartes mengatakan “ideologi adalah inti dari semua pemikiran manusia”; inilah yang disebut dengan ideologi dalam pengertian. Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan yang dirumuskan melalui proses berpikir untuk melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan manusia.
B.     PENGERTIAN IDEOLOGI
Machiavelli menyebutkan “ideologi adalah sistem perlindungan kekuasaan yang dimiliki oleh penguasa”. Thomas Hobbes, mengatakan “ideologi adalah suatu cara untuk melindungi kekuasaan pemerintah agar dapat bertahan dan mengatur rakyatnya. Francis Bacon mendefisikan ideologi sebagai sintesa pemikiran mendasar dari suatu konsep hidup. Karl Marx mengatakan ideologi merupakan alat untuk mencapai kesetaraan dan kesejahteraan bersama dalam masyarakat. Napoleon bahkan menyebutkan ideologi keseluruhan pemikiran politik dari rival–rivalnya.
Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan. Ideologi dapat dianggap sebagai visi yang komprehensif, sebagai cara memandang segala sesuatu (bandingkan Weltanschauung), secara umum atau sekelompok ide yang diajukan oleh kelas yang dominan pada seluruh anggota masyarakat. Ideologi adalah kumpulan ide atau gagasan yang dirumuskan melalui proses berpikir untuk melahirkan aturan-aturan dalam kehidupan manusia.
Tujuan utama dibalik ideologi adalah menawarkan perubahan melalui proses pemikiran yang normatif. Ideologi adalah sistem pemikiran abstrak (tidak hanya sekadar pembentukan ide) yang diterapkan pada masalah publik, sehingga membuat konsep ideologi dapat dianggap menjadi inti politik. Secara implisit, setiap pemikiran politik mengikuti sebuah ideologi walaupun tidak diletakkan sebagai sistem berpikir yang eksplisit.
Secara garis besar dapat disimpulkan bahwa ideologi adalah pemikiran yang mencakup konsepsi mendasar tentang kehidupan dan memiliki metode untuk merasionalisasikan pemikiran tersebut berupa fakta, metode menjaga pemikiran tersebut agar tidak menjadi absurd dari pemikiran-pemikiran yang lain dan metode untuk menyebarkannya.
Apabila ditelusuri seluruh dunia ini, maka didapati hanya ada dua ideologi besar yaitu Kapitalisme dan Sosialisme termasuk Komunisme. Sumber konsepsi ideologi kapitalisme dan Sosialisme berasal dari buatan akal manusia. Kajian ideologi menjadi populer dalam pemikiran Karl Marx, dalam konsep ideologi sebagai kesadaran palsu.
Dalam ilmu sosial, ideologi politik adalah sebuah himpunan ide dan prinsip yang menjelaskan bagaimana seharusnya masyarakat bekereja, dan menawarkan ringkasan order masyarakat tertentu. Ideologi politik biasanya mengenai dirinya dengan bagaimana mengatur kekuasaan dan bagaimana seharusnya dilaksanakan.
Teori komunis Karl Marx, Friedrich Engels dan pengikut mereka, sering dikenal dengan marxisme, dianggap sebagai ideologi politik paling berpengaruh dan dijelaskan lengkap pada abad 20. Contoh ideologi lainnya termasuk anarkisme, kapitalisme, komunisme, komunitarianisme, konservatisme, neoliberalisme, demokrasi kristen, fasisme, monarkisme, nasionalisme, nazisme, liberalisme, libertarianisme, sosialisme, dan demokrat sosial.
Kepopuleran ideologi berkat pengaruh dari "moral entrepreneurs", yang kadangkala bertindak dengan tujuan mereka sendiri. Ideologi politik adalah badan dari ideal, prinsip, doktrin, mitologi atau simbol dari gerakan sosial, institusi, kelas, atau grup besar yang memiliki tujuan politik dan budaya yang sama. Ada juga yang memakai agama sebagai ideologi politik. Hal ini disebabkan agama tersebut mempunyai pandangan yang menyeluruh tentang kehidupan.

C.    KONSEP IDEA DARI PLATO

Plato memahami bahwa manusia memiliki dua realitas diri, yakni jiwa atau idea dan tubuh atau badan. Idea adalah realitas sejati, sementara tubuh adalah realitas tiruan dari dunia idea. Jiwa manusia terlebih dahulu hidup dalam dunia idea, baru kemudia terjebak dalam tubuh, sehingga jiwa mengenal kebenaran sejati. Hanya ketika terbenam dalam badan, kebenaran menjadi sulit ditemukan oleh manusia. Untuk daat mengenal kembali kebenaran atau menemukan pengetahuan kebenaran manusia harus melihat ke dalam diri atau yang disebut dengan kegiatan anamnesis.
Idea atau dunia idea merupakan sebuah realitas ide bahwa pada dasarnya manusia sudah mengenal kebenaran sejati dalam jiwanya. Sehingga, tugas manusia hanya menemukan kembali kebenaran sejati dari dalam dirinya. Jika digambarkan, maka proses pengetahuan menurut Plato tersebut sebagai berikut: 

http://4.bp.blogspot.com/-RJg5fJwBh1g/UWiyg4SSvjI/AAAAAAAAADw/i2-WiEsKqZA/s400/gambar+1.bmp

 Bahwa pengetahuan manusia itu dimulai dari alam ide murni yang disusun dalam konsep akal manusia, yang kemudian dikukuhkan dalam satuan kebendaan yang dianggap sebagai imitasi dari konsep ideanya. Misalnya Lukisan dapat dianggap sebagai satuan kebendaan yang merupakan imitasi dari idea keindahan.

Berdasarkan konsep idea Plato tersebut, maka pengetahuan digolongkan menjadi empat yaitu:
1.      Pengetahuan hasil penalaran murni (mengenali dunia idea).
2.      Pengetahuan hasil pemahaman (mengenali konsep)
3.      Pengetahuan hasil kepercayaan (mengenali obyek partikular).
4.      Pengetahuan hasil dugaan, rekaan dan perkiraan (mengenai citra indrawi).
Jadi menurut Plato, penalaran murni dan pemahaman (pengetahuan 1 dan 2) merupakan kebenaran sejati, sementara kepercayaan dan citra indrawi (pengetahuan 3 dan 4 merupakan pengetahuan semu (doxa).  Atau digambarkan sebagai berikut:

http://1.bp.blogspot.com/-Jyv3qt0jmU4/UWiy1vD5QXI/AAAAAAAAAD4/HzIob93ww_g/s400/gambar+2.bmp
 Atau jika kita mencari pendekatan pemahamannya dalam ideologi politik, liberalisme misalnya. Maka idea dari  liberalisme adalah ide kebebasan, yang merupakan rujukan pengetahuan sejati manusia. Kebebasan adalah pengetahuan kebenaran yang berasal dari dunia idea.

D.    KONSEP IDE DARI ARISTOTELES

Aristoteles mengkritik pendapat Plato tentang pemisahan tubuh dan jiwa. Arisroteles memandang manusia sebagai satu kesatuam hyle dan morphe (Hylemorphisme), dengan arti materi yang berbentuk. Dalam hal ini panca-indra menempati posisi penting sebagai gerbang bagi  pencapaian pengetahuan.
Selanjurnya, ide atau gagasan merupakan representasi mental dari sesuati yang “ada pada kenyataan”.  Dan Manusia mempersepsikan segala yang ada di alam semesta degan perantara indrawinya, lalu kemudian membuat konsep tentang alam semesta. Jika manusia menangkap kenyataan yang benar, maka konsepsinya juga benar, jika tidak maka akan sebalikya.
Jika digambarkan maka proses pengetahuan menurut Aristoteles sebagai berikut: 

http://3.bp.blogspot.com/-MdUoKcQsBmk/UWizNADNQkI/AAAAAAAAAEA/WQN7-lFKqQU/s400/gambar+3.bmp

Berdasarkan penggambaran di atas, maka bisa dikatakan bahwa ideologi menurut Aristoteles adalah ilmu tentang terbentiknya ide dalam benak manusia. Ide dalam benak manusia tersimpan dalam (ingatan intelaktual) untuk dapat dipanggil kembali dan dikenali pada masa mendatang.
Jadi, pengetahuan manusia merupakan kumpula ide-ide atau pola hubungan antara ide tersebut. Pola hubungan antar ide itu menghasilkan keputusan yang kemudian membentuk kesadaran. Oleh sebab itu, penting untuk menemukan kenyataan yang benar, agar persepsi dan konsepnya menjadi benar juga.

E. PENUTUP: PLATO DAN ARISTOTRES SEBAGAI PELETAK DASAR ILMU TENTANG IDE

Gagasan Plato tentang dunia ide dianggap tetap menjadi rujukan untuk menemukan kebenaran sejati. Sementara Aristoteles menyempurnakan dengan gagasan ide sebagai hasil dari pengindaran manusia. Selanjutnya, kumpula ide tersebut menjadi panduan dalam perilaku manusia. Contohnya mengenai ide tentang kebersamaan dianggap berasal dari dunia idea (kebenaran sejati) yang merupakan kenyataan yang menjadi konsepsi umum sebagai kebenaran yang diinginkan manusia berasarkan pengalaman indrawi manusia sehari-hari. Ide kebersamaan ini merupakan kebenaran sejati yang kemudian melahirkan gagasan tentang masyarakat sosialis atau dikenal dengan ideologi sosialisme.

No comments:

Post a Comment