Jumat, 12 Juni 2026

Understanding Islamic Accounting: Definitions, Principles, and Conceptual Framework


Islamic accounting is a discipline of accounting where the process of recording, classifying, and summarizing transactions is based on rules established by Allah SWT. Unlike conventional accounting, which is rooted in economic rationalism aimed at maximizing personal profit, Islamic accounting is oriented toward social welfare while adhering to ethical laws derived from the *Al-Qur'an* and *As-Sunnah*.


**Islamic Foundations in Accounting**


In the practice of Islamic accounting, every transaction must align with Islamic principles, which consist of three main pillars:

* **Aqidah:** The foundation of faith and belief for a Muslim.

* **Shariah:** The fundamental legal rules governing life activities, including the realm of *muamalah* (human-to-human relationships).

* **Akhlaq:** Moral behavior that regulates the relationship between humans and Allah, among fellow human beings, and with the environment.


**Sources of Law and Maqashid Shariah**


The determination of law in Islamic transactions refers to the hierarchy of Islamic legal sources: the *Al-Qur'an*, *As-Sunnah*, *Ijma'* (scholarly consensus), and *Qiyas* (analogy). The primary objective of these laws, known as *Maqashid Shariah*, is to protect five essential aspects: religion, soul, intellect, lineage, and property. For instance, the prohibition of *riba* (usury), *maisir* (speculation), and *gharar* (uncertainty) is intended to protect property and uphold justice for all parties.


**Principles and Characteristics of Islamic Transactions**


Transactions in Islamic accounting must fulfill five key principles: **brotherhood (*ukhuwah*)**, **justice**, **welfare (*maslahah*)**, **balance**, and **universality (*rahmatan lil 'alamin*)**. Furthermore, in the Islamic view, money is considered a measurement tool for value, not a commodity that can be traded to gain additional profit without risk.


**Islamic Financial Statements**


Generally, the components of Islamic financial statements share similarities with conventional ones, but they include additional specific elements that reflect the social function of Islamic institutions, namely:

1. **Report on the sources and use of Zakat funds.**

2. **Report on the sources and use of benevolent funds (*dana kebajikan*).**

3. **Reconciliation of revenue and profit-sharing** (specifically for Islamic banking).


These financial statements are prepared using the accrual and going concern assumptions, with an exception for profit-sharing calculations, which utilize the *cash basis* principle to ensure fairness and transparency for fund providers.

Materi Keperawatan Dasar



**1. Tantangan Dunia Kesehatan**

Dunia kesehatan saat ini menghadapi tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan berkualitas tinggi namun dengan biaya yang terjangkau. Hal ini menempatkan perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan. Tantangan lainnya adalah kesenjangan perkembangan IPTEK antara negara maju dan berkembang, serta kebutuhan akan tenaga kesehatan yang terus meningkat seiring pembangunan fasilitas rumah sakit.


**2. Falsafah dan Paradigma Keperawatan**

Perawat harus memiliki nilai-nilai keperawatan (*caring*) sebagai pedoman tindakan. Paradigma keperawatan mencakup empat unsur utama:

*   **Manusia:** Dipandang sebagai makhluk yang utuh (bio-psiko-sosio-kultural-spiritual) dan sasaran utama asuhan keperawatan.

*   **Lingkungan:** Segala faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kondisi manusia.

*   **Sehat-Sakit:** Kondisi keseimbangan atau ketidakseimbangan fungsi normal tubuh.

*   **Keperawatan:** Pelayanan profesional yang diberikan untuk membantu individu maupun masyarakat dalam mencapai kesejahteraan.


**3. Teori Keperawatan sebagai Landasan Praktik**

Teori keperawatan bukan sekadar konsep teoretis, melainkan dasar dalam melakukan penelitian dan pengambilan keputusan klinis. Dengan adanya teori, praktik keperawatan terus berkembang, contohnya perubahan metode perawatan luka dari cara konvensional ke metode modern yang lebih efektif berdasarkan riset.


**4. Kebutuhan Dasar Manusia (Abraham Maslow)**

Teori *Maslow* menjelaskan bahwa manusia memiliki lima tingkat kebutuhan hierarkis yang harus dipenuhi agar tetap sehat secara fisik dan mental:

*   **Fisiologis:** Kebutuhan paling dasar seperti oksigen, makanan, minuman, dan istirahat.

*   **Keamanan dan Keselamatan:** Rasa aman dari bahaya fisik dan psikologis.

*   **Kasih Sayang:** Hubungan harmonis dan rasa saling mencintai.

*   **Harga Diri:** Kebutuhan untuk dihargai dan memiliki kepercayaan diri.

*   **Aktualisasi Diri:** Puncak kebutuhan untuk mencapai potensi maksimal diri.


### Tugas Mahasiswa

Mahasiswa diminta untuk membuat rangkuman mengenai teori kebutuhan dasar manusia menurut *Abraham Maslow* dan *Virginia Henderson*, serta mempelajari implikasi dari teori-teori keperawatan tersebut dalam konteks masa pandemi.

Perawat perlu mempelajari teori *Virginia Henderson* karena teori ini memberikan kerangka kerja yang komprehensif dan sistematis untuk memberikan asuhan keperawatan yang berpusat pada pasien. Berikut adalah alasan utama mengapa teori ini sangat penting dalam praktik keperawatan:


*   **Peningkatan Kemandirian Pasien:** Henderson mendefinisikan peran unik perawat sebagai upaya membantu individu, baik sakit maupun sehat, untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang menunjang kesehatan atau pemulihan (atau kematian yang damai) yang akan mereka lakukan sendiri jika mereka memiliki kekuatan, kemauan, atau pengetahuan yang cukup.

*   **Kerangka Kerja 14 Kebutuhan Dasar:** Teori ini menyediakan panduan berupa 14 komponen kebutuhan dasar manusia. Kerangka ini memudahkan perawat dalam melakukan pengkajian klinis secara menyeluruh, yang meliputi aspek:

    1. Bernapas dengan normal.

    2. Makan dan minum dengan cukup.

    3. Membuang kotoran tubuh (eliminasi).

    4. Bergerak dan mempertahankan posisi yang diinginkan.

    5. Tidur dan istirahat.

    6. Memilih pakaian yang tepat.

    7. Mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.

    8. Menjaga kebersihan tubuh dan kerapian.

    9. Menghindari bahaya lingkungan dan mencederai orang lain.

    10. Berkomunikasi dengan orang lain untuk mengekspresikan emosi, kebutuhan, dan ketakutan.

    11. Beribadah sesuai keyakinan.

    12. Bekerja dengan rasa puas.

    13. Bermain atau berpartisipasi dalam rekreasi.

    14. Belajar, menemukan, atau memuaskan rasa ingin tahu yang mengarah pada perkembangan kesehatan.

*   **Pendekatan Holistik:** Dengan menggunakan teori ini, perawat tidak hanya berfokus pada penyakit atau kondisi medis pasien, tetapi melihat pasien sebagai individu yang utuh secara fisik, mental, dan sosial.

*   **Otonomi Profesional:** Teori Henderson menegaskan bahwa keperawatan memiliki peran unik dan otonom. Perawat bekerja sebagai mitra bagi pasien, bukan sekadar pelaksana instruksi medis, untuk membantu pasien kembali ke kondisi mandiri.

*   **Dasar Pengambilan Keputusan Klinis:** Memberikan arah yang jelas bagi perawat dalam merumuskan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi yang spesifik, serta mengevaluasi perkembangan kondisi pasien berdasarkan pencapaian kemandirian mereka.

Resume: Anak Sehat untuk Perkuliahan Keperawatan


ANAK SEHAT

Pengertian Anak Sehat

Anak sehat adalah anak yang mengalami pertumbuhan dan perkembangan secara optimal sesuai dengan usia, memiliki kondisi fisik, mental, sosial, dan emosional yang baik, serta mampu beradaptasi dengan lingkungan sekitarnya.


Ciri-Ciri Anak Sehat

1. Aspek Fisik

  • Berat badan dan tinggi badan sesuai usia.

  • Nafsu makan baik.

  • Kulit bersih dan tidak pucat.

  • Mata jernih dan cerah.

  • Rambut bersih serta tidak mudah rontok.

  • Tidur cukup sesuai kebutuhan usia.

  • Aktif bergerak dan bermain.

2. Aspek Psikologis

  • Ceria dan mudah berinteraksi.

  • Mampu mengekspresikan perasaan dengan baik.

  • Memiliki rasa ingin tahu yang tinggi.

  • Dapat berkonsentrasi sesuai tahap perkembangan.

3. Aspek Sosial

  • Mudah bergaul dengan teman sebaya.

  • Mampu bekerja sama dalam kelompok.

  • Memiliki hubungan baik dengan keluarga dan lingkungan.


Faktor yang Mempengaruhi Kesehatan Anak

Faktor Internal

  • Genetik atau keturunan.

  • Jenis kelamin.

  • Kondisi kesehatan bawaan.

Faktor Eksternal

  • Status gizi.

  • Lingkungan tempat tinggal.

  • Pola asuh orang tua.

  • Pelayanan kesehatan.

  • Pendidikan dan status ekonomi keluarga.


Indikator Anak Sehat

Menurut Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, indikator anak sehat meliputi:

  • Pertumbuhan sesuai kurva pertumbuhan.

  • Perkembangan motorik, bahasa, dan sosial sesuai usia.

  • Mendapatkan imunisasi lengkap.

  • Tidak menderita penyakit kronis atau infeksi berulang.

  • Memiliki status gizi baik.


Upaya Menjaga Kesehatan Anak

1. Pemenuhan Nutrisi

  • Memberikan makanan bergizi seimbang.

  • Memenuhi kebutuhan protein, vitamin, dan mineral.

  • Memberikan ASI eksklusif selama 6 bulan.

2. Imunisasi

  • Melaksanakan imunisasi dasar lengkap sesuai jadwal.

3. Aktivitas Fisik

  • Mengajak anak bermain dan berolahraga secara teratur.

4. Personal Hygiene

  • Membiasakan cuci tangan pakai sabun.

  • Menjaga kebersihan gigi dan mulut.

  • Mandi secara teratur.

5. Pemeriksaan Kesehatan Berkala

  • Memantau pertumbuhan dan perkembangan di Posyandu atau fasilitas kesehatan.


Peran Perawat dalam Mewujudkan Anak Sehat

  1. Promotif

    • Memberikan edukasi kesehatan kepada keluarga.

    • Mengajarkan pola hidup bersih dan sehat.

  2. Preventif

    • Mendukung program imunisasi.

    • Melakukan deteksi dini gangguan tumbuh kembang.

  3. Kuratif

    • Memberikan asuhan keperawatan pada anak yang sakit.

  4. Rehabilitatif

    • Membantu pemulihan anak setelah sakit atau mengalami gangguan kesehatan.


Kesimpulan

Anak sehat adalah anak yang tumbuh dan berkembang secara optimal baik dari aspek fisik, mental, sosial, maupun emosional. Status kesehatan anak dipengaruhi oleh faktor genetik, gizi, lingkungan, dan pola asuh. Perawat memiliki peran penting dalam upaya promotif, preventif, kuratif, dan rehabilitatif untuk mendukung terciptanya generasi yang sehat dan berkualitas.

Daftar Pustaka

  1. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Pedoman Pemantauan Tumbuh Kembang Anak.

  2. Hockenberry, M.J., & Wilson, D. Wong's Nursing Care of Infants and Children.

  3. Potter, P.A., Perry, A.G. Fundamentals of Nursing.

  4. Soetjiningsih. Tumbuh Kembang Anak. Jakarta: EGC.

2030 ADALAH ENDING DARI SEMUA KONSPIRASI INI

 Berikut adalah ringkasan dari isi video tersebut untuk keperluan blog Anda:


**Analisis Konspirasi Global dan Jati Diri Manusia**


Video ini membahas narasi mengenai adanya agenda besar kelompok elit global yang diproyeksikan mencapai puncaknya pada tahun 2030. Agenda tersebut mencakup upaya pembentukan tatanan dunia baru yang melibatkan penyatuan sistem pemerintahan, mata uang, hingga agama menjadi satu kesatuan (*one world order*).


**Poin-poin utama yang disampaikan:**


*   **Manipulasi Kesadaran:** Sistem pendidikan dan perangkat teknologi saat ini dianggap sebagai alat untuk mengarahkan pola pikir manusia agar tidak kritis, melupakan jati diri asli, dan menjadi tenaga kerja yang mudah dikendalikan, layaknya robot hidup.

*   **Pentingnya Jati Diri:** Kunci utama untuk terbebas dari manipulasi narasi global adalah dengan mengenal jati diri sendiri. Dengan memahami asal-usul dan mekanisme spiritual di dalam diri, seseorang dapat lebih tajam dalam menangkap intuisi dan kebenaran di tengah distraksi informasi.

*   **Dampak Doktrin dan Distraksi:** Munculnya berbagai isu besar yang viral, termasuk kebocoran dokumen tertentu, dipandang sebagai cara untuk mengalihkan perhatian publik (*distraction*), menciptakan kecemasan (*anxiety*), serta menormalisasi hal-hal yang sebelumnya dianggap tidak wajar.

*   **Perang Batin:** Terdapat konflik batin yang sengaja dipicu melalui pertentangan antara doktrin agama dan sains, yang bertujuan melemahkan kepercayaan individu terhadap Tuhan dan jati diri mereka sendiri.


**Kesimpulan:**

Narasi global yang ada saat ini bertujuan untuk membuat manusia merasa inferior dan pasrah terhadap keadaan. Solusi yang ditawarkan adalah kembali kepada fitrah manusia sebagai "bait Tuhan" dan meyakini kekuatan spiritual yang sudah dianugerahkan di dalam diri, alih-alih terus bergantung pada sistem eksternal yang penuh manipulasi.

Fenomena Eksodus Talenta Indonesia: Mengapa Ribuan WNI Memilih Pindah Kewarganegaraan?

Belakangan ini, publik dihebohkan dengan data yang menunjukkan bahwa ribuan warga negara Indonesia (WNI) memilih untuk melepas status kewarganegaraan mereka dalam lima tahun terakhir. Mayoritas dari mereka adalah kalangan usia produktif yang memiliki potensi besar. Lalu, apa yang sebenarnya mendorong mereka untuk meninggalkan tanah air?


**Alasan di Balik Keputusan Pindah Negara**


Berdasarkan pengamatan, ada empat faktor utama yang melatarbelakangi fenomena ini:

1.  **Mencari Jenjang Karier dan Gaji:** Banyak tenaga ahli Indonesia merasa sulit mendapatkan pekerjaan yang sepadan dengan kemampuan mereka. Standar gaji di luar negeri, terutama di negara maju, sering kali jauh lebih tinggi dibandingkan di Indonesia.

2.  **Perkawinan Campuran:** Tren pernikahan antara WNI dan warga negara asing terus meningkat setiap tahunnya, yang kemudian memicu perpindahan kewarganegaraan mengikuti pasangan.

3.  **Pendidikan dan Kualitas Hidup:** Banyak pelajar yang menempuh pendidikan di luar negeri melalui jalur beasiswa akhirnya memutuskan untuk menetap. Mereka merasa bahwa sistem pendidikan, keamanan, serta kualitas hidup di luar negeri lebih mendukung perkembangan masa depan mereka.

4.  **Lingkungan Bisnis yang Kompetitif:** Bagi para pengusaha, stabilitas ekonomi dan kemudahan berbisnis di negara seperti Singapura menjadi magnet yang sulit ditolak.


**Singapura: Destinasi Favorit**


Singapura menjadi salah satu negara tujuan utama. Selain kedekatan geografis, Singapura menawarkan paspor yang kuat, stabilitas keamanan, serta lingkungan profesional yang sangat dinamis. Meski biaya hidup di sana tergolong sangat tinggi, banyak talenta Indonesia tetap memilihnya karena adanya apresiasi yang lebih baik terhadap keahlian mereka.


**Ancaman *Brain Drain* dan Solusinya**


Kondisi ini merupakan sinyal bagi kita tentang bahaya *brain drain*, yaitu kondisi di mana negara kehilangan sumber daya manusia berkualitas (seperti dokter, insinyur, dan peneliti) yang seharusnya bisa memajukan bangsa sendiri. Jika dibiarkan, Indonesia berisiko terus kehilangan talenta terbaik.


Salah satu solusi kunci yang sering dibahas adalah **hilirisasi industri**. Dengan membangun industri di dalam negeri—seperti mengolah bahan mentah menjadi produk jadi—Indonesia tidak hanya menciptakan lapangan kerja bagi tenaga ahli, tetapi juga memberikan nilai tambah ekonomi yang berkali-kali lipat.


**Kesimpulan**


Fenomena perpindahan kewarganegaraan ini adalah cermin dari kebutuhan akan lingkungan kerja dan iklim ekonomi yang lebih kompetitif di dalam negeri. Pemerintah perlu menyadari bahwa talenta muda adalah aset yang sangat berharga. Harapannya, dengan kemajuan industri dan perbaikan sistem ekonomi, putra-putri terbaik bangsa akan merasa lebih yakin untuk berkarya dan membangun masa depan di Indonesia.

Meksiko di Ambang Piala Dunia 2026: Antara Potensi Ekonomi dan Gelombang Protes Rakyat


Menjelang perhelatan akbar Piala Dunia 2026, Meksiko sebagai salah satu tuan rumah justru menghadapi situasi yang sangat krusial. Alih-alih dipenuhi euforia penyambutan wisatawan, ibu kota Meksiko justru dikepung oleh gelombang demonstrasi massal yang berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi negara tersebut.


**Konflik Sosial dan Ancaman Ekonomi**


Aksi protes ini dipicu oleh berbagai tuntutan dari berbagai elemen masyarakat, mulai dari serikat guru yang menuntut kenaikan gaji signifikan, hingga aksi dari kalangan buruh dan kelompok hakim. Demonstrasi ini telah menyebabkan blokade di jalan-jalan utama menuju stadion dan mengganggu operasional bisnis lokal. Para pelaku usaha melaporkan kerugian besar akibat terhambatnya arus logistik dan turunnya jumlah pengunjung. Pemerintah pun terpaksa mengerahkan ribuan personel keamanan untuk mengantisipasi eskalasi kerusuhan yang lebih luas.


**Paradoks Mega Proyek**


Situasi di Meksiko ini mencerminkan fenomena yang dikenal sebagai *Mega Project Paradox*, di mana proyek pembangunan berskala masif justru seringkali tidak memberikan dampak ekonomi yang dirasakan langsung oleh masyarakat kelas bawah. Hal ini mengingatkan pada kondisi serupa yang terjadi di Brasil saat Piala Dunia 2014, di mana protes rakyat meledak akibat ketimpangan sosial dan ketidakpuasan terhadap alokasi anggaran infrastruktur yang dianggap kurang prioritas bagi kesejahteraan warga.


**Sisi Gelap dan Industri Judi Bola**


Di balik angka proyeksi pertumbuhan ekonomi resmi dari sektor pariwisata dan penyelenggaraan pertandingan yang bernilai triliunan rupiah, terdapat sisi lain yang jauh lebih besar: industri judi bola. Perputaran uang dari taruhan olahraga selama ajang Piala Dunia diperkirakan mencapai angka ribuan triliun rupiah secara global. 


Menyadari besarnya potensi keuntungan ini, pemerintah Meksiko mengambil langkah strategis dengan melegalkan dan mempermudah perizinan bagi operator judi olahraga. Bahkan, kebijakan fiskal telah diperketat dengan menaikkan pajak judi hingga 50% untuk meraup pendapatan lebih besar dari pasar taruhan internasional dan turis yang datang. 


**Kesimpulan**


Piala Dunia 2026 di Meksiko menjadi sebuah ajang dengan dua sisi mata uang. Di satu sisi, turnamen ini diproyeksikan sebagai mesin penggerak ekonomi melalui investasi dan pariwisata. Namun, di sisi lain, ketidakpuasan publik dan instabilitas keamanan menjadi ancaman nyata yang bisa membalikkan semua target keuntungan tersebut. Keberhasilan Meksiko dalam menyelenggarakan ajang ini akan sangat bergantung pada bagaimana pemerintah menyeimbangkan antara ambisi ekonomi dan pemenuhan aspirasi rakyatnya.

Rabu, 10 Juni 2026

Analisis Saham MDLA (PT Medela Potentia Tbk) 11JUNI 2026


 

Analisis Saham MDLA (PT Medela Potentia Tbk)

MDLA bergerak di distribusi dan pemasaran produk farmasi, produk kesehatan, serta alat kesehatan, dengan jangkauan nasional dan juga sudah hadir di Kamboja. Perusahaan menyebut memiliki lebih dari 6.000 SKU, 2.800+ profesional, dan melayani 70.100+ rumah sakit/klinik/apotek. (Medela Potentia)

Fundamental

Secara bisnis, MDLA terlihat punya model yang cukup defensif karena bermain di rantai distribusi kesehatan, bukan bisnis yang sangat siklikal. Kinerja 2025 juga masih tumbuh: pendapatan FY2025 Rp14,89 triliun dan laba bersih Rp398,1 miliar, naik sekitar 16% yoy menurut laporan perusahaan. Di kuartal I-2026, pendapatan naik 3,4% yoy menjadi Rp4,03 triliun dan laba periode berjalan naik 7,4% menjadi Rp119,32 miliar. (Medela Potentia)

Dari sisi historis, tren 2025 juga konsisten: semester I-2025 penjualan bersih Rp7,42 triliun dengan laba bersih Rp200,33 miliar, lalu sembilan bulan pertama 2025 pendapatan Rp11,1 triliun dan laba bersih Rp294 miliar. Ini menunjukkan pertumbuhan masih jalan, walau lajunya tidak agresif. (Medela Potentia)

Kelebihan penting MDLA ada di neraca. Rilis riset IDX menyebut perusahaan masih debt-free per September 2025, dan working capital membaik menjadi 24 hari dari 30 hari pada September 2024. Itu sinyal likuiditas dan disiplin modal yang cukup bagus. (IDX)

Valuasi pasar saat ini masih terbilang murah-menengah untuk emiten laba bertumbuh: Google Finance menampilkan P/E 7,02x, market cap Rp2,80 triliun, EPS Rp28, dan dividend yield 6,30% dengan dividen kuartalan Rp3 per saham. Jika memakai laba 2025, margin bersihnya kira-kira 2,7% secara hitungan sederhana dari laba bersih Rp398,1 miliar terhadap pendapatan Rp14,89 triliun. (Google)

Jadi, fundamental MDLA saya lihat positif, tapi bukan growth agresif. Karakter terbaiknya lebih ke kombinasi defensif, laba tumbuh, dan dividen cukup menarik. Risiko utamanya ada di margin yang tipis khas bisnis distribusi dan kebutuhan menjaga pertumbuhan volume/portofolio supaya laba tetap naik. (Medela Potentia)

Teknikal

Untuk teknikal, data terbaru yang saya lihat menunjukkan harga MDLA berada di kisaran Rp190–Rp200. Google Finance menampilkan harga Rp190 dengan range harian Rp190–Rp214, sedangkan Investing.com menampilkan close Rp200 pada 10 Juni 2026. Perbedaan ini wajar karena timestamp sumbernya berbeda. (Google)

Di sisi indikator, TradingView/Investing memberi gambaran yang campuran tetapi masih lemah untuk daily: Investing menulis summary Sell untuk harian, sementara moving averages menunjukkan MA5 199,40; MA20 188,30; MA50 192,54; dan MA200 211,03. RSI(14) ada di 64,675, sedangkan StochRSI 84,776 sudah di area overbought. (Investing.com)

Interpretasi saya: secara jangka pendek MDLA masih bisa bergerak rebound selama harga bertahan di atas area MA20 sekitar 188–190, tetapi secara menengah masih tertahan karena posisi harga di bawah MA50 dan jauh di bawah MA200. Dengan kata lain, momentum pendek ada, tetapi tren menengah belum sepenuhnya aman. Ini kesimpulan teknikal saya dari data MA dan indikator di atas. (Investing.com)

Area yang layak diperhatikan: support dekat Rp188–Rp190 dari MA20 dan harga terakhir, lalu support lebih dalam di Rp175 sebagai 52-week low. Resistance terdekat ada di Rp200–Rp214 dari close, high harian, dan area psikologis; resistance menengah ada di sekitar MA50 Rp192,54 dan MA200 Rp211,03. (Investing.com)

Kesimpulan

Untuk investor jangka menengah-panjang, MDLA terlihat menarik karena bisnis kesehatan cenderung defensif, laba masih tumbuh, neraca kuat, dan dividen yield lumayan. Untuk trader, teknikalnya belum terlalu ideal untuk mengejar di atas karena daily summary masih sell dan StochRSI sudah overbought; lebih aman menunggu pullback atau konfirmasi breakout yang valid. (Medela Potentia)

Kalau diringkas, saya menilai MDLA saat ini: fundamental = cukup bagus, teknikal = mixed cenderung hati-hati. (Medela Potentia)

Entri yang Diunggulkan

Understanding Islamic Accounting: Definitions, Principles, and Conceptual Framework

Islamic accounting is a discipline of accounting where the process of recording, classifying, and summarizing transactions is based on rules...