Kamis, 12 September 2013

Pengertian dan Karakteristik Anak Sekolah Dasar


BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
              Anak sekolah merupakan aset Negara yang sangat penting sebagai sumber daya manusia bagi keberhasilan pembangunan bangsa. Anak sekolah adalah anak yang berusia 7-12 tahun, memiliki fisik yang lebih kuat mempunyai sifat yang individual serta aktif dan tidak bergantung dengan orang tua. Biasanya pertumbuhan putri lebih cepat dari pertumbuhan putra. Kebutuhan gizi anak sebagian besar digunakan untuk aktifitas pembentukan dan pemeliharaan jaringan, ( Moehji, 2003 ).
              Kelompok anak sekolah umumnya mempunyai kondisi  gizi yang lebih baik daripada kelompok balita, karena kelompok umur sekolah mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah maupun oleh kelompok swasta. Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan, misalnya BB yang kurang, anemia defisiensi Fe, defisiensi vitamin C dan daerah-daerah tertentu juga defisiensi Iodium, ( Sediaoetama, 1996 ).
                Krisis ekonomi bangsa telah mengakibatkan masalah gizi yang menimbulkan lost generation yaitu suatu generasi dengan jutaan anak kekurangan gizi sehingga tingkat kecerdasan (IQ) lebih rendah. Anak yang mengalami kurang energi protein mempunyai IQ lebih rendah 1a0-13 skor dibandingkan dengan anak yang tidak kekurangan energy protein. Anak yang mengalami anemia mempunyai IQ lebih rendah 5-10 skor dibandingkan yang tidak anemia. Anak yang mengalami gangguan akibat kekurangan iodium mempunyai IQ lebih rendah 50 skor dibandingkan anak yang tidak mengalami gangguan akibat kekurangan iodium, ( Karsin, 2004 ).
               Lebih dari sepertiga (36,1 %) anak usia sekolah di Indonesia tergolong pendek ketika memasuki usia sekolah yang merupakan indicator adanya kurang gizi kronis. Prevalensi anak pendek ini semakin meningkat dengan bertambahnya umur dan gambaran ini ditemukan baik pada laki-laki maupun permpuan. Jika diamati perubahan prevalensi anak  pendek dari tahun ke tahun maka prevalensi anak pendek ini praktis tidak mengalami perubahan oleh karena perubahan yang terjadi hanya sedikit sekali yaitu dari 39,8 % pada tahun 1994 menjadi 36,1 % pada tahun 1999, ( Depkes, 2004 ).
                Gizi merupakan salah satu factor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembangan mental. Tingkat keadaan gizi normal tercapai bila kebutuhan zat gizi optimal terpenuhi. Tingkat gizi seseorang dalam suatu masa bukan saja ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada masa lampau. Bahkan jauh sebelum masa itu, ( Budiyanto, 2002 ).
                 Factor yang secara langsung mempengaruhi status gizi adalah asupan makan dan penyakit infeksi. Berbagai factor yang melatarbelakangi kedua factor tersebut misalnya factor ekonomi, keluarga produktivitas dan kondisi perumahan, ( Suhardjo, 1996 ).
   Pengaruh makanan terhadap perkembangan otak, apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolism dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan berfungsi normal. Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil. Jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan anak, ( Anwar, 2008 ).
Dari hasil akumulasi nilai di akhir semester, dapat ditemukan data bahwa terdapat beberapa siswa yang memiliki prestasi belajar yang cukup baik yaitu memiliki nilai rata-rata ≥ 7,0 namun juga terdapat siswa yang memiliki nilai rata-rata < 7,0 .   Selain itu, setiap siswa terlihat memiliki ukuran tubuh yang berbeda-beda. Terdapat siswa yang memiliki ukuran tubuh yang besar, namun juga terdapat siswa yang memiliki ukuran tubuh yang kecil.  Oleh sebab itu, penulis melakukan penelitian tentang hubungan status gizi terhadap prestasi belajar siswa di Sekolah Dasar Negeri 10 Sungai Ambawang.

B.     Rumusan Masalah
Berdasarkan latar belakang di atas, masalah yang akan dikaji dalam penelitian ini adalah apakah ada hubungan status gizi terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang.

C.     Tujuan Penelitian
1.      Tujuan Umum
Mengetahui hubungan status gizi terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang.
2.      Tujuan Khusus
a). Mengukur status gizi siswa siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Desa Jawa Tengah,          Kecamatan Sungai Ambawang.
b). Mengukur prestasi siswa siswa Sekolah Dasar Negeri 10 Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang.
c). Menganalisa hubungan status gizi terhadap prestasi belajar siswa Sekolah Dasar     Negeri 10 Desa Jawa Tengah, Kecamatan Sungai Ambawang.

D.    Manfaat Penelitian
1.      Bagi Siswa
Adapun manfaat bagi siswa adalah agar dapat memberikan informasi kepada siswa tentang hubungan status gizi terhadap prestasi belajar siswa sehingga prestasi siswa dapat meningkat dengan cara meningkatkan status gizi yang baik.
2.      Bagi Sekolah Dasar Negeri 10
Adapun manfaat bagi sekolah dasar negeri 10 adalah agar dapat memberikan masukan kepada institusi atau sekolah untuk memasukkan informasi tentang gizi melalui mata pelajaran Pendidikan Jasmani dan Kesehatan.
3.      Bagi Wali Murid dan Guru
Adapun manfaat bagi wali murid dan guru adalah agar dapat memberikan informasi status gizi yang baik guna meningkatkan prestasi belajar siswa sehingga wali murid dan guru senantiasa menjaga status gizi siswa agar tetap baik.

4.      Bagi Peneliti
Adapun manfaat bagi peneliti ini adalah untuk menjadikan suatu masukan dan merupakan pengalaman dalam melakukan penelitian serta dapat mengetahui apakah ada hubungan antara status gizi dengan prestasi belajar siswa.

 
BAB II
TINJAUAN  PUSTAKA

A.    Teori dan Konsep

1.     Anak Sekolah Dasar
a.        Pengertian dan Karakteristik Anak Sekolah Dasar
                 Anak sekolah dasar adalah anak yang berusia 7-12 tahun, memiliki fisik yang lebih kuat, mempunyai sifat individual, aktif dan tidak tergantung dengan orang tua. Biasanya pertumbuhan anak putri lebih cepat daripada anak putra. Kebutuhan gizi anak sebagian besar digunakan untuk aktivitas pembentukan dan pemeliharaan jaringan (Moehji,2003).
   Karakteristik anak sekolah meliputi :
1)      Pertumbuhan tidak secepat bayi
2)      Gigi merupakan gigi susu yang tidak permanen
3)      Lebih aktif memilih makanan yang disukai
4)      Kebutuhan energy tinggi karena aktivitas meningkat
5)      Pertumbuhan lambat
6)      Pertumbuhan meningkat lagi pada masa pra remaja
Anak sekolah biasanya banyak memiliki aktivitas bermain yang menguras banyak tenaga, dengan terjadi ketidakseimbangan antara energy yang masuk dan keluar. Akibatnya tubuh anak menjadi kurus. Untuk mengatasinya harus mengontrol waktu bermain anak sehingga anak memiliki waktu istirahat cukup (Moehji,2003)
b.      Masalah Gizi Anak
                  Masalah gizi (malnutrition) merupakan suatu keadaan patologis akibat kekurangan atau kelebihan secara relative maupun absolute satu atau lebih zat gizi (Supariasa, 2002).

Ada empat bentuk malnutrisi :
1)      Under nutrition
kekurangan konsumsi pangan secara relative atau absolute untuk periode tertentu.
2)      Specific deficiency
kekurangan zat gizi tertentu, misalnya kekurangan vitamin A, yodium, Fe, dan lain-lain.
3)      Over nutrition
kelebihan konsumsi pangan untuk periode tertentu.
4)      Imbalance
karena disproporsi zat gizi, misalnya : kolesterol terjadi karena tidak seimbangnya LDL (Low Density Lipoprotein), HDL (High Density Lipoprotein) dan VLDL (Very Low Density Lipoprotein).
Sampai saat ini dikenal kurang lebih 45 jenis zat gizi. Sejak akhir tahun 1980, zat gizi dikelompokkan ke dalam zat gizi makro dan zat gizi mikro. Zat gizi makro merupakan sumber energy (karbohidrat, protein, lemak).  Sedangkan, zat gizi mikro meliputi vitamin dan mineral. Sehubungan dengan itu terdapat masalah gizi makro meliputi gizi kurang dan gizi lebih, sedangkan masalah gizi mikro hanya berbentuk gizi kurang (Rimbawan dan Baliwati, 2004).
Kelompok anak sekolah pada umumnya mempunyai kondisi gizi yang lebih baik daripada kelompok balita, karena kelompok umur sekolah mudah dijangkau oleh berbagai upaya perbaikan gizi yang dilakukan oleh pemerintah maupun kelompok swasta. Meskipun demikian masih terdapat berbagai kondisi gizi anak sekolah yang tidak memuaskan, missal berat badan yang kurang, anemia defesiensi Fe, defesiensi vitamin C, dan daerah-daerah tertentu juga defesiensi iodium ( Sediaoetama, 1996).
Seorang anak dikatakan mempunyai gizi lebih jika mereka mempunyai berat badan relative lebih tinggi dibandingkan dengan standar anak yang sebaya. Istilah yang biasanya digunakan untuk menggambarkan anak-anak yang bergizi lebih ini biasanya obesitas atau overweight. Tetapi sebenarnya dua istilah ini berbeda. Obesitas untuk menggambarkan keadaan anak dengan berat badan menurut tinggi badan >120 % dari standar. Sedangkan overweight mempunyai batasan 110-120 % dari standar ( Khomsan, 2003 ).
2.     Status Gizi
a.       Pengertian Status Gizi
1)      Status gizi (nutrition status) merupakan ekspresi dari keadaan keseimbangan dalam bentuk variable tertentu, atau perwujudan dari nutriture dalam bentuk variable tertentu (Supariasa, 2002).
2)      Status gizi adalah keadaan kesehatan individu-individu atau kelompok-kelompok yang ditentukan oleh derajat kebutuhan fisik akan energy zat gizi yang diperoleh dari pangan dan makanan yang dampak fisiknya diukur secara antropometri (Almatsier, 2001).
3)      Status gizi adalah status kesehatan yang dihasilkan dan keseimbangan antara masukan nutrient (Beck, 1993).
4)      Gizi merupakan salah satu factor penting yang menentukan tingkat kesehatan dan keserasian antara perkembangan fisik dan perkembangan mental. Tingkat keadaan gizi normal tercapai bila kebutuhan gizi optimal terpenuhi. Tingkat gizi seseorang dalam suatu masa bukan saja ditentukan oleh konsumsi zat gizi pada masa lampau, bahkan jauh sebelum masa itu (Budiyanto, 2002).

b.      Penilaian Status Gizi
1)      Secara Langsung
Penelitian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi empat penilaian yaitu antropometri, klinis, biokimia dan biofisik.
a)      Antropometri
Secara umum antropometri artinya ukuran tubuh manusia. Ditinjau dari sudut pandang gizi, maka antropometri gizi berhubungan dengan berbagai macam pengukuran dimensi tubuh dan komposisi tubuh dari berbagai tingkat umur dan tingkat gizi.
                                         Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan adalah :
(1)      Berat Badan Menurut Umur (BB/U)
Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan gambaran   masa tubuh. Masa tubuh sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan yang mendadak. Berat badan adalah parameter antropometri yang sangat labil. Sehingga indeks BB/U lebih menggambarkan status gizi seseorang saat ini.
                  Kelebihan indeks BB/U adalah :
(a). Lebih mudah dan lebih cepat dimengerti oleh masyarakat  umum.
                                                (b). Baik untuk mengukur status gizi akut atau kronis.
                                                (c). Berat badan dapat berfluktuasi
                                                (d). Sangat sensitive terhadap perubahan-perubahan kecil
                                                (e). Dapat mendeteksi kegemukan
                  Kelemahan indeks BB/U adalah :
         (a). Dapat mengakibatkan intrepretasi status gizi yang keliru bila  terdapat edema maupun asites.
         (b). Di daerah pedesaan yang masih terpencil dan tradisional, umur  sering sulit untuk ditaksir secara tepat karena pencatatan umur yang belum baik.
                                                (c). Memerlukan data umur yang akurat, terutama untuk anak dibawah usia lima tahun.
                                                    (d). Sering   terjadi   kesalahan   dalam   pengukuran ,   seperti pengaruh pakaian atau gerakan anak pada saat penimbangan.
  (e). Secara operasional sering mengalami hambatan karena masalah social budaya setempat
                  Klasifikasi status gizi dengan indeks BB/U
Indeks BB/U
Klasifikasi
    >2 SD
Lebih
-2 SD s/d +2 SD
Baik
< -2 SD s/d -3 SD
Kurang
< -3 SD
Buruk
                                                  Sumber : Khomsan, 2004

(2)      Tinggi Badan Menurut Umur (TB/U)
Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan  keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal, tinggi badan tumbuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan tinggi badan tidak seperti berat badan, relative kurang sensitive terhadap masalah kekurangan gizi dalam waktu yang pendek. Pengaruh defisiensi zat gizi terhadap tinggi badan akan Nampak dalam waktu yang relative lama.
Berdasarkan karakteristik tersebut di atas, maka indeks ini menggambarkan status gizi masa lalu. Beaton dan Bengoa (1973) menyatakan bahwa indeks TB/U di samping memberikan gambaran status gizi masa lampau, juga lebih erat kaitannya dengan status social ekonomi.
                  Keuntungan indeks TB/U adalah :
                                                (a). Baik untuk menilai status gizi masa lampau.
 (b). Ukuran panjang dapat dibuat sendiri, murah dan mudah     dibawa.
                                                Kelemahan indeks TB/U adalah :
                                                (a). Tinggi badan tidak cepat naik, bahkan tidak mungkin turun.
      (b). Pengukuran relative sulit dilakukan karena anak harus berdiri tegak, sehingga diperlukan dua orang untuk melakukannya.
                                                (c). Ketepatan umur sulit didapat.
                   Klasifikasi status gizi dengan indeks TB/U
Indeks TB/U
Klasifikasi
≥ -2 SD
Normal
< -2 SD
Pendek / stunded
                                                   Sumber : Khomsan, 2004

(3)      Berat Badan Menurut Tinggi Badan (BB/TB)
Berat badan memiliki hubungan yang linear dengan tinggi badan. Dalam keadaan normal, perkembangan berat badan akan searah dengan pertumbuhan tinggi badan dengan kecepatan tertentu. Jeliffe pada tahun 1966 telah memperkenalkan indeks ini untuk mengidentifikasi status gizi. Indeks BB/TB merupakan indicator yang baik untuk menilai status gizi saat kini (sekarang). Indeks BB/TB adalah merupakan indeks yang independen terhadap umur.
Berdasarkan sifat-sifat tersebut, indeks BB/TB mempunyai beberapa keuntungan dan kelemahan, seperti yang diuraikan di bawah ini :
                  Keuntungan indeks BB/TB adalah :
(a). Tidak memerlukan data umur
      (b). Dapat membedakan proporsi badan (gemuk, normal dan kurus)
                  Kelemahan indeks BB/TB adalah :
      (a). Tidak dapat memberikan gambaran, apakah anak tersebut pendek, cukup tinggi badan atau kelebihan tinggi badan menurut umurnya, karena factor umur tidak dipertimbangkan.
(b).  Dalam    praktek     sering     mengalami    kesulitan    dalam melakukan    pengukuran    panjang,   tinggi   badan     pada kelompok balita.
(c).  Membutuhkan dua macam alat ukur.
(d).  Pengukuran relative lebih lama.
(e).  Membutuhkan dua orang untuk melakukannya.
(f).   Sering    terjadi     kesalahan     dalam     pembacaan    hasil pengukuran,    terutama    bila   dilakukan   oleh   kelompok non-profesional.
                  Klasifikasi status gizi dengan indeks BB/TB
Indeks BB/TB
Klasifikasi
        >2 SD
Gemuk
-2 SD s/d + 2 SD
Normal
< -2 SD s/d -3 SD
Kurus / wasted
<-3 SD
Sangat kurus
                                                   Sumber : Khomsan, 2004

(4)      Indeks Massa Tubuh Menurut Umur  (IMT/U)
Masalah kekurangan dan kelebihan gizi pada orang dewasa (usia 18 tahun ke atas ) merupakan masalah penting, karena selain mempunyai resiko penyakit-penyakit tertentu, juga dapat mempengaruhi produktifitas kerja. Oleh Karena itu, pemantauan keadaan tersebut perlu dilakukan secara berkesinambungan. Salah satu cara adalah dengan mempertahankan berat badan yang ideal atau normal.
IMT   =   BB (Kg)   :   TB² (m)
Pengukuran status gizi anak sekolah dapat dilakukan dengan indeks antropometri dan menggunakan Indeks Masa Tubuh (IMT) anak sekolah.
Rumus IMT adalah :
b)      Klinis
                                                            Pemeriksaan klinis adalah metode yang sangat penting untuk menilai status gizi masyarakat. Metode ini didasarkan atas perubahan-perubahan yang terjadi yang dihubungkan dengan ketidakcukupan zat gizi. Hal ini dapat dilihat pada jaringan epitel (supervisial epithelial tissues) seperti kulit, mata, rambut, dan mukosa oral atau pada organ-organ yang dekat dengan permukaan tubuh seperti kelenjar tiroid (Supariasa, 2002).
c)      Biokimia
                                                            Penilaian status gizi dengan biokimia adalah pemeriksaan specimen yang diuji secara laboratories yang dilakukan pada berbagai macam jaringan tubuh. Jaringan tubuh yang digunakan antar lain : darah, urine, tinja dan juga beberapa jaringan tubuh seperti hati dan otot (Supariasa, 2002).
d)     Biofisik
                                                            Penentuan status gizi secara biofisik adalah metode penentuan status gizi dengan melihat kemampuan fungsi (khususnya jaringan) dan melihat perubahan struktur dari jaringan (Supariasa, 2002).
2)      Tidak Langsung
Penilaian status gizi secara tidak langsung dapat dibagi menjadi tiga yaitu:
a)      Survei konsumsi makanan
Survei konsumsi makanan adalah metode penentuan status gizi secara tidak langsung dengan melihat jumlah dan jenis zat yang dikonsumsi (Supariasa,2002).
b)      Statistic Vital
Pengukuran status gizi dengan statistic vital adalah dengan menganalisis data beberapa statistic kesehatan seperti angka kematian berdasarkan umur, angka kesakitan dan kematian akibat penyebab tertentu dan data lainnya yang berhubungan dengan gizi (Supariasa, 2002).
c)      Factor Ekologi
Bengoa mengungkapkan bahwa malnutrisi merupakan masalah ekologi sebagai hasil interaksi beberapa factor fisik, biologis dan lingkungan budaya. Jumlah makanan yang tersedia sangat tergantung dari keadaan ekologi seperti iklim, tanah, irigasi dan lain-lain (Supariasa,2002).

3.     Prestasi Belajar
Prestasi belajar adalah hasil yang dicapai sebaik-baiknya menurut kemampuan anak pada waktu tertentu terhadap hal-hal yang dikerjakan atau dilakukan (Purwadarninto, 1987).
Faktor yang mempengaruhi prestasi belajar siswa adalah :
a.       Factor internal
Factor internal merupakan factor yang berasal dari dalam diri siswa. Factor ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
1)      Factor intelegensi
Dalam artian sempit, intelegensi merupakan kemampuan untuk mencapai prestasi di sekolah yang didalamnya berfikir perasaan .
2)      Factor minat
Minat merupakan kecenderungan yang mantap dalam subyek untuk merasa tertarik pada bidang tertentu. Siswa yang kurang berminat dalam pelajaran tertentu akan menghambat dalam proses belajar.
3)      Factor keadaan fisik dan psikis
Keadaan fisik menunjukkan pada tahap pertumbuhan (kekurangan gizi akan menghambat pertumbuhan otak dan tingkat kecerdasan), kesehatan jasmani, keadaan alat-alat indera dan lain-lain. Keadaan psikis menunjuk pada keadaan stabilitas/labilitas mental siswa, karena fisik dan psikis yang sehat sangat berpengaruh positif terhadap kegiatan belajar mengajar dan sebaliknya (Purwadarninto, 1987).

b.      Faktor Eksternal
Factor eksernal merupakan factor dari luar diri siswa yang mempengaruhi prestasi belajar.
Factor eksternal ini dibagi menjadi beberapa bagian, yaitu :
1)      Factor guru
             Guru sebagai tenaga pendidik memiliki tugas menyelenggarakan kegiatan belajar mengajar, melatih, membimbing, mengolah, meneliti dan mengembangkan serta memberikan pelajaran tekhnik, karena itu setiap guru memiliki wewenang dan kemampuan professional dan kemasyarakatan. Guru juga menunjukkan gaya memimpin kelas yang yang selalu disesuaikan dengan keadaan, situasi kelas yang menjadi lahan pembelajaran, sehingga dapat menunjang tingkat prestasi belajar siswa-siswanya.
2)      Factor lingkungan keluarga
               Lingkungan keluarga juga mempengaruhi tingkat prestasi, bahkan mungkin dapat dikatakan sebagai factor yang sangat penting, karena sebagian besar waktu belajar dilaksanakan di rumah. Namun, lingkungan keluarga juga dapat membuat turunnya tingkat prestasi belajar apabila keluarga kurang mendukung situasi belajar. Sebagai contoh, seperti kericuhan-kericuhan dalam keluarga, kurangnya perhatian orang tua, dan lain-lain.
3)      Factor sumber-sumber belajar
                Tersedianya sumber belajar yang memadai merupakan salah satu factor yang dapat menunjang keberhasilan dalam proses belajar. Sumber belajar itu dapat berupa media atau alat bantu belajar serta bahan baku penunjang. Alat bantu belajar merupakan semua alat yang digunakan untuk membantu siswa dalam melakukan kegiatan belajar (Purwadarninto, 1987) .
Untuk mengetahui kemajuan dan perkembangan serta keberhasilan siswa maka dilakukan tes prestasi belajar berdasarkan tujuan dan ruang lingkupnya. Tes prestasi belajar digolongkan dalam penilaian berikut ini :
1)      Tes formatif
Tes formatif merupakan tes yang diberikan kepada siswa pada akhir program satuan pembelajaran.
Yang memiliki fungsi untuk mengetahui pencapaian hasil belajar siswa dalam penguasaan bahan atau materi yang bertujuan untuk memperoleh gambaran daya serap siswa terhadap bahasan tersebut.
2)      Tes sub sumatif
Tes sub sumatif merupakan tes yang diberikan kepada siswa pada tahap-tahap tertentu, misalnya dua minggu sekali atau satu bulan sekali selama catur wulan atau semester yang bersangkutan.
Tujuan dari tes ini selain untuk mengetahui gambaran daya serap materi yang telah diberikan, hasilnya akan digabungkan dengan nilai tes sumatif yang akan menjadi raport.
3)      Tes sumatif
Tes sumatif ini biasa diadakan tiap catur wulan sekali atau setiap semester. Fungsi dari tes ini sendiri adalah untuk menilai penguasaan siswa terhadap bahan pelajaran yang telah diajarkan selama jangka waktu tertentu.
4.     Hubungan status gizi dan prestasi belajar siswa
Pengaruh makanan terhadap perkembangan otak, apabila makanan tidak cukup mengandung zat-zat gizi yang dibutuhkan, dan keadaan ini berlangsung lama, akan menyebabkan perubahan metabolisme dalam otak, berakibat terjadi ketidakmampuan berfungsi normal.
Pada keadaan yang lebih berat dan kronis, kekurangan gizi menyebabkan pertumbuhan badan terganggu, badan lebih kecil diikuti dengan ukuran otak yang juga kecil. Jumlah sel dalam otak berkurang dan terjadi ketidakmatangan dan ketidaksempurnaan organisasi biokimia dalam otak. Keadaan ini berpengaruh terhadap perkembangan kecerdasan otak (Anwar, 2008).
Masalah-masalah gizi yang terjadi di Indonesia masih sangat banyak, antara lain :
a.       Kekurangan Energi Protein (KEP)
b.      Anemia
c.       Kurang Vitamin A (KVA)
d.      Gangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY)
Yang sangat mempengaruhi konsentrasi dan kemampuan belajar siswa (Depkes, 2005 ).

B.     KERANGKA  TEORI

     Faktor Internal :
Ø  Intelegensi
Ø  Minat
Ø  Keadaan fisik dan Psikis
( Purwadinanta, 1987 )
        Prestasi Belajar  
                                                                                           
Faktor Eksternal :
Ø  Guru
Ø  Lingkungan Keluarga
Ø  Sumber-sumber belajar
( Purwadinanta, 1987 )




kerusakan fauna di indonesia


KELOMPOK 6
1. VIRRA  MAWARNI
2. WENTI firliyanti
3. HANNA auliyah
4. ISWANTO
5. FADLIKA ALFI CHANDRA
6. ROSINTA
ORANGUTAN
       Orangutan adalah kera besar yang hanya terdapat di Asia, tepatnya di Sumatera dan Kalimantan. Kera besar lainnya ada di Afrika yaitu simpanse (Pan troglodytes) , gorila (Pan gorilla) dan banobo (Pan paniscus) . Orangutan termasuk ke dalam Ordo Primata, Familia Pongidae, dan species Pongo pygmaeus (orangutan Kalimantan) dan Pongo abelli (orangutan yang terdapat di pulau Sumatera).
       Variasi morfologi dan genetik yang terdapat pada populasi orangutan borneo kemudian dikelompokkan ke dalam 3 subspesies yang berbeda (Groves, 2001; Warren et al., 2001): Pongo pygmaeus pygmaeus di bagian barat laut Kalimantan (Taman Nasio-nal Betung Kerihun dan Danau Sentarum, dan sekitarnya), utara Sungai Kapuas sampai Timur laut Serawak; Pongo pygmaeus wurmbii di barat daya Kalimantan, bagian Selatan sungai Kapuas dan bagian barat sungai Barito; dan Pongo pygmaeus morio di Sabah dan bagian timur Kalimantan sampai sejauh sungai Mahakam.
Ciri-ciri Tubuh Orang Utan Borneo
       Orangutan Kalimantan (Pongo pygmaeus) memiliki ciri fisik badan yang lebih besar, berwarna gelap atau coklat kemerah-merahan, rambut jarang dan pendek, dan pada bayi terlihat ada bercak-bercak berwarna kemerahan atau kehijau-hijauan. 
       Secara umum, orangutan jantan memiliki cheekpad pada kedua pipinya dan ukuran tubuhnya dua kali lebih besar dari betina, dengan berat tubuh di alam berkisar antara 50-90 kg.
Habitat Orangutan
       Habitat orangutan adalah di hutan hujan tropik dataran rendah, hutan berawa atau hutan perbukitan pada ketinggian 1500 m dpl. Kini, mereka hanya bisa ditemukan di hutan tersisa di Kalimantan maupun Sumatera   (90%)  sementara 10% -nya di hutan tersisa Malaysia (Sabah dan Sarawak);
       Orangutan juga bersarang di atas pohon-pohon tinggi dan lebih banyak menghabiskan kegiatan kesehariannya juga dari atas pohon yang satu ke pohon lainnya.
Populasi
       Menurut data yang dikeluarkan International Workshop on Population Habitat Viability Analysis (PHVA)-2004, populasi orangutan di Kalimantan ada 57.797. Sementara populasi orangutan di Sumatera ada 7.501.
       Sebagai warga negara Indonesia dan juga Masyarakat Borneo kita harus menjaga dan melestarikan Orangutan yang ada di Borneo maupun di Sumatra.Jangan sampai Primata khas Indonesia ini di bantai dan di buru oleh orang - orang yang tidak bertanggung jawab,dan jangan biarkan Orangutan di Indonesia menjadi punah.
Penyebab Kepunahan Orangutan
       Deforestasi
Deforestasi adalah pengurangan hutan secara besar-besaran. Hutan ini dibabat, antara lain untuk dijadikan lahan penanaman sawit, lahan transmigrasi untuk dijadikan pemukiman warga, serta kebakaran hutan dan juga ilegal logging. Akibatnya, hutan yang menjadi rumah bagi orangutan pun semakin habis dan mengancam kelangsungan hidup hewan ini.

Perdagangan Hewan Ilegal
Bayi orangutan kerap diculik dari induknya untuk dijual lagi sebagai hewan peliharaan. penculikan bayi orangutan ini umumnya melibatkan pembunuhan induknya, sehingga setiap satu bayi orangutan yang diculik, satu induk dewasa mati.
       Perburuan Liar
Orangutan banyak diburu manusia, karena memasuki wilayah perkebunan warga atau perusahaan dan mencuri makanannya sehingga dianggap hama oleh manusia. Selain itu, orangutan diburu untuk diambil tengkoraknya untuk dijual dengan harga tinggi.
Apabila faktor-faktor tersebut tidak ditindak lanjuti dengan serius, maka hanya dalam jangka waktu satu tahun tidak ada lagi orangutan yang dapat ditemukan di alam liar. Orangutan yang tersisa hanya dapat dilihat di kebun binatang.
Kebijakan dan Aturan Yang Terkait Dengan Orangutan
       Salah satu undang-undang yang sangat penting adalah Undang-undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya, termasuk turunannya yaitu Peraturan Pemerintah No. 7 Tahun 1999 tentang Pengawetan Tumbuhan dan Satwa Liar dan Peraturan Pemerintah No. 8 Tahun 1999 tentang Pemanfaatan Tumbuhan dan Satwa Liar.
CARA MENGATASI
       Penegakan hukum perdagangan satwa langka illegal.
Penegakan hukum perdagangan satwa langka illegal dapat dilakukan melalui pemberian sanksi maksimal terhadap para pelakunya, pengawasan peredaran satwa langka di pintu-pintu masuk dan keluar perdagangan satwa langka, pemberian sanksi bagi pemelihara yang lalai sehingga mengakibatkan kematian satwa langka yang dipeliharanya, mengenakan PNBP (Penerimaan Negara Bukan Pajak) yang tinggi sesuai dengan nilai konservasinya.
       Pelestarian satwa langka dan habitatnya
Kebijakan yang berkaitan dengan pelestarian satwa langka akan selalu terkait dengan hutan sebagai habitatnya melalui program reboisasi dan rehabilitasi.
       Memperbaiki habitat orangutanSebagai langkah awal dalam penyelamatan Orangutan dari kepunahan adalah dengan cara menyelamatkan habitatnya terlebih dahulu.
Ide Yang Bisa Untuk Mengatasi Masalah Kelangkaan Orang Utan
       Tidak menangkap orang utan dan memasukkan nya ke kebun binatang
       Memberikan sanksi yang tegas kepada pemburu liar
       Tidak membakar hutan untuk membuka lahan baru karena hutan merupakan habitat dari orang utan
KESIMPULAN DARI KELOMPOK KAMI
       Kita harus menjaga kelestarian flora & fauna di seluruh Indonesia supaya generasi selenjutnya bisa melihat lagi flora & fauna yang ada.
       Di harapkan bagi pemerintah untuk lebih tegas menindak orang yang melakukan kerusakan & pemburuan liar.
       Kita harus menjaga hutan karena hutan adalah tempat tinggal semua makhluh hidup.
       Kita sebagai masyarakat harus membantu pemerintah untuk mencegah masalah ini.

Jumat, 30 Agustus 2013

12 DEWA DEWI YUNANI KUNO

12 DEWA DEWI YUNANI KUNO 

ZEUS
Zeus (bahasa Yunani: Ζεύς atau Dias Δίας), adalah nama seorang dewa Yunani kuno. Dewa ini juga dikenal di Roma kuno dan India kuno. Dalam bahasa Latin disebut Iopiter sedangkan dalam bahasa Sansekerta disebut Dyaus-pita.
Dalam mitologi, Zeus adalah raja bagi segala dewa-dewi di Olimpus. Ia menikah dengan adik perempuannya, Hera yang menjadi Dewi Penikahan. Zeus membagi dunia menjadi tiga dan membagi dunia-dunia tersebut dengan kedua saudaranya, Poseidon yang menjadi Dewa Penguasa Lautan, dan Hades yang menjadi Dewa Penguasa Alam Kematian.

Hera
Hera (bahasa Yunani: ρα atau ρη) dikenal sebagai istri dan saudara perempuan dari Zeus. Hera adalah dewi pernikahan. Ia digambarkan sebagai dewi yang penuh keagungan dan penuh hikmat. Sering ditahtakan dan dimahkotai dengan polos (mahkota berbentuk silinder tinggi), yang hanya dikenakan oleh beberapa dewi-dewi besar.

Poseidon
Dalam mitologi Yunani, Poseidon (bahasa Yunani: Ποσειδν) dikenal sebagai dewa penguasa laut,sungai,dan danau. Poseidon memiliki senjata berupa trident yang bisa menyebabkan banjir dan gempa bumi. Poseidon juga memiliki kendaraan yang ditarik oleh Hippopocamus (makhluk setengah kuda setengah ikan). Poseidon beristrikan Amphitrite dan memiliki anak bernama Triton. Posidon juga adalah dewa yang menciptakan kuda dalam upayanya merayu Demeter.

Hestia
Hestia adalah salah satu dari tiga dewi besar pada generasi pertama Olimpia: Hestia, Demeter dan Hera. Dia digambarkan baik sebagai yang tertua maupun yang termuda dari ketiga putri Rhea dan Kronos, saudari dari ketiga saudara Zeus, Poseidon, dan Hades. Pada awalnya ia tercatat sebagai 12 Dewa Olimpus,namun Hestia menyerahkan posisinya pada pendatang baru Dionisus, untuk menjaga api suci di gunung Olimpus. Setiap tungku perapian keluarga adalah tempat pemujaannya.
Dari semua dewa dewi Olimpia, Hestia adalah yang paling sedikit dieksploitasi “dikarenakan tungku perapian tidak bisa dipindah-pindah/dibawa-bawa”, Hestia tidak dapat berperan bahkan dalam prosesi para dewa dewi, terkadang ini digambarkan sebagai sikap pasif, dan kepribadian yang non konfrontasional (menurut Walter Burkert). Kepribadian ini digambarkan pada sikapnya yang merelakan kedudukannya pada 12 Dewa Olimpus untuk menghindari konflik.
Dia disebut sebagai kelahiran pertama dari Rhea dan Kronos.Segera setelah kelahiran mereka, Kronos menelan Hestia dan saudara-saudaranya kecuali si bungsu Zeus, yang pada akhirnya menyelamatkan mereka dan memimpin mereka berperang melawan Kronos dan para Raksasa yang lain. Hestia, si putri sulung “menjadi anak yang terakhir, karena dia yang pertama ditelan ayahnya dan yang terakhir diselamatkan ” (Kereny 1951:91)

Hades
Hades (dari kata Yunani δης, Hadēs, atau ιδης, Háidēs) adalah dewa kematian atau dewa neraka dalam Mitologi Yunani. Hades juga dikenal dengan nama Pluto (Πλούτων, Plouton) dalam Mitologi Romawi. Karakter Hades sering digambarkan bersama anjing berkepala tiga bernama Cerberus di dunia bawah tanah (neraka).
Di dalam kekristenan kata Hades dipakai untuk menterjemahkan kata Sheol, שאול (Sh’ol) dalam bahasa Ibrani, yang artinya alam kubur manusia atau “dunia di bawah”. Bahasa Indonesia menerjemahkan kata Hades yang berarti alam kubur tersebut dengan kata neraka, diambil dari bahasa Sanskerta, dengan arti yang sama.

Demeter
Demeter dalam mitologi Yunani merupakan sebutan untuk dewi kesuburan. Konon, Demeter merupakan putri dari Kronos dan Rhea yang sewaktu bayi sempat ditelan bulat-bulat oleh Kronos karena sifat paranoid ayahnya. Keunikan dari Demeter adalah kecintaannya dalam mengajari manusia bercocok tanam sehingga manusia meninggalkan cara hidup berburu dan meramunya menjadi bercocok tanam. Di rambut Demeter terdapat jalinan dari bulir-bulir padi yang menunjukkan identitasnya sebagai dewi kesuburan.
Demeter memiliki seorang anak bernama Persefone yang menjadi istri dari Hades. Konon, kisah Persefone ini merupakan asal mula timbulnya empat musim. Saat Persefone pergi bersama Hades di mana tidak terdapat sinar matahari, saat itulah terjadinya musim dingin. Dan ketika Persefone pergi bertemu Demeter sekali setahun, saat itulah tiba musim semi.
Ada beberapa kisah tentang Demeter yang mengajarkan tentang moral yang baik, salah satunya adalah kisah Erisikton yang dikutuk untuk menjadi lapar sampai mati.

Artemis
Artemis merupakan putri dari raja para dewa, Zeus, serta istrinya Leto. Artemis mempunyai saudara kembar iaitu Apollo. Waktu itu Leto harus melahirkan di pulau yang belum pernah disentuh oleh matahari sebab dikutuk oleh Hera, yang murka kepada Zeus. Zeus kemudian berbaik hati dengan mengangkat sebuah pulau dari dasar laut yang belum disentuh sinar matahari, Ortygia. Leto pun melahirkan di pulau tersebut. Artemis lahir pertama pada bulan keenam. Ia lalu membantu ibunya melahirkan Apollo, yang lahir pada bulan ketujuh. Mungkin oleh sebab inilah Artemis disebut juga sebagai dewi kelahira

Apollo
Apollo (bahasa Yunani: Απόλλων, Apóllōn; atau Απελλων, Apellōn) adalah Dewa cahaya, musik, pemanah, pengobatan, matahari, dan penyair dalam mitologi Yunani dan mitologi Romawi. Ia merupakan anak dari Zeus dan Leto dan saudara kembar Artemis. Orakel-nya di Delphi sangat terkenal. Banyak orang dari seluruh Yunani yang mengunjungi orakelnya untuk mencari tahu mengenai masa depan merek

Athena
Athena, (bahasa Yunani: Αθηνά atau Αθήνη; bahasa Doris: Ασάνα) yang dialihaksarakan sebagai Athene, adalah seorang Dewi Yunani yang melambangkan kebijaksanaan, strategi, dan perang. Ia dihubungkan oleh bangsa Etruria dengan dewi mereka bernama Menrva, dan kemudian dikenali oleh orang Romawi sebagai Minerva, yang ditemani oleh seekor burung hantu kecil, memakai sebuah tameng dada bernama Aegis yang diberikan kepadanya oleh ayahnya dan ditemani oleh dewi kemenangan, Nike.
Menurut ramalan, apabila Zeus memiliki anak dengan Metis maka anak tersebut akan lebih kuat dan pandai dari Zeus sehingga mampu untuk menggulingkan Zeus dari tahta. Pada saat Metis mengandung Athena, Zeus menelan Metis untuk mencegah kelahiran anaknya. Hal ini menyebabkan Zeus menderita sakit kepala hebat dan memerintahkan Hermes untuk membelah kepala Zeus dengan menggunakan kapak perunggu (buatan Hephaestus)untuk menghilangkan rasa sakitnya. lalu lahirlah Athena melalui kepala/dahi Zeus dalam keadaan berbaju perang lengkap dengan pelinding kepala. Disebutkan pula penyebab sakit kepala Zeus karena Metis membuatkan baju perang dan pelindung kepala untuk anaknya didalam tubuh Zeus, dan proses pembuatan inilah yang menyebabkan Zeus menderita sakit kepala.
Dalam legenda lain Pallas dianggap ayahnya, maka ia sering diberi gelar Pallas Athena (Παλλάς Αθηνά). Selain itu juga ada yang menyebutkan kalau Athena berhasil membunuh Pallas dalam perang Dewa melawan Titan sehingga diberi gelar Pallas Athena.
Athena adalah dewi kebijaksanaan dan ilmu pengetahuan, adik dari Ares sang dewa perang. Athena terkenal akan belas kasihannya pada manusia saat para dewa yang sewenang-wenang berkuasa. Dia pernah membunuh Medusa dan meletakkan kepalanya pada sebuah perisai yang dinamakan “Perisai Aegis” sebuah perisai yang menurut mitos sangat kuat.

Aphrodite
Aphrodite adalah Dewi Cinta dan Kecantikan dalam mitologi Yunani. Dalam legenda Romawi disebut sebagai Venus. Ada dua legenda berbeda mengenai kelahiran Aphrodite. Versi pertama menyebutkan Aphrodite adalah putri dari Zeus dan Dione, tapi legenda ini kurang populer. Versi kedua menyebutkan bahwa Aphrodite lahir dari alat kelamin Uranus sang Titan yang dikebiri oleh Cronus.
Aphrodite sangat populer dikalangan para dewa. Zeus khawatir akan terjadi peperangan di antara para dewa (karena memperebutkan Aphrodite) sehingga menikahkannya dengan Hephaestus. Kemudian mereka memiliki seorang putra, Eros yang menjadi Dewa Asmara.

Hermes
Hermes adalah salah satu dewa dalam mitologi Yunani, ia dianggap sebagai dewa keberuntungan, dewa pelindung bagi kaum pedagang, dan juga dewa pengirim berita. Dalam mitologi Romawi, ia disebut juga sebagai Mercurius. Hermes adalah anak Zeus dan Maia.
Ciri fisiknya adalah tubuh yang mungil yang selalu mengenakan topi bersayap dan juga sandal bersayap. Ia sangat cepat dalam berkata-kata dan juga berlari. Hermes menjabat sebagai pembawa pesan Zeus dan pemandu bagi roh yang menuju neraka. Hermes memiliki tongkat yang disebut Caduceus.
Ia merupakan dewa penolong bagi Odiseus ketika terjebak pada sebuah pulau. Dari hubungannya dengan Aphrodite, Hermes memiliki anak bernama Hermaphrodite

Hephaestus
Hefestus dalam mitologi Yunani digambarkan sebagai anak yang buruk rupa dan pincang, sehingga diceritakan bahwa ia dibuang oleh Hera pada saat ia lahir. Dia terlempar selama satu hari satu malam dan jatuh di tengah samudera, ia diselamatkan dan dirawat oleh Tetis dan Eurinome di gua bawah laut.
Hefestus membalas perbuatan Hera yang membuangnya dengan membuatkannya singasana emas gaib dengan rantai yang tidak kasat mata yang, saat Hera duduk di atasnya, langsung menjeratnya. Tidak ada satu dewapun yang sanggup mematahkan rantai itu. Dewa dewi yang lain memohon pada Hefestus untuk kembali ke Olimpus dan melepaskannya, tetapi dia tetap saja menolak. Dionisus akhirnya berhasil membuatnya mabuk dan membujuk ia kembali ke Olimpus. Di sana ia berdamai dengan ibunya dan bersedia melepaskannya. Atas kesediaannya, ia dinikahkan dengan Aphrodite sang dewi cinta.

Selasa, 15 November 2011

Sejarah Taekwondo





Pada Dinasti Koryo ( 918 sampai 1392 Masehi ) yang mana penyatuan Semenanjung Korea setelah Shilla, Taekkyon berkembang sangat sistematis dan merupakan mata ujian penting untuk seleksi ketentaraan. Teknik Taekkyon tumbuh menjadi senjata yang efektif untuk membunuh. Pada permulaan Dinasti Koryo, kemampuan beladiri menjadi kualifikasi untuk merekrut personel ketentaraan sebab kerajaan membutuhkan kemampuan pertahanan yang kuat setelah penaklukan seluruh semenanjung Korea. Kemampuan dalam beladiri Taekkyon sangat menentukan pangkat seseorang dalam ketentaraan. Raja – raja pada dinasti Koryo sangat tertarik pada kontes Taekkyon yang disebut “Subakhui”, yang populer juga dimasyarakat dan dijadikan ajang perekrutan tentara. Namun pada akhir pemerintahan Dinasti Koryo ketika penggunaan senjata api mulai dikenal , membuat dukungan terhadap kemajuan beladiri berkurang jauh.

Sepak Takraw

Sepak takraw adalah jenis olahraga campuran dari sepak bola dan bola voli, dimainkan di lapangan ganda bulu tangkis, dan pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan. Kejuaraan paling bergengsi dalam cabang ini adalah King's Cup World Championships, yang terakhir diadakan di Bangkok, Thailand.
Permainan ini berasal dari zaman Kesultanan Melaka (1402 - 1511) dan dikenal sebagai Sepak Raga dalam bahasa Melayu. Bola terbuat dari anyaman rotan dan pemain berdiri membentuk lingkaran.
Catatan sejarah terawal tentang sepak raga terdapat dalam sejarah Melayu. Ketika pemerintahan Sultan Mansur Shah Ibni Almarhum Sultan Muzzaffar Shah (1459 - 1477), seorang puteranya bernama Raja Ahmad telah dibuang negeri karana membunuh anak Bendahara akibat persengketaan ketika bermain sepak raga. Raja Ahmad kemudiannya diangkat menjadi Sultan di Pahang, bergelar Sultan Muhammad Shah I Ibni Almarhum Sultan Mansur Shah.
Pada tahun 1940-an hal ini berubah dengan menggunakan jaring dan peraturan angka. Di Filipina permainan ini disebut sipa, di Burma chinlone, di Laos kator, dan di Thailand takraw.
Peraturannya sama dengan bola voli dengan perbedaan:
  1. pemain tidak boleh menyentuh bola dengan tangan
  2. pemain atau tim hanya boleh menyentuh bola 3 kali berturut-turut
  3. posisi pemain bertahan tidak diputar

Sejarah Sea Games


Pesta Olahraga Negara-Negara Asia Tenggara (juga dikenal sebagai Sea Games), adalah peristiwa multi-olahraga dua tahunan yang melibatkan peserta dari 11 negara Asia Tenggara. Perayaan ini diatur di bawah peraturan Federasi Sea Games dengan pengawasan oleh Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Dewan Olimpiade Asia. Sea Games sebelumnya dikenal sebagai Pesta Olahraga Semenanjung Asia Tenggara atau SEAP Games. Pada tanggal 22 Mei 1958, delegasi dari negara-negara di semenanjung Asia Tenggara menghadiri Asian Games ke-3 di Tokyo, Jepang mengadakan pertemuan dan sepakat untuk membentuk sebuah organisasi olahraga.

Thailand, Burma (sekarang Myanmar), Malaya (sekarang Malaysia), Laos, Vietnam Selatan dan Kamboja (dengan Singapura termasuk sesudahnya) adalah anggota pendiri. Negara-negara ini sepakat untuk mengadakan pesta olahraga negara-negara Asia Tenggara dua kali setahun. Komite Federasi SEAP Games dibentuk.

SEAP Games pertama diadakan di Bangkok 12-17 Desember 1959 yang terdiri lebih dari 527 atlet dan pelatih atau manajer dari Thailand, Burma, Malaya (sekarang Malaysia), Singapura, Vietnam dan Laos yang berpartisipasi dalam 12 cabang olahraga.

Entri yang Diunggulkan

Margin Saham: Pengertian, Risiko, dan Saham yang Menarik untuk Dipertimbangkan

Mengenal Margin Saham Dalam dunia investasi saham, istilah margin sering kali menjadi topik yang menarik karena menawarkan peluang memperole...