Kamis, 12 September 2013

Berbagai Macam Cedra Dan Cara Menangani


1. Cedera lutut
Sekitar 55 persen cedera akibat aktivitas olahraga berupa cedera lutut. Cedera ini termasuk satu dari 40 kasus bedah ortopedi. Terbanyak terjadi pada sendi dan tulang rawan (retak), termasuk sakit dan nyeri yang terkait dengan tempurung lutut. Risiko tinggi terjadi pada pelari, perenang, step aerobic, pesepakbola, pebasket, pevoli, dan atlet cabang atletik. Ini karena lutut menjadi tumpuan, sehingga berpotensi terkena arthritis.

Pencegahan: Kenakan sepatu khusus dengan sol lembut dan ganti sol secara teratur. Pilih sepatu sesuai jenis olahraga dan mampu menopang berat tubuh. Istirahatkan kaki dalam jangka tertentu (minimal 2 x 24 jam) untuk mencegah beban berlebihan pada anggota tubuh. Jika lutut cedera, kompres es selama 20 menit untuk menghindari peradangan.

2. Cedera bahu
Sebanyak 20 persen cedera karena olahraga terjadi pada bahu, termasuk akibat salah posisi, salah urat, dan ketegangan otot. Olahraga yang rentan menimbulkan cedera ini yaitu tenis, renang, angkat beban, bisbol, dan voli. Penyebabnya, aktivitas berlebih dan gerakan yang salah di daerah bahu sehingga mengenai tendon (urat). Gejalanya nyeri, kaku pada bahu, otot terkilir, hingga tulang retak.
Pencegahan: Untuk olahraga yang rentan benturan (misalnya bisbol) gunakan pelindung khusus.

3. Cedera otot pergelangan kaki
Banyak terjadi pada pesebakbola, pemain hoki, pebasket, dan pevoli karena gerakan seperti melompat, berlari, dan berhenti mendadak menyebabkan tendon terjepit.
Pencegahan: Perkuat pergelangan kaki dengan naik turun tangga atau olahraga sejenisnya. Memakai pelindung kaki tidak menjamin keselamatan, tapi meminimalkan risiko.

4. Cedera siku
Tujuh persen cedera pada siku terjadi karena olahraga, seperti golf dan tenis. Penyebabnya karena beban berlebihan dan terus menerus di daerah siku sebagai tumpuan.
Pencegahan: Latihlah daerah lengan, misalnya memutar perlahan pergelangan tangan, dan lindungi siku dengan bebat khusus saat berolahraga.

5. Otot tertarik
Tidak melakukan pemanasan cukup, kelelahan otot, dan otot lemah, adalah beberapa sebabnya. Lari, joging, basket, dan sepakbola, adalah contoh olahraga paling potensial menimbulkan cedera ini.
Pencegahan: Latihan peregangan yang cukup sebelum dan sesudah berolahraga. Hindari berlatih saat tubuh Anda terasa lelah. Jangan berolahraga dulu sebelum Anda benar-benar pulih pascacedera, untuk menghindari cedera lebih berat.

6. Sakit punggung bagian bawah
Banyak dialami oleh orang yang duduk terlalu lama dan penderita obesitas. Rentan pula dialami pelari, pebalap sepeda, pegolf, petenis, dan pebisbol.
Pencegahan: Lakukan pemanasan sebelum, selama, dan sesudah berolahraga. Gerakan meluruskan punggung dengan menarik perlahan kedua tangan ke atas dan menekuk punggung ke samping.

7. Cedera tulang kering
Biasa menyerang pemula, yang berambisi ingin meningkatkan tahap latihan. Memakai alas kaki yang tidak sesuai dengan aktivitas. Termasuk melompat dan berlari di landasan yang keras.
Pencegahan: Pakailah alas kaki yang tepat, berlatih secara bertahap, peregangan, dan tidak berlebihan.

8. Cedera paha
Sepakbola, hoki, basket, olahraga dengan raket, dan voli. Selain daerah paha terasa nyeri yang sangat, juga terjadi pembengkakan pada otot paha.
Pencegahan: Peregangan sebelum berlatih, berlatih dengan intensitas bertahap, latihan menguatkan daerah kaki terutama paha.

9. Gegar otak
Cedera kategori berat akibat benturan. Gejalanya yaitu kehilangan kesadaran, sakit kepala hebat, amnesia, kehilangan keseimbangan, susah berkonsentrasi, pusing, dan mual. Biasa terjadi akibat kontak fisik, misalnya sepakbola, hoki, dan tinju.
Pencegahan: Perlindungan memakai helm tidak menjaminan aman untuk kepala. Jika mengalami benturan, segera cari pertolongan medis.

10. Salah urat
Cedera ini timbul karena salah gerak atau kelelahan pada tendon karena aktivitas berlebih. Paling banyak dialami pelari karena gerakan lari dan lompat.
Pencegahan: Peregangan cukup dan hindari gerakan menarik otot secara tiba-tiba dan memaksa. Jika cedera terjadi, jangan tergesa berlatih kembali sebelum kondisi benar-benar pulih.

Praktikum Kimia Kelas X


TUGAS KIMIA KELAS XA
DISUSUN
0
L
E
H
SMAN 9 PONTIANAK TIMUR
KELOMPOK :DEWI MUZAYANAH
                          LOLA PRIANTI
                          PUTRI INDAH RAHAYU
                          FADLIKA ALFI C
                          RIAN AFIAN

D A F T A R  I S I :
Lapotan prakrikum
I.tujuan
Ii.dasar teori
Iii.alat dan bahan……………………………1
Vi.cara kerja
V.hasil pengamatan
Vi.analisis…...…...…………………………2
VII.pembahasan
viii.kesimpulan
ix.lampitan/dokumentasi………..…………3









LAPORAN PRAKTIKUM
I.                  TUJUAN
Menguji hantaran listrik melalui larutan adanya hantaran listrik ditunjukkan oleh lampu pijar.
II.               BASAR TEORI
Larutan dapat di bedakan kedalam larutan elektrolit, yaitu larutan yang dapat menghantarkan listrik, dam larutan non elektrolit yaitu larutan yang tidak dapat menghantarkan listrik melalui larutan dapat dibedakan dengan alat penguji elektrolit itu hidup berarti larutan tersebut adalah larutan elektrolit sedangkan diuji lampu pada alat elektrilit itu mati berarti larutan tersebut adalah larutan nonelektrilit.


III.           ALAT DAN BAHAN
          Alat     : gelas aqua 10 buah
Alat penguji elektrilit: yang berupa 1 buah lampu, 2 buah batrai besar, 1           meter kabel dan 2 paku
            Bahan  : 1. Larutan air garam
                          2. larutan air aki
                          3. larutan air gula
                          4. larutan air ledeng
                          5. larutan air sumur
                          6. laritan air cuka
                          7. larutan air alkohol
                          8. larutan air 5 buah jeruk sambal
                          9. larutran air kapur






IV.           CARA KERJA
1.      Susunlah alat-alat yang hendak di gunakan pada alat prnguji elektrolit, sengga alat tersebut dapat berfungsi dengan baik.
2.      Masukkan larutan air garam kedalam gelas aqua, dan diuji daya hantar listriknya dengan cara memasukkan dua paku kedalam larutan itu, perhatikan jangan sampai bersentuhan.
3.      Catat apa yang terjadi pada alat prngujinya, apaka lampu menyala atau padam, memiliki gelembung atau tidak.
4.      Bersihkan kedua paku tersebut dan keringkan.
5.      Ulangi kegiatan di atas sampai semua larutan teruju.


V.               HASIL PENGAMATAN
           
NO
Larutan yang diuji
Zat yang terlarut
Gelembung
Lampu
Ada
Tidak
Terang
Redup
Tidak menyala
1
Larutan air garam
NaCl
ü  


ü  

2
Larutan air gula
C12H22O11

ü  


ü  
3
Larutan air kapur
C2(OH)2

ü  


ü  
4
Larutan air jeruk sambal
CH2COOH

ü  


ü  
5
Larutan cuka
CH2COOH

ü  


ü  
6
Larutan alkohol
CH3CH2OH

ü  


ü  
7
Larutan air sumur
H2O

ü  


ü  
8
Larutan air aki
H2SO4
ü  


ü  

9
Larutan air ledeng
H2O

ü  


ü  


VI.           ANALISIS
Apabila laruran tersebut dapat menghantarkan listrik maka akan timbul gelembung-gelembung dan lampu pada alat tersebut akan menyala baik terang maupun redup. Dari 9 larutan 2 adalah larutan elektrolit sedangkan 7 lainnyaadalah larutan non elektrolit.

VII.        PEMBAHASAN
Larutan elektrolit adalah larutan yang dapat menghantarkan arus listrik. Larutan non electron adalah larutan yang tidak dapat menghantarkan arus listrik. Dari percobaan di atas terdapat 2 larutan elektrolit dan 7 larutan nonelektrolit, 2 larutan diatas dikatakan elektrolit karena jika di uji dengan alat penguji elektrolit, lampu menyala walaupun redup selain itu kedua larutan tersebut juga mengeluarkan gelembung sedangkan ketujuh larutan leinnya dikatakan non elektrolit kerena ketujuh larutan tersebut tidak dapat mrmbuat lampu menyala pada saat di uji


VIII.    KESIMPULAN
Dari percobaan tersebur dapat ditarik kesimpulan dua larutan berupa larutan elektrolit yaitu larutan air aki dan larutan air garam dan tujuh larutan nonelektrolit yaitu larutan gula, Larutan air sumur, Larutan alcohol,Larutan cuka,Larutan air jeruk sambal,Larutan air ledeng, Larutan air kapur,

IX.           LAMPIRAN/DOKUMENTASI
Larutan air aki
 
Larutan air garam

Larutan air alkohol








Entri yang Diunggulkan

Analisis Saham BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) Tanggal 16 juni 2026

  PT Bank Central Asia Tbk BBCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia dengan kualitas aset terbaik di antara bank-bank besar nasional....