Kamis, 09 April 2020

Puisi perasaan

ITULAH REALITA

Ingin rasa nya aku teriak
Mulut terbungkam hati mengajak
Tangan menggenggam jantung mendesak
Mata terpejam otak meledak
Aaaaaaaaaaa.................

Sesak berdebar-berdebar
Sadar tolong sadar
Sabar-sabar
Ah................... 

Kehidupan emang bagaikan bayang
Kadang datang
Kadang juga menghilang
Kadang disayang-sayang
Kadang ditendang lintang pungkang

Menggendong tak digendong
Bahkan dilempar kata-kata bohong
Sulit kalau hanya mendorong
Kalau yang lain tidak menolong

Itulah realita

#TEBBO

Selasa, 07 April 2020

Puisi tentang orang yang bangkit dari kegagalan, bertema semangat juang yang tinggi

BERJUANG LAGI

Angin sudah berlalu pergi
Mulai menjauhi warnanya pagi
Tak tau mau berbuat apa lagi

Semua sirna bagai senja
Senja yang bertukar gelap gulita
Terasa buta walau bermata

Semangat ini menjalani hari
Walau tak  tau apa bakal terjadi
Karena nanti tergantung diri
Mencoba tak takut mati

Semangat ini tiada hilang
Seperti burung terbang melayang
Pantang turun sebelum datang
Walau jatuh kan bangkit berjuang

Berjuang lagi

#TEBBO

Rabu, 20 November 2019

DAFTAR PUSTAKA


Anggraeni, D. M. & Saryono. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Bidang Kesehatan. Nuha Medika: Yogyakarta

Dharma, Kelana Kusuma. 2011. Metodologi Penelitian Keperawatan (Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Jakarta : Trans Info Media.
Hardhi, Amin. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA jilid 1. Yogyakarta : Mediaction Publishing.
Hartono, Andry. 2006. Terapi Gizi Dan Diet Rumah Sakit. Jakarta : EGC.
Heart failure numbers to increase by nearly 40 percent in next 15 years.http://blog.heart.org/heart-failure-numbers-to-increase-by-nearly-40-percent-in-next-15-years/ (diakses tanggal 1 Desember 2015)
Jaski, Brian E. 2015. The 4 Stages Of Heart Failure. California : Cardiotext Publishing.
Muttaqin, Arif.2012. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan gangguan Sistem Kardiovaskular dan Hematologi.Jakarta: Salemba Medika.
Padila.2012. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Nuha Medika.
Price, SA, Wilson, LM.2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. Volume 2. Jakarta : EGC.
Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2013. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-jantung.pdf (diakses tanggal 15 November 2015).
Ronny, Setiawan, Sari Fatimah. 2009. Fisiologi Kardiovaskuler berbasis masalah keperawatan. Jakarta  : EGC.


Etik Penelitian


Pelaku penelitian atau peneliti dalam menjalankan tugas meneliti atau melakukan penelitian hendaknya memegang teguh sikap ilmiah serta berpegang teguh pada etika penelitian, meskipun mungkin penelitian yang dilakukan tidak akan merugikan atau membahayakan bagi subjek penelitian (Notoatmodjo, 2010). Secara umum, terdapat empat prinsip utama dalam etika penelitian & keperawatan (Dharma, 2015) :
1.     Menghormati hakekat dan martabat manusia (respect for human dignity).
Penelitian ini harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Subjek memiliki hak asasi dan kebebasan untuk menentukan pilihan ikut atau menolak penelitian (autonomy). Tidak boleh ada paksaan atau penekanan tertentu agar subjek bersedia ikut dalam penelitian. Sebagai ungkapan, peneliti menghormati harkat dan martabat subjek penelitian, maka peneliti sebaiknya mempersiapkan formulir persetujuan (inform concent) yang mencakup:

a)     
Penjelasan manfaat penelitian
b)      Penjelasan manfaat yang didapat
c)      Persetujuan subjek untuk menandatangani formulir informed consent, jika ia menyetujui ikut serta dalam penelitian
d)     Jaminan kerahasiaan terhadap identitas dan informasi yang diberikan oleh partisipan.
2.    Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian (respect for privacy an confidentiality)
Setiap orang memiliki privasi dan hak asasi untuk kerahasiaan informsi.
 Oleh sebab itu, peneliti tidak boleh menampilkan informasi tentang identitas dan kerahasiaan identitas subjek. Prinsip ini dapat diterapakan dengan cara meniadakan identitas seperti nama dan alamat subjek kemudian diganti dengan kode tertentu.
3.    Menghomati keadilan dan inklusivitas atau keterbukaan (respect for justice an inclusiveness).
Prinsip keterbukaan dalam penelitian mengandung makna bahwa penelitian dilakukan secara jujur, tepat, cermat, hati-hati dan dilakukan secara professional. Untuk itu, lingkungan peneliti perlu dikondisikan sehingga memenuhi prinsip keterbukaan, yakni dengan menjelaskan prosedur penelitian. Sedangkan prinsip keadilan menjamin bahwa semua subjek penelitian memperoleh perlakukan dan keuntungan yang sama, tanpa membedakan gender, agama, etnis dan sebagainya.
4.    Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits)
Prinsip ini mengandung makna bahwa setiap peneliti harus mempertimbangkan manfaat yang sebesar-besanya bagi subjek penelitian dan populasi dimana hasil penelitian akan diterapkan (beneficience). Peneliti hendaknya berusaha meminimalisir dampak yang merugikan bagi subjek. Oleh sebab itu, pelaksanaan penelitian harus mencegah atau paling tidak mengurangi rasa sakit, cidera, stres, maupun kematian subjek penelitian.

Metode Pengumpulan Data


Pada penelitian ini peneliti melakukan beberapa tahap pengumpulan data yang berhubungan dengan tujuan penelitian, variabel yang akan diukur dan instrumen yang digunakan, yaitu :
1.    Observasi sistematis
Observasi adalah pengumpulan data melalui pengamatan langsung terhadap aktivitas responden atau partisipan yang terencana, dilakukan secara aktif dan sistematis. Pengumpulan data ini dilakukan dengan cara perawat yang datang ke bangsal secara terencana dengan tujuan mengamati perilaku perawat dalam berinteraksi dengan pasien dan membawa pedoman perilaku yang harus diamati. Pada metode ini observer memfokuskan pengamatan pada aspek yang tercantum pada pedoman observasi, sehingga informasi yang dihasilkan dari pengamatan lebih terarah, spesifik dan mendalam pada aspek-aspek yang ingin diketahui.
2.    Wawancara
Wawancara adalah metode pengumpulan data yang dilakukan dengan cara berinteraksi, bertanya dan medengarkan apa yang disampaikan secara langsung oleh responden atau partisipan. Wawancara ini merupakan suatu interaksi yang terencana dan memiliki tujuan yang spesifik yaitu mendapatkan data sesuai tujuan penelitian (Dharma, 2011).

Partisipan


Jumlah kasus yang digunakan dalam penelitian ini adalah 2 (dua) pasien dengan gagal jantung kongestif. Metode pengambilan kasus dalam penelitian ini dilakukan dengan metode purposive sampling yaitu pengambilan kasus sesuai dengan tujuan penelitian. Partisipan dalam penelitian ini adalah pasien dengan gagal jantug kongestif yang dirawat di Rumah Sakit Umum Santo Vincentius Singkawang dan memenuhi kriteria inklusi sebagai berikut:
1.    Terdiagnosa oleh dokter menderita gagal jantung kongestif
2.    Pasien dan keluarganya bersedia pasien menjadi subjek penelitian.
3.    Dirawat inap minimal selama 3 hari untuk melakukan sauhan keperawatan

Jenis dan Desain Penelitian



Desain penelitian adalah rencana penelitian yang disusun sedemikian rupa, sehingga peneliti dapat memperoleh jawaban terhadap pertanyaan penelitian. Desain penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian kualitatif menggunakan pendekatan studi kasus. Dalam penelitian kualitatif ini, peneliti mencoba mengetahui bagaimana asuhan keperawatan yang tepat pada pasien dengan gagal jantung kongestif di Rumah Sakit Umum Santo Vincentius Singkawang.



Entri yang Diunggulkan

Margin Saham: Pengertian, Risiko, dan Saham yang Menarik untuk Dipertimbangkan

Mengenal Margin Saham Dalam dunia investasi saham, istilah margin sering kali menjadi topik yang menarik karena menawarkan peluang memperole...