**1. Tantangan Dunia Kesehatan**
Dunia kesehatan saat ini menghadapi tuntutan masyarakat yang menginginkan pelayanan berkualitas tinggi namun dengan biaya yang terjangkau. Hal ini menempatkan perawat sebagai garda terdepan dalam pelayanan. Tantangan lainnya adalah kesenjangan perkembangan IPTEK antara negara maju dan berkembang, serta kebutuhan akan tenaga kesehatan yang terus meningkat seiring pembangunan fasilitas rumah sakit.
**2. Falsafah dan Paradigma Keperawatan**
Perawat harus memiliki nilai-nilai keperawatan (*caring*) sebagai pedoman tindakan. Paradigma keperawatan mencakup empat unsur utama:
* **Manusia:** Dipandang sebagai makhluk yang utuh (bio-psiko-sosio-kultural-spiritual) dan sasaran utama asuhan keperawatan.
* **Lingkungan:** Segala faktor internal dan eksternal yang mempengaruhi kondisi manusia.
* **Sehat-Sakit:** Kondisi keseimbangan atau ketidakseimbangan fungsi normal tubuh.
* **Keperawatan:** Pelayanan profesional yang diberikan untuk membantu individu maupun masyarakat dalam mencapai kesejahteraan.
**3. Teori Keperawatan sebagai Landasan Praktik**
Teori keperawatan bukan sekadar konsep teoretis, melainkan dasar dalam melakukan penelitian dan pengambilan keputusan klinis. Dengan adanya teori, praktik keperawatan terus berkembang, contohnya perubahan metode perawatan luka dari cara konvensional ke metode modern yang lebih efektif berdasarkan riset.
**4. Kebutuhan Dasar Manusia (Abraham Maslow)**
Teori *Maslow* menjelaskan bahwa manusia memiliki lima tingkat kebutuhan hierarkis yang harus dipenuhi agar tetap sehat secara fisik dan mental:
* **Fisiologis:** Kebutuhan paling dasar seperti oksigen, makanan, minuman, dan istirahat.
* **Keamanan dan Keselamatan:** Rasa aman dari bahaya fisik dan psikologis.
* **Kasih Sayang:** Hubungan harmonis dan rasa saling mencintai.
* **Harga Diri:** Kebutuhan untuk dihargai dan memiliki kepercayaan diri.
* **Aktualisasi Diri:** Puncak kebutuhan untuk mencapai potensi maksimal diri.
### Tugas Mahasiswa
Mahasiswa diminta untuk membuat rangkuman mengenai teori kebutuhan dasar manusia menurut *Abraham Maslow* dan *Virginia Henderson*, serta mempelajari implikasi dari teori-teori keperawatan tersebut dalam konteks masa pandemi.
Perawat perlu mempelajari teori *Virginia Henderson* karena teori ini memberikan kerangka kerja yang komprehensif dan sistematis untuk memberikan asuhan keperawatan yang berpusat pada pasien. Berikut adalah alasan utama mengapa teori ini sangat penting dalam praktik keperawatan:
* **Peningkatan Kemandirian Pasien:** Henderson mendefinisikan peran unik perawat sebagai upaya membantu individu, baik sakit maupun sehat, untuk melakukan aktivitas-aktivitas yang menunjang kesehatan atau pemulihan (atau kematian yang damai) yang akan mereka lakukan sendiri jika mereka memiliki kekuatan, kemauan, atau pengetahuan yang cukup.
* **Kerangka Kerja 14 Kebutuhan Dasar:** Teori ini menyediakan panduan berupa 14 komponen kebutuhan dasar manusia. Kerangka ini memudahkan perawat dalam melakukan pengkajian klinis secara menyeluruh, yang meliputi aspek:
1. Bernapas dengan normal.
2. Makan dan minum dengan cukup.
3. Membuang kotoran tubuh (eliminasi).
4. Bergerak dan mempertahankan posisi yang diinginkan.
5. Tidur dan istirahat.
6. Memilih pakaian yang tepat.
7. Mempertahankan suhu tubuh dalam rentang normal.
8. Menjaga kebersihan tubuh dan kerapian.
9. Menghindari bahaya lingkungan dan mencederai orang lain.
10. Berkomunikasi dengan orang lain untuk mengekspresikan emosi, kebutuhan, dan ketakutan.
11. Beribadah sesuai keyakinan.
12. Bekerja dengan rasa puas.
13. Bermain atau berpartisipasi dalam rekreasi.
14. Belajar, menemukan, atau memuaskan rasa ingin tahu yang mengarah pada perkembangan kesehatan.
* **Pendekatan Holistik:** Dengan menggunakan teori ini, perawat tidak hanya berfokus pada penyakit atau kondisi medis pasien, tetapi melihat pasien sebagai individu yang utuh secara fisik, mental, dan sosial.
* **Otonomi Profesional:** Teori Henderson menegaskan bahwa keperawatan memiliki peran unik dan otonom. Perawat bekerja sebagai mitra bagi pasien, bukan sekadar pelaksana instruksi medis, untuk membantu pasien kembali ke kondisi mandiri.
* **Dasar Pengambilan Keputusan Klinis:** Memberikan arah yang jelas bagi perawat dalam merumuskan diagnosa keperawatan, merencanakan intervensi yang spesifik, serta mengevaluasi perkembangan kondisi pasien berdasarkan pencapaian kemandirian mereka.






