Selasa, 07 April 2020

Puisi tentang orang yang bangkit dari kegagalan, bertema semangat juang yang tinggi

BERJUANG LAGI

Angin sudah berlalu pergi
Mulai menjauhi warnanya pagi
Tak tau mau berbuat apa lagi

Semua sirna bagai senja
Senja yang bertukar gelap gulita
Terasa buta walau bermata

Semangat ini menjalani hari
Walau tak  tau apa bakal terjadi
Karena nanti tergantung diri
Mencoba tak takut mati

Semangat ini tiada hilang
Seperti burung terbang melayang
Pantang turun sebelum datang
Walau jatuh kan bangkit berjuang

Berjuang lagi

#TEBBO

Rabu, 20 November 2019

DAFTAR PUSTAKA


Anggraeni, D. M. & Saryono. 2013. Metodologi Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif dalam Bidang Kesehatan. Nuha Medika: Yogyakarta

Dharma, Kelana Kusuma. 2011. Metodologi Penelitian Keperawatan (Panduan Melaksanakan dan Menerapkan Hasil Penelitian. Jakarta : Trans Info Media.
Hardhi, Amin. 2013. Aplikasi Asuhan Keperawatan Berdasarkan Diagnosa Medis & NANDA jilid 1. Yogyakarta : Mediaction Publishing.
Hartono, Andry. 2006. Terapi Gizi Dan Diet Rumah Sakit. Jakarta : EGC.
Heart failure numbers to increase by nearly 40 percent in next 15 years.http://blog.heart.org/heart-failure-numbers-to-increase-by-nearly-40-percent-in-next-15-years/ (diakses tanggal 1 Desember 2015)
Jaski, Brian E. 2015. The 4 Stages Of Heart Failure. California : Cardiotext Publishing.
Muttaqin, Arif.2012. Buku Ajar Asuhan Keperawatan Klien dengan gangguan Sistem Kardiovaskular dan Hematologi.Jakarta: Salemba Medika.
Padila.2012. Buku Ajar Keperawatan Medikal Bedah. Yogyakarta : Nuha Medika.
Price, SA, Wilson, LM.2006. Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses Penyakit. Edisi 6. Volume 2. Jakarta : EGC.
Pusat Data dan Informasi Kementrian Kesehatan RI. 2013. http://www.depkes.go.id/resources/download/pusdatin/infodatin/infodatin-jantung.pdf (diakses tanggal 15 November 2015).
Ronny, Setiawan, Sari Fatimah. 2009. Fisiologi Kardiovaskuler berbasis masalah keperawatan. Jakarta  : EGC.


Etik Penelitian


Pelaku penelitian atau peneliti dalam menjalankan tugas meneliti atau melakukan penelitian hendaknya memegang teguh sikap ilmiah serta berpegang teguh pada etika penelitian, meskipun mungkin penelitian yang dilakukan tidak akan merugikan atau membahayakan bagi subjek penelitian (Notoatmodjo, 2010). Secara umum, terdapat empat prinsip utama dalam etika penelitian & keperawatan (Dharma, 2015) :
1.     Menghormati hakekat dan martabat manusia (respect for human dignity).
Penelitian ini harus dilaksanakan dengan menjunjung tinggi harkat dan martabat manusia. Subjek memiliki hak asasi dan kebebasan untuk menentukan pilihan ikut atau menolak penelitian (autonomy). Tidak boleh ada paksaan atau penekanan tertentu agar subjek bersedia ikut dalam penelitian. Sebagai ungkapan, peneliti menghormati harkat dan martabat subjek penelitian, maka peneliti sebaiknya mempersiapkan formulir persetujuan (inform concent) yang mencakup:

a)     
Penjelasan manfaat penelitian
b)      Penjelasan manfaat yang didapat
c)      Persetujuan subjek untuk menandatangani formulir informed consent, jika ia menyetujui ikut serta dalam penelitian
d)     Jaminan kerahasiaan terhadap identitas dan informasi yang diberikan oleh partisipan.
2.    Menghormati privasi dan kerahasiaan subjek penelitian (respect for privacy an confidentiality)
Setiap orang memiliki privasi dan hak asasi untuk kerahasiaan informsi.
 Oleh sebab itu, peneliti tidak boleh menampilkan informasi tentang identitas dan kerahasiaan identitas subjek. Prinsip ini dapat diterapakan dengan cara meniadakan identitas seperti nama dan alamat subjek kemudian diganti dengan kode tertentu.
3.    Menghomati keadilan dan inklusivitas atau keterbukaan (respect for justice an inclusiveness).
Prinsip keterbukaan dalam penelitian mengandung makna bahwa penelitian dilakukan secara jujur, tepat, cermat, hati-hati dan dilakukan secara professional. Untuk itu, lingkungan peneliti perlu dikondisikan sehingga memenuhi prinsip keterbukaan, yakni dengan menjelaskan prosedur penelitian. Sedangkan prinsip keadilan menjamin bahwa semua subjek penelitian memperoleh perlakukan dan keuntungan yang sama, tanpa membedakan gender, agama, etnis dan sebagainya.
4.    Memperhitungkan manfaat dan kerugian yang ditimbulkan (balancing harms and benefits)
Prinsip ini mengandung makna bahwa setiap peneliti harus mempertimbangkan manfaat yang sebesar-besanya bagi subjek penelitian dan populasi dimana hasil penelitian akan diterapkan (beneficience). Peneliti hendaknya berusaha meminimalisir dampak yang merugikan bagi subjek. Oleh sebab itu, pelaksanaan penelitian harus mencegah atau paling tidak mengurangi rasa sakit, cidera, stres, maupun kematian subjek penelitian.

Entri yang Diunggulkan

Analisis Saham BBCA (PT Bank Central Asia Tbk) Tanggal 16 juni 2026

  PT Bank Central Asia Tbk BBCA merupakan bank swasta terbesar di Indonesia dengan kualitas aset terbaik di antara bank-bank besar nasional....