Kamis, 24 Oktober 2013

Pengertian dan Tujuan Permainan Kecil


Permainan kecil bagi anak tampaknya sering kita lihat sehari-hari, bahkan pada waktu kecil kita pernah merasakan bagaimana suatu permainan dilakukan. Apabila kita amati, misalnya seorang anak mengajak temannya bermain “mari kita bermain perang-perangan” dari pernyataan tersebut kita akan mengerti bahwa anak tersebut mengajak untuk bermain suatu permainan yang memiliki batasan dan tempat tertentu.
Permainan merupakan alat untuk mempelajari fungsi hidup sebagai persiapan untuk menghadapi kehidupan yang sebenarnya. Carl Bucher mengemukakan bahwa “permainan telah lama dikenal oleh anak-anak dan orang tua karena mampu menggerakkan mereka untuk berlatih, bergembira dan rileksasi”. Permainan merupakan salah satu komponen utama dalam setiap program pendidikan jasmani, oleh karena itu setiap guru pendidikan jasmani harus mengenal secara mendalam tentang seluk beluk permainan.
Salah satu pakar pendidikan yaitu Johan Huizinga, mengemukakan bahwa pada hakikatnya bermain memiliki ciri-ciri utama sebagai berikut :
1.     Bermain merupakan kegiatan yang dilakukan secara  bebas dan sukarela, namun kebebasan ini tak berlaku bagi anak-anak dan hewan karena mereka bermain dan harus bermain karena dorongan naluri. Untuk anak-anak, bermain sangat berguna untuk merangsang perkembangan pisik dan mentalnya, lain dengan orang dewasa, bermain merupakan kebutuhan sepanjang kesukaan untuk melakukannya merupakan kebutuhan.
2.    Bermain bukanlah kehidupan biasa atau yang nyata, karena jika diamati secara seksama perilaku anak-anak selama bermain, mereka berbuat berpura-pura atau tidak sungguhan. Namun, sebaliknya dengan gejala yang tidak sungguhan tersebut, bermain menjadi kegiatan yang sungguh-sungguh dan dapat menyerap tenaga dan konsentrasi. Misalnya pada anak-anak, mereka main dokter-dokteran; menganggap boneka sebagai makhluk hidup dengan diajak bicara seolah-olah hidup, mobil-mobilan; menganggap kursi seperti mobil sungguhan seolah-olah itu mobil yang sesungguhnya. Di sinilah keunikan dari bermain, yaitu ada dua hal yang saling bertentangan, “Bermain sungguh-sungguh dalam ketidaksungguhan”.
3.    Bermain berbeda dengan kehidupan sehari-hari, terutama dalam tempat dan waktu bermain selalu bermula dan berakhir serta dilakukan di tempat tertentu. Bermain memerlukan keteraturan, tanpa peraturan dunia permainan akan lumpuh. Unsur ketegangan merupakan bagian yang penting dari permainan. Meskipun bermain di luar dari penilaian baik dan buruk, namun unsur ketegangan itu sekaligus menguji ketangguhan pemain, keberanian, keuletan, kejujuran, walaupun semua pemain menginginkan kemenangan, akan tetapi dia harus berjuang dengan sepenuh hati dan harus terikat dengan peraturan permainan.
4.   Bermain merupakan kegiatan yang memiliki tujuan, tujuan tersebut terdapat pada permainan itu sendiri. Tujuan dari kegiatan itu tidak berkaitan dengan perolehan atau keuntungan material, ciri ini lah yang membedakan antara bermain dan bekerja. Bermain merupakan suatu kegiatan yang dilakukan secara sadar, sukarela tanpa paksaan, dan tak sungguhan dalam batas waktu, tanpa ikatan peraturan. Menyertai semua ciri tersebut, bermain mendorong pertumbuhan dan perkembangan kelompok sosial karena dilakukan bukan hanya sendirian, tetapi juga dilakukan dalam suasana kelompok.

Roger Collois (1955) mengulas pandangan Huizinga tentang bermain. Berdasarkan hasil analisisnya Collois membagi permainan menjadi empat kategori utama, yaitu agon, alea, mimikri, dan ilinx.
1.   Agon, jenis permainan ini mencakup semua bentuk permainan yang bersifat pertandingan atau perlombaan. Tujuan akhir dari permainan yang bersifat agon adalah mencapai kemenangan. Oleh karena itu, perjuangan pisik, teknik, dan taktik begitu menonjol, misalnya kekuatan, daya tahan, kecepatan, kelincahan, dan lain-lain. Tampak sekali komponen-komponen tersebut dalam permainan sepak bola, bola basket, bulutangkis, dan sebagainya dan sejenisnya.
2.   Alea, jenis permainan ini bersifat untung-untungan dan spekulatif. Jenis permainan ini seperti permainan dadu, kartu, rolet, dan lain-lain. Beberapa jenis permainan yang menggunakan kartu merupakan kombinasi antara jenis permainan agon dan alea, karena pelaku permainan selain masih menggunakan faktor keberuntungan, para pemain berusaha memasang dan menggunakan faktor keberuntungan. Seperti halnya dalam permainan catur, bridge, si pelaku permainan menggunakan alasan-alasan logis dan teori untuk memainkan permainan tersebut dalam rangka mencapai kemenangan.
3.   Mimikri, jenis permainan yang mencakup ke dalam kelompok mimikri mencakup semua bentuk permainan yang mengandung ciri pokok, seperti yang dikemukakan Huizinga, yaitu kebebasan, batasan waktu, dan ruang. Tersirat di dalamnya merupakan ilusi, fantasi, imajinasi, dan interpretasi. Semua jenis permainan anak-anak cenderung merupakan permainan dengan kepura-puraan, seperti main perang-perangan, masak-masakan, dan memperlakukan suatu objek dengan fungsi yang lain, misalnya boneka dianggap seperti bayi, kursi meja dianggap mobil atau sebagainya.
4.  Ilinx, jenis permainan ini mencakup semua bentuk permainan yang mencerminkan pelampiasan keinginan untuk bergerak, berpetualang, dan dilakukan dalam wujud kegiatan yang dinamis, misalnya jenis permainan ini adalah ; mendaki gunung, menyusuri sungai, dan bentuk olahraga lain di alam terbuka. Jenis permainan anak-anak seperti ; bermainan ayunan anak-anak, memanjat pohon dan sebagainya.

Permainan dikatakan sebagai kegiatan bermain yang memiliki tujuan, tujuannya terdapat pada permainan itu sendiri. Sebagai contoh apabila siswa di sekolah melakukan permainan dengan dibimbing oleh guru maka tujuan dari permainan tersebut tentu saja sudah dirancang dan direncanakan oleh guru sebelum pembelajaran dilaksanakan. Tujuan permainan yang direncanakan oleh guru di sekolah tersebut akan sangat berbeda bila dibandingkan dengan permainan anak yang dilakukan di sekitar rumah bersama teman-temannya, walaupun jenis permainan dan bentuk permainannya serupa.
Beberapa tujuan yang hendak diperoleh dari kegiatan bermain dalam suatu permainan, baik yang dilakukan di lingkungan masyarakat, sekolah, anak-anak, remaja, dewasa, maupun orang tua, secara perseorangan maupun kelompok sesuai dengan jenis permainan tersebut, yaitu sebagai berikut :
      1.   Memberikan pengalaman gerak pada anak sehingga semakin banyak jenis dan bentuk permainan yang  dilakukan anak maka anak akan semakin kaya pengalaman geraknya.
       2.      Merangsang dan meningkatkan pertumbuhan serta perkembangan anak.
       3.      Menyalurkan kelebihan tenaga pada anak.
       4.      Memanfaatkan waktu senggang.
       5.      Memelihara dan meningkatkan kebugaran jasmani.
       6.      Meningkatkan pengetahuan dan wawasan pada anak, terutama untuk memenuhi rasa ingin tahu anak.
       7.      Mengembangkan kemampuan kognitif, afektif, dan psikomotor.
       8.      Menanamkan kerja sama, rasa sosial, dan saling tolong-menolong.
       9.      Mencapai prestasi dalam suatu pertandingan.

Pengertian Latihan

“Latihan adalah suatu proses yang sistematis dari berlatih atau bekerja yang dilakukan secara berulang-ulang, sehingga semakin hari jumlah beban latihannya semakin bertambah. Sistematis adalah terencana dan terprogram menurut jadwal, pola dari yang paling mudah ke yang paling sukar atau latihan secara teratur. Berulang-ulang maksud dan tujuannya agar gerakan-gerakan yang pada awal mulanya sukar dilakukan menjadi semakin mudah” (www. dydo.wordpress.com/2008/03/teknik_dan_prinsip_latihan/html).

Menurut Roesdiyanto dan Setyo Budiwanto (2008:16), latihan merupakan suatu kegiatan yang sistematis dalam waktu yang panjang, ditingkatkan secara bertahap dan perorangan, bertujuan membentuk manusia yang berfungsi fisiologis dan psikologisnya untuk memenuhi tuntutan tugas.

Push-up dan sit-up


”Push-up dan sit-up adalah salah satu bentuk latihan kesegaran fisik, yang bertujuan untuk mengukur unsur kekuatan, ketahanan, dan ketahanan cardiovascular” (Koesnadi, Uray Yohannes, Setyo Budiwanto, 1988:87).
Menurut Nelson (2001:12), push-up merupakan suatu jenis latihan fisik, dengan gerakan yang diawali dengan merapatkan kaki, kedua lengan dibuka selebar bahu, punggung lurus, dan mata menatap lurus ke depan. Kemudian meletakkan siku di samping tubuh dan menurunkan badan hingga berjarak 3 inci dari lantai. Setelah itu, mengangkat badan dan kembali pada posisi semula. Gerakan ini dilakukan secara berulang-ulang dalam waktu tertentu.
Sedangkan latihan baring duduk, atau yang lebih dikenal dengan istilah sit-up, merupakan salah satu bentuk latihan kesegaran jasmani, dimana latihan ini bertujuan untuk mengukur, melatih dan meningkatkan kekuatan dan daya tahan otot perut seseorang.

Permainan bola basket


Permainan bola basket merupakan bentuk permainan beregu, yang dimainkan oleh dua regu yang masing-masing terdiri dari 5 orang. Setiap regu berusaha mencetak angka ke keranjang lawan dan mencegah regu lain mencetak angka. Keranjang yang diserang oleh suatu regu adalah keranjang lawan dan keranjang yang di jaga oleh suatu regu adalah keranjang miliknya. Suatu regu yang telah mencetak suatu angka terbanyak pada akhir waktu permainan adalah menjadi pemenang. 
Sedangkan shooting (menembak) merupakan salah satu bentuk teknik dasar dalam permainan bola basket.

Pukulan smash melingkar atas kepala


1
Around the head smash adalah suatu model smash dengan pisisi lengan memutar mengitari atas kepala. Smash dilakukan mengarah di depan pundak kiri, bahkan lebih kiri. Geraknya ialah dengan cara memiringkan tubuh ke kiri dan memutar lengan di atas kepala untuk memukul shuttlecock yang meluncur dari arah kiri.
Kita ketahui bahwa pada posisi tertentu, lawan dapat mengembalikan smash dengan pukulan lob ke posisi backhand, atau mengembalikan servis kea rah bagian kiri lapangan. Jika pemain pada posisi terlambat di bawah shuttlecock yang meluncur di depan pundak kiri atau bahkan lebih ke kiri.
Model smash ini memerlukan keterampilan, terutama keterampilan pergelangan tangan dan keseimbangan badan untuk menjaga posisi agar tetap berdiri tegak.
Teknik pukulan smash tersebut secara bertahap setiap pemain harus menguasainya dengan sempurna. Manfaatnya sangat besar untuk meningkatkan kualitas permainan.
a.      Hal yang Perlu Diperhatikan
1.      Biasakan bergerak cepat untuk mengambil posisi pukul yang tepat.
2.      Perhatikan pegangan raket.
3.      Sikap badan harus tetap lentur, kedua lutut dibengkokkan dan tetap berkonsentrasi pada cock.
4.      Perkenaan raket dan cock di atas kepala dengan cara meluruskan lengan untuk menjangkau cock itu setinggi mungkin dan pergunakan tenaga pergelangan tangan pada saat memukul cock.
5.      Akhiri rangkaian gerakan pukul itu dengan gerak lanjut ayunan raket yang sempurna ke depan badan.

Entri yang Diunggulkan

Margin Saham: Pengertian, Risiko, dan Saham yang Menarik untuk Dipertimbangkan

Mengenal Margin Saham Dalam dunia investasi saham, istilah margin sering kali menjadi topik yang menarik karena menawarkan peluang memperole...