Selasa, 16 Agustus 2022

MAKALAH LAPORAN KARDIOVASKULER


A.  Latar Belakang Masalah

Lanjut usia adalah istilah tahap akhir dari proses penuaan. Batasan penduduk lanjut usia meurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dibagi menjadi tiga aspek yaitu biologis ekonomi dan sosial.

Sistem kardiovaskuler merupakan sistem yang penting bagi tubuh manusia karena fungsinya yang sangat berperan menyalurkan nutrisi-nutrisi yang dibutuhkan bagi semua sel, jaringan dan organ.

Seiring bertambahnya usia seluruh sistem organ yang ada didalam tubuh manusia mengalami degenerasi atau penurunan fungsi, tidak terkecuali sistem kardiovaskuler ini.

Perubahan yang dialami meliputi perubahan bentuk dan penurunan fungsi dari jantung, pembuluh darah dan darah.

 

B.  Identifikasi Masalah

Dalam ilmu fisioterapi sangat penting untuk mengetahui, mempelajari, dan memahami perubahan anatomi dan fisiologi sistem krdiovaskuler pada lansia. Untuk itu penulis ingin membuat paper tentang perubahan anatomi dan fisiologi pada lansia untuk memudahkan pembaca mengenal dan memahami tentang perubahan tersebut.

 

C.  Rumusan Masalah

1.            Apa yang dimaksud lansia?

2.            Apa yang dimaksud sistem kardiovaskuler?

3.            Bagaimana anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler?

4.            Apa saja perubahan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada lansia?

5.            Apa saja patologi sistem kardiovaskuler yang terjadi pada lansia?

 

D.  Tujuan Penulisan

1.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami yang dimaksud lansia.

2.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami sistem kardiovaskuler.

3.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler.

4.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami perubahan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada lansia.

5.      Mahasiswa dapat mengetahui dan memahami patologi sistem kardiovaskuler pada lansia.

 

E.   Manfaat Penulisan

1.      Mahasiswa dapat memahami perubahan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada lansia, serta patologi sistem kardiovaskuler yang terjadi pada lansia.

2.      Sebagai bahan referensi.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB II

TINJAUAN TEORITIS

 

A.  Pengertian Lansia.

Lanjut usia adalah istilah tahap akhir dari proses penuaan. Batasan penduduk lanjut usia meurut Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional dibagi menjadi tiga aspek;

a.    Aspek biologis penduduk lanjut usia adalah penduduk yang mengalami proses penuaan secara terus menerus yang ditamdai dengan menurunnya daya tahan fisik yaitu smakin entannya terhadap serangan penyakit yang dapat menyebabkan kematian.

b.    Aspek ekonomi, penduduk lanjut usia adalah lebih dipandang sebagai beban dari pada sebagai sumber daya.

c.    Aspek sosial, penduduk anjut usia merupakan satu kelompok sosial sendiri yang memerlukan kebutuhan khusus. (Saryono, dkk. 2010)

 

B.  Pengertian Sistem Kardiovaskuler.

Kardiovasculer terdiri dari 2 (dua) kata, yaitu cardiac yang berati jantung danvasculer yang berati pembuluh darah, sehingga sistem ini menyangkut jantung, komponen darah dan pembuluh darah.

Sistem kardiovaskuler adalah  organ sirkulasi darah yang terdiri dari jantung, komponen darah, dan pembuluh darah yang berfungsi untuk menyalurkan oksigen dan nutrisi yang dibutuhkan setiap jaringan didalam tubuh yang dibutuhkan untuk proses metabolisme.

 

C.  Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler Secara Umum.

Anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler, dibagi menjadi dua yaitu;

1.    Anatomi dan fisiologi jantung

Jantung adalah oragan berotot yang terdiri dari empat ruang, terletak di rongga dada dilindungi oleh sangkar thorak, berada sedikit di sebelah kiri Os. Sternum. Ukuran jantung kurang lebih sebesar kepalan tangan dan memiliki berat berkisar 250-350 gram untuk orang dewasa.

 

 

Jantung terdiri dari 4 ruangan, yaitu;

a.       Atrium dextra (kanan)

Atrium (serambi) adalah ruang atas jantung yang memiliki permukaan dinding tipis. Atrium dextra berfungsi sebagai penampung darah rendah oksigen dari seluruh tubuh,

b.      Atrium sinistra (kiri)

Atrium sinistra berfungsi sebagai penerima darah kaya oksigen dari pulmo (paru-paru).

c.       Ventrikel dextra (kanan)

Ventrikel (bilik) adalah ruang bawah jantung yang memiliki permukaan dinding lebih tebal karena bertugas memompa darah ke seluruh tubuh. Ventrikel dextra berfungsi sebagai penerima darah dari atrium dextra dan memompanya ke paru-paru.

d.      Ventrikel sinistra (kiri)

Ventrikel sinistra berfungsi sebagai penerima darah dari atrium sinistra dan memompa darah kaya oksigen ke seluruh tubuh.

Gambar 0.01 Anatomi Jantung

 

Jantung terdiri dari 3 (tiga) lapisan; yaitu:

a.         Pericardium

Merupakan lapisan terluar jantung yang berfungsi untuk membungkus dan melindungi jantung. Terdiri dari dua lapisan fibrosa dan serosa yaitu lapisan parietl dan viceral yang bertemu dipangkal jantung menjadi kantung jantung.

b.         Miocardium

Merupakan lapisan tengah atau inti jantung, terdiri dari otot-otot jantung yang menerima suplai darah dari arteri coronaria. Terdiri dari 3 lapisan otot jantung, yaitu;

     Otot atria, sangat tipis dan kurang teratur. Terdiri dari dua lapisan, lapisan dalam berbentuk serabut-serabut berbentuk lingkaran dan lapisan luar mencakup kedua ototatria.

     Otot ventrikuler, membentuk serambi jantung dimulai dari cicin antrioventricular sampai apex jantung.

     Otot antrioventrikuler, dinding pemisah antara atrium dan ventrikel.

c.         Endocardium

Bagian dalam jantung atau dinding dalam atrium yang silapisi oleh membran yang mengkilat, terdiri dari jaringan endotel kecuali aurikula dan bagian depan sinus vena kava.

Katup jantung terdiri dari 4 katup, yaitu;

a.         Katup trikuspidalis

Terdiri dari tiga daun katup. Berada diantara atrium dextra dan ventrikel dextra. Berfungsi untuk mencegah kembalinya aliran darah menuju atrium kanan dengan cara menutup pada saat kontraksi ventrikel.

b.         Katup bikuspidalis

Terdiri dari dua daun katup. Berada diantara atrium sinistra dan ventrikel sinistra. Berfungsi mengatur aliran darah kembali menuju atrium kiri. Katup ini menutup pada saat kontraksi ventrikel.

c.         Katup pulmonal

Terdiri dari tiga daun katup. Berada pada pangkal trunkus pulmonalis. Terbuka jika ventrikel dextra berkontraksi dan menutup jika ventrikel dextra relaksasi, sehingga darah mengalir dari ventrikel dextra menuju arteri pulmonalis.

 

d.        Katup aorta

Katup aorta terdiri dari tiga daun katup. Berada pada pangkal aorta. Membuka jika ventrikel sinistra berkontraksi dan darah akan mengalir ke seluruh tubuh. Menutup jika ventrikel sinistra relaksasi, dan mencegah darah masuk kembali.

Empat sifat fundamental jantung, yaitu;

a.         Rhythmicity, kesanggupan jantung secara otomatis dan periodik merangsang dirinya sendiri.

b.         Conductivity, kesanggupan jantung untuk menghantar rangsangan baik sistem konduksi intrinsik atau myocard.

c.         Excitability, kemampuan jantung untuk dirangsang oleh rangsangan yang berasal dari jantung dan rangsangan saraf jantung.

d.        Contractility, daya kontraksi jantung.

 

2.    Anatomi dan fisiologi pembuluh darah

Ventrikuler atau pembuluh darah adalah bagian dari sistem sirkulasi yang bertujuan mengalirkan darah keseluruh tubuh.

Semua pembuluh darah kecuali kapiler terdiri atas 3 (tiga lapisan, yaitu:

a.            Tunika intima (internal)

Lapisan dalam pembuluh darah yang mempunyai lapisan endotel dan berhubungan dengan darah.

b.            Tunika medial

Lapisan tengah pembuluh darah, terdiri dari jaringan otot, sifatnya elastis dan termasuk otot polos.

c.             Tunika eksternal (adventisia)

Lapisan terluar pembuluh darah, terdiri dari jaringan ikat yang berguna menguatkan dinding arteri.

 

                                    Gambar. 0.02 Arteri dan Vena.

 

Sistem pembuluh darah dibagi menjadi:

a.            Arteri

Ciri-ciri arteri adalah

     Membawa darah bersih (oksigen) kecuali arteri pulmonalis.

     Mempunyai dinding yang tebal.

     Mempunyai jaringan yang elastis.

     Katup hanya pada ujung arteri yang keluar dari jantung.

     Mempunyai denyut.

     Pembuluh darah arteri yang terbesar adalah Aorta, yang keluar dari ventrikel sinistra dan arteri pulmonalis, yang keluar dari ventrikel dekstra.

     Cabang dari arteri disebut Arteriola yang selanjutnya menjadi kapiler.

b.            Vena

Ciri-ciri vena adalah

     Membawa darah kotor (sisa metabolisme dan CO2), kecuali vena pulmonalis.

     Mempunyai dinding yang tipis.

     Jaringannya kurang elastis.

     Mempunyai katup-katup sepanjang jalan yang mengarah ke jantung.

     Tidak ada bunyi denyut.

     Pembuluh darah vena yang ukurannya besar adalah vena kava dan vena pulmonalis.

     Cabang dari vena disebut venolus/ venula yang selanjutnya menjadi kapiler.

Fungsi sirkulasi setiap pembuluh darah dan cabangnya;

a.            Arteri, menyalurkan darah dari tekanan yang tinggi ke jaringan. Arteri tebal dan elastis karena mengalirkan darah dengan cepat.

b.            Arteriola, cabang kecil arteri. Berfungsi sebagai kendali darah yang dikelurkan ke kapiler. Mempunyai dinding otot yang kuat, mampu menutup arteriol dan melakukan faso dilatasi beberapa kali lipat.

c.             Kapiler, berfungsi untuk pertukaran oksigen, cairan, zat makanan elektrolit, hormon dan bahan lainnya antara darah dan cairan interstisial.

d.            Venula, berfungsi untuk mengumpulkan darah dari kapiler secara bertahap dan bergabung menjadi vena yang lebih besar.

e.            Vena, berfungsi untuk saluran penampung dan penyalur darah dari jaringan ke seluruh tubuh, karena tekanan vena lebih rendah.

 

D.  Perubahan Anatomi dan Fisiologi Sistem Kardiovaskuler pada Lansia.

Karena faktor degenerasi atau pertambahan usia, penurunan fungsi sistem kardiovaskuler dapat dilihat, sebagai berikut;

1.    Perubahan Anatomi

a.       Jantung

     Elastisitas dinding aorta menurun dan bertambahnya kaliber aorta, yang terjadi karena perubahan dinding medial aorta bukan karena arteosklerosis. Menyebabkan isolatic aortic incompetence dan terdengar bising pada apex jantung.

     Pembesaran jantung (hipertrofi jantung), pada umur 30-90 tahun massa jantung bertambah ± 1 gram/tahun pada laki-laki dan ± 1,5 gram/tahun pada perempuan.

     Pada daun dan katup aorta berkurangnya jumlah inti sel dan kalsifikasi jaringan fibrosa. Daun katup menjadi kaku yang menyebabkan terdengarnya bising sistolok ejeksi. Penebakan katup mitral dan aorta, yang disebabkan degenerasi jaringan kolagen, pengecilan ukuran, penimbunan lemak dan kalsifikasi.

 

b.      Pembuluh darah otak

     Pembentukan plak ateroma pada pangkal arteri korotis interna yang merupakan salah satu dari arteri utama yang menyuplai darah ke otak.

     Menurunnya aliran darah cerebral menjadi 30 cc/ 100mg/ menit dari yang semula 50 cc/ 100mg/ menit.

c.       Pembuluh darah periver

     Terjadinya arteosclerosis yang berat mengakibatkan penyumbatan ateri perifer yang menyebabkan pasokan darah ke otot tungkai bawah menurun dan menyebabkan iskemia jaringan otot.

2.    Perubahan Fisiologi

a.       Jantung

     Terjadinya brown atrophy disertai akumulasi ipofusi (aging pigment) pada serat-serat miocardium.

     Penurunan daya kerja nodus sino-atrial (SA node) yang mengatur irama jantung. Sejak berumur 50 tahun, sel-sel dari nodus SA berkurang sebanyak 50%-75%.jumlah sel nodus AV tidak berkurang tetapi akan terjadi fibrosus. Pada berkas His ditemukan kehilangan pada tingkat selular. Perubahan tersebut menyababkan penurunan denyut jantung.

     Penebalan dinding jantung menyebabkan jumlah darah yang ditampung lebih sedikit dan pengisian darah ke jantung juga melambat.

     Terjadi iskemia subendokardial dan fibrosis jaringan interstisial yang menyebabkan penurunan perfusi jaringan akibat tekanan diastolik menurun.

b.      Pembuluh darah

     Hilangnya elastisitas pada pembuluh darah mengakibatkan meningkatnya resistensi ketika ventrikel sinistra memompa, sehingga tekanan sistolik dan afterload meningkat.

     Menurunnya respon jantung terhadap reseptor β-adrenergik. Menurunnya perubahan-perubahan baroreseptor dan komoreseptor. Perubahan respon ini dapat mengakibatkan hipotensi ortostatik.

     Dinding kapiler yang menebak mengakibatkan pertukaran nutrisi dan pembuangan melambat.

 

c.       Darah

     Penurunan Total Body Water mengakibatkan menurunnya volume darah.

     Jumlah sel darah merah (hemoglobin dan hematokrot menurun. Jumlah leukosit juga menurun, menyebabkan resistensi tubuh terhadap infeksi menurun.

 

E.   Patologi Sistem Kardiovaskuler pada Lansia.

Penyakit-penyakit sistem kardiovaskuler yang biasa dialami lansia, sebagai berikut;

1.            Hipertensi

Merupakan kondisi tekanan darah sistolik ≤ 140 mmHg dan tekanan siastolik > 90 mmHg. Terjadi karena penurunan elastisitas arteri pada proses degenerasi. Bila tidak ditangani dapat memicu penyakit stroke, arteosclerosis, gagal jantung dan gagal ginjal.

2.            Jantung koroner

Penyempitan pembuluh darah jantung sehingga aliran darah menuju jantung terganggu.

3.            Disritmia

Insidensi disritmia atrial dan ventrikuler meningkat pada lansia karena perubahan struktural dan fungsional. Masalah disebabkan oleh disritmia dan tidak terkoordinasinya jantung sering mengakibatkan perubahan perilaku, palpitasi, sesak nafas, keletihan dan mudah terjatuh.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

BAB III

PENUTUP

 

A.  Kesimpulan

Degenerasi atau penuaan menyebabkan perubahan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler. Perubahan ini terjadi pada jantung, pembuluh darah dan darah. Perubahan ukuran jantung yang mengalami hipertrophy, penurunan elastisitas pembuluh darah, penurunan jumlah darah yang dipompa jantung, melambatnya pertukaran nutrisi, dan masih banyak lagi.

Dari perubahan-perubahan yang terjadi karena proses degenerasi, hal ini mengakibatkan gangguan-gangguan penyakit (patologi yang disebabkan degenerasi atau penuaan yang berupa munculnya stroke, jantung koroner, hipertensi, disritmia, dan masih banyak lagi.

 

B.  Saran

1.            Penulis lebih banyak melihat referensi lain agar dapat memperoleh informasi yang lain mengenai perubahan anatomi dan fisiologi sistem kardiovaskuler pada lansia..

2.            Pembaca tidak hanya terpaku resume ini, tetapi juga melihat referensi lain agar informasi yang didapat lebih beragam.

3.            Diharapkan pembaca dapat mengaplikasikan dalam kegiatan sehari-hari.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

 

     Saryono dan M. Badrushshalih. 2010. Andropause (Menopouse pada Laki-laki).Jogjakarta: Nuha Medika.

     http://moccablogge.blogspot.com/2012/12/makalah-anatomi-dan-fisiologi-jantung.html

     http://www.scribd.com/doc/55255412/Anatomi-FisiologiSistemKardiovaskular/

     http://mheeldha.blogspot.com/2010/06/patologi-pembuluh-darah.html

     http://asuhankeperawatanonline.blogspot.com/2012/09/gangguan-sistem-kardiovaskuler-pada_2872.html

 

Perubahan Fisiologis Jantung Akibat Penuaan

Proses menua akan menyebabkan perubahan pada sistem kardiovaskular. Hal ini pada akhirnya juga akan menyebabkan perubahan pada fisiologi jantung. Perubahan fisiologi jantung ini harus kita bedakan dari efek patologis yang terjadi karena penyakit lain, seperti pada penyakit coronary arterial disease yang juga sering terjadi dengan meningkatnya umur. Ada sebuah masalah besar dalam mengukur dampak menua terhadap fisiologi jantung, yaitu mengenai masalah penyakit laten yang terdapat pada lansia. Hal ini dapat dilihat dari prevalensi penyakit CAD pada hasil autopsi, di mana ditemukan lebih dari 60% pasien meninggal yang berumur 60 tahun atau lebih, mengalami 75% oklusi atau lebih besar, pada setidaknya satu arteri koronaria. Sedangkan pada hasil pendataan lain tercatat hanya sekitar 20% pasien berumur >80 tahun yang secara klinis mempunyai manifestasi CAD. Jelas hal ini menggambarkan bahwa pada sebagian lansia, penyakit CAD adalah asimptomatik.

Hal ini sangat menyulitkan bagi kita dalam mengadakan penelitian mengenai efek fisiologis menua pada jantung. Kita harus terlebih dahulu menyingkirkan kemungkinan penyakit lain seperti CAD pada sekelompok lansia yang sepertinya sehat. Akan tetapi, tidak semua penelitian dilakukan dengan terlebih dahulu menyingkirkan penyakit laten yang mungkin terdapat. Hal inilah yang sering menyebabkan terdapatnya perbedaan dalam hasil pendataan pada sejumlah penelitian.

1.Konsep medis

Perubahan system Kardiovaskuler

a.  Jantung (Cor)

Elastisitas dinding aorta menurun dengan bertambahnya usia. Disertai dengan bertambahnya kaliber aorta. Perubahan ini terjadi akibat adanya perubahan pada dinding media aorta dan bukan merupakan akibat dari perubahan intima karena ateros¬kle¬rosis. Perubahan aorta ini menjadi sebab apa yang disebut isolated aortic incompetence dan terdengarnya bising pada apex cordis.

Penambahan usia tidak menyebabkan jantung mengecil (atrofi) seperti organ tubuh lain, tetapi malahan terjadi hipertropi. Pada umur 30-90 tahun massa jantung bertambah (± 1gram/tahun pada laki-laki dan ± 1,5 gram/tahun pada wanita).

Pada daun dan cincin katup aorta perubahan utama terdiri dari berkurangnya jumlah inti sel dari jaringan fibrosa stroma katup, penumpukan lipid, degenerasi kolagen dan kalsifikasi jaringan fibrosa katup tersebut. Daun katup menjadi kaku, perubahan ini menyebabkan terdengarnya bising sistolik ejeksi pada usia lanjut. Ukuran katup jantung tampak bertambah. Pada orang muda katup antrioventrikular lebih luas dari katup semilunar. Dengan bertambahnya usia terdapat penambahan circumferensi katup, katup aorta paling cepat sehingga pada usia lanjut menyamai katup mitral, juga menyebabkan penebalan katup mitral dan aorta.  Peru¬bahan ini disebabkan degenerasi jaringan kalogen, pengecilan ukuran, penimbunan lemak dan kalsifikasi. Kalsifikasi sering ter¬jadi pada anulus katup mitral yang sering ditemukan pada wanita. Perubahan pada katup aorta terjadi pada daun atau cincin katup. Katup menjadi kaku dan terdengar bising sistolik ejeksi.

b.   Pembuluh Darah Otak

Otak mendapat suplai darah utama dari Arteria Karotis Interna dan a.vertebralis. Pembentukan plak ateroma sering di¬jumpai didaerah bifurkatio kususnya pada pangkal arteri karotis interna, Sirkulus willisii dapat pula terganggu dengan adanya plak ateroma juga arteri-arteri kecil mengalami perubahan ateromatus termasuk fibrosis tunika media hialinisasi dan kalsifikasi. Walaupun berat otak hanya 2% dari berat badan tetapi mengkomsumsi 20% dari total kebutuhan oksigen komsumsion. Aliran darah serebral pada orang dewasa kurang lebih 50cc/100gm/menit pada usia lanjut menurun menjadi 30cc/100gm/menit.

Perubahan degeneratif yang dapat mempengaruhi fungsi sistem vertebrobasiler adalah degenerasi discus veterbralis (kadar air sangat menurun, fibrokartilago meningkat dan perubahan pada mukopoliskharid). Akibatnya diskus ini menonjol ke perifer men¬dorong periost yang meliputinya dan lig.intervertebrale menjauh dari corpus vertebrae. Bagian periost yang terdorong ini akan mengalami klasifikasi dan membentuk osteofit. Keadaan seperti ini dikenal dengan nama spondilosis servikalis.

 Discus intervertebralis total merupakan 25% dari seluruh collumna vertebralis sehingga degenerasi diskus dapat mengakibat¬kan pengurangan tinggi badan pada usia lanjut. Spondilosis servi¬kalis berakibat 2 hal pada a.vertebralis, yaitu:

1) Osteofit sepanjang pinggir corpus vetebrales dan pada posisi tertentu bahkan dapat mengakibatkan oklusi pem¬buluh arteri ini.

2) Berkurangnya panjang kolum servikal berakiabat a.verter¬balies menjadi berkelok-kelok. Pada posisi tertentu pembu¬luh ini dapat tertekuk sehingga terjadi oklusi.

 

Dengan adanya kelainan anatomis pembuluh darah arteri pada usia lanjut seperti telah diuraikan diatas, dapat dimengerti bahwa sirkulasi otak pada orang tua sangat rentan terhadap peru¬bahan-perubahan, baik perubahan posisi tubuh maupun fungsi jantung dan bahkan fungsi otak

c.  Pembuluh Darah Perifer.

Arterosclerosis yang berat akan menyebabkan penyumbatan arteria perifer yang menyebabkan pasokan darah ke otot-otot tungkai bawah menurun hal ini menyebabkan iskimia jaringan otot yang menyebabkan keluhan kladikasio.

2.       Perubahan Fisiologis Kardiovaskuler

a.       Perubahan-perubahan yang terjadi pada Jantung

1)  Pada miokardium terjadi brown atrophy disertai akumulasi lipofusin (aging pigment) pada serat-serat miokardium.

2)  Terdapat fibrosis dan kalsifikasi dari jaringan fibrosa yang menjadi rangka dari jantung. Selain itu pada katup juga terjadi kalsifikasi dan perubahan sirkumferens menjadi lebih besar sehingga katup menebal. Bising jantung (murmur) yang disebabkan dari kekakuan katup sering ditemukan pada lansia.

3)  Terdapat penurunan daya kerja dari nodus sino-atrial yang merupakan pengatur irama jantung. Sel-sel dari nodus SA juga akan berkurang sebanyak 50%-75% sejak manusia berusia 50 tahun. Jumlah sel dari nodus AV tidak berkurang, tapi akan terjadi fibrosis. Sedangkan pada berkas His juga akan ditemukan kehilangan pada tingkat selular. Perubahan ini akan mengakibatkan penurunan denyut jantung.

4)  Terjadi penebalan dari dinding jantung, terutama pada ventrikel kiri. Ini menyebabkan jumlah darah yang dapat ditampung menjadi lebih sedikit walaupun terdapat pembesaran jantung secara keseluruhan. Pengisian darah ke jantung juga melambat.

5) Terjadi iskemia subendokardial dan fibrosis jaringan interstisial. Hal ini disebabkan karena menurunnya perfusi jaringan akibat tekanan diastolik menurun.

b. Perubahan-perubahan yang terjadi pada Pembuluh darah

1)  Hilangnya elastisitas dari aorta dan arteri-arteri besar lainnya. Ini menyebabkan meningkatnya resistensi ketika ventrikel kiri memompa sehingga tekanan sistolik dan afterload meningkat. Keadaan ini akan berakhir dengan yang disebut “Isolated aortic incompetence”. Selain itu akan terjadi juga penurunan dalam tekanan diastolik.

2)  Menurunnya respons jantung terhadap stimulasi reseptor ß-adrenergik. Selain itu reaksi terhadap perubahan-perubahan baroreseptor dan kemoreseptor juga menurun. Perubahan respons terhadap baroreseptor dapat menjelaskan terjadinya Hipotensi Ortostatik pada lansia.

3)  Dinding kapiler menebal sehingga pertukaran nutrisi dan pembuangan melambat.

c.  Perubahan-perubahan yang terjadi pada Darah

1)  Terdapat penurunan dari Total Body Water sehingga volume darah pun menurun.

2)  Jumlah Sel Darah Merah (Hemoglobin dan Hematokrit) menurun. Juga terjadi penurunan jumlah Leukosit yang sangat penting untuk menjaga imunitas tubuh. Hal ini menyebabkan resistensi tubuh terhadap infeksi menurun.

1.2.6. Penyakit pada lansia yang berhubungan dengan system kardiofaskular

a.    Hipertensi

Hipertensi merupakan kondisi ketika seseorang mengalami kenaikan tekanan darah baik secara lambat atau mendadak (akut). Hipertensi menetap (tekanan darah yang tinggi yang tidak menurun) merupakan faktor risiko terjadinya stroke, penyakit jantung koroner, gagal jantung, gagal ginjal, dan aneurisma. Meskipun peningkatan tekanan darah relative kecil, hal tersebut dapat menurunkan angka harapan hidup. Biasanya penyakit ini tidak memperlihatkan gejala, meskipun beberapa pasien melaporkan nyeri kepala, lesu, pusing, pandangan kabur, muka yang terasa panas atau telinga mendenging.

b.    Penyakit Jantung Koroner (PJK)

Serangan jantung biasanya terjadi jika bekuan darah menutup aliran darah di arteri coronaria, yaitu pembuluh darah yang menyalurkan makanan ke otot jantung. Penghentian suplai darah ke jantung akan merusak atau mematikan sebagian jaringan otot jantung. Gejala yang sering muncul pada serangan jantung dapat berupa rasa tertekan, rasa penuh atau nyeri yang menusuk di dada dan berlangsung selama beberapa menit. Nyeri tersebut juga dapat menjalar dari dada ke bahu, lengan, punggung dan bahkan dapat juga ke gigi dan rahang. Episode ini dapat semakin sering dan semakin lama. Kadang-kadang, gejala yang timbul berupa sesak napas, berkeringat (dingin), rasa cemas, pusing, atau mual sampai muntah. Pada perempuan, gejala-gejala tersebut dirasa kurang menonjol. Namun, gejala tambahan dapat timbul, berupa nyeri perut seperti terbakar, kulit dingin, pusing, rasa ringan di kepala, dan terkadang disertai rasa lesu yang luar biasa tanpa sebab yang jelas.

c.    Gagal Jantung

Gagal jantung sering terjadi pada umur 65 tahun atau lebih, dan insiden meningkat pada lansia yang berumur lebih dari 70 tahun. Keadaan ini merupakan ketidakmampuan jantung memompa darah sesuai kebutuhan fisiologis. Angka rawat inap gagal jantung pada pasien lansia semakin bertambah dalam 20 tahun terakhir. Gagal jantung pada usia tua biasanya disebabkan hipertensi arterial yang memengaruhi pemompaan darah yang akhirnya menyebabkan gagal jantung atau terjadi akibat PJK. Hipertensi dan PJK juga mengganggu curah jantung. Kelainan katup menyebabkan gangguan ejeksi, pengisisan dan preload kronis yang diakhiri dengan gagal jantung

 

Entri yang Diunggulkan

Margin Saham: Pengertian, Risiko, dan Saham yang Menarik untuk Dipertimbangkan

Mengenal Margin Saham Dalam dunia investasi saham, istilah margin sering kali menjadi topik yang menarik karena menawarkan peluang memperole...