Jumat, 08 November 2013

Meatballs


 
 ingredients
  • 1 kilo of very fine minced meat (preferably beef)
  • 2 eggs
  • 300 grams of tapioca-flour
  • 4-8 cloves of garlic
  • 1 red onion
  • 1 teaspoon of white pepper
  • 2 teaspoons of salt
The steps to make meatballs
These steps are instruction on how to make meatballs, just meatball, the soup is made
separately.
1 First of all,mix garlic, red onion, salt, and white pepper in a mortar or mixer.
2 Second step, mix the spice-mixture with the eggs, the tapioca-flour and the minced meat.
3 After that, use your fingers, add a cup of water, and keep on working until the mixture feels 4 soft and smooth.
5 Then, boil some water in a rather large pot, at least about 2 liters.
6 Next step, start rolling the mixture into small meatballs.
7 Finally, lower the meatballs into the boiling water. When they float up to the surface the meatball are ready to serve.











1.                   Prosedur Pembuatan Bakso
Apa yang Anda butuhkan untuk bahan

     1 kilo daging cincang sangat halus (sebaiknya sapi)
     2 butir telur
     300 gram tepung tapioka-
     4-8 siung bawang putih
     1 bawang merah
     1 sendok teh lada putih
     2 sendok teh garam

Langkah-langkah untuk membuat bakso
Langkah-langkah ini instruksi tentang cara membuat bakso, hanya bakso, sup dibuat secara terpisah.
1 Pertama-tama, campuran bawang putih, bawang merah, garam, dan merica putih dalam mortar atau mixer.
2 Langkah kedua, campuran rempah-rempah-campuran dengan telur, tepung tapioka-dan daging cincang.
3 Setelah itu, gunakan jari-jari Anda, tambahkan secangkir air, dan terus bekerja sampai campuran terasa lembut dan halus.
4 Kemudian, didihkan air dalam panci agak besar, setidaknya sekitar 2 liter.
5 Langkah selanjutnya, mulai bergulir campuran ke bakso kecil.
6 Akhirnya, menurunkan bakso ke dalam air mendidih. Ketika mereka mengambang ke permukaan   bakso siap untuk melayani.

Sanksi Pelanggaran HAM pada Peradilan Internasional


Esensi pelanggaran HAM bukan semata-mata pelanggaran terhadap undang-undang yang berlaku melainkan degradasi terhadap kemanusiaan dengan cara merendahkan martabat dan derajat manusia. Oleh karena itu, pelanggaran HAM tidak selalu identik dengan pelanggaran hukum walaupun terdapat unsur perencanaan, dilakukan secara sistematik dan tujuan tertentu dan bersifat kolektif baik berdasarkan agama, etnik, atau ras tertentu.
Dewasa ini pelanggaran HAM tidak sebatas yuridiks nasional melainkan sudah menjadi yuridiksi internasional. Menghadapi pelanggaran HAM yang terjadi di setiap negara di dunia diperlukan sanksi internasional yang mengacu kepada ketentuan dalam Statu Mahkamah Pidana Internasional (International Criminal Court) atau SMPI atau Statua Rokma (SR, 1998) atau dapat juga mengacu kepada praktek-praktek penyelesaian kasus pelanggaran HAM berat seperti di Ruwanda (1994)
Jika dianalisis secara seksama jiwa SMPI/SR terletak pada mukadimahnya yang antara lain berbunyi bahwa “ Yuridiksi Mahkamah Pidana Internasional (MPI) bersifat komplementer terhadap yuridiksi pengadilan nasional”. Hal ini berarti jika suatu negara terjadi kasus pelanggaran HAM berat (kejahatan genosia, kejahatan kemanusiaan, kejahatan perang, dan agresi) yuridiksi MPI tidak otomatis berlaku di negara tersebut.
Namun ada ketentuan lain dalam SMPI/SR yang menyatakan bahwa yuridiksi MPI dapat memasuki wilayah suatu negara jika negara tersebut tidak berkeinginan atau tidak mampu melaksanakan tugas penyelidikan atau penuntutan dalam tiga hal sebagai berikut.
a.      Proses peradilan atau putusan pengadilan yang dijatuhkan ditunjukan untuk melindungi seseorang dari pertanggung jawaban pidana sebagaimana ditentukan dalam SMPI/SR
b.      Proses persidangan ditunga-tunda tanpa alasan yang jelas dan dapat di pertanggung jawabkan sehingga tidak konsisten untuk mengadili seseorang kehadapan sidang pengadilan
c.      Persidangan dilaksanakan tidak secara independen atau bersifat memihak sehingga tidak konsisten dengan tujuan pemberian sanksi melalui sidang pengadilan.

Mengenal Komponen Elektronika


Resistor adalah komponen elektronika dua saluran yang didesain untuk menahan arus listrik dengan memproduksi penurunan tegangan di antara kedua salurannya sesuai dengan arus yang mengalirinya. Resistor dapat diumpamakan dengan sebuah papan yang digunakan untuk menahan aliran air yang deras di parit kecil. Dengan adanya tahanan papan ini, maka arus air menjadi terhambat alirannya. Makin besar papan yang dipergunakan untuk menahan air parit, makin kecil air yang mengalir. Begitu pula peran resistor dalam elektronika, makin besar resistansi (nilai tahanan), makin kecil arus dan tegangan listrik yang melaluinya. Satuan resistor adalah Ohm (simbol: Ω).

Fungsi resistor

Dalam suatu rangkaian elektronika, fungsi resistor adalah:
1. Menahan sebagian arus listrik agar sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika.
2. Menurunkan tegangan sesuai dengan kebutuhan suatu rangkaian elektronika.
3. Pembagi tegangan.
4. Bekerjasama dengan transistor dan kapasitor dalam suatu rangkaian elektronika untuk membangkitkan frekwensi rendah/ tinggi.

Jenis resistor

1. Resistor Tetap


Gambar: Simbol resistor tetap.

Adalah resistor yang besaran tahanannya tidak dapat diatur alias tetap, di antaranya:
- Resistor kawat logam, yaitu tahanan dari kawat logam yang digulung di permukaan tabung kaca.
- Resistor arang (komposisi), yaitu resistor dari bahan arang karbon terdapat gelang warna dibadannya, yang merupakan nilai besaran tahanannya.

2. Resistor Tidak Tetap (Variabel)


Gambar: Simbol resistor variable
Adalah resistor yang besaran tahanannya dapat diatur sesuai kebutuhan, di antaranya:
- Potensiometer, adalah resistor variabel arang berupa potensio putar dan geser.
- Trimpot, adalah resistor variabel arang yang dapat diatur tahanannya dengan memutar lubang kecil pada badan trimpot dengan menggunakan obeng kecil.
- LDR (Light Dependent Resistor/ Fotoresistor) adalah resistor variabel yang nilainya bergantung pada cahaya, resistansi akan turun/ berkurang jika terkena cahaya, sebaliknya tahanan akan naik jika LDR dilindungi dari cahaya.
- Thermistor/ NTC (Negative Temperature Coefisien), adalah resistor variabel yang tergantung suhu, resistansi akan berubah akibat perubahan temperatur/ suhu.



Gambar: Potensiometer.


Gambar: Trimpot


Gambar: LDR

Komponen Elektronika


komponen aktif merupakan komponen yang dapat bekerja apabila ada catu daya dulu, contohnya: transistor dan dioda. Sedangkan komponen pasif merupakan komponen yang dapat bekerja tanpa ada catu daya, contohnya: resistor, potensio, kapasitor dan induktor dari berbagai komponen elektronika diatas sering digunakan dalam peralatan elektronika dan di gunakan dalam kehidupan sehari hari pembahasan mengenai penggunakan komponen elektronika akan di bahas berikut ini
1.resistor
Resistor komposisi karbon terdiri dari sebuah unsur resistif berbentuk tabung dengan kawat atau tutup logam pada kedua ujungnya. Badan resistor dilindungi dengan cat atau plastik. Resistor komposisi karbon lawas mempunyai badan yang tidak terisolasi, kawat penghubung dililitkan disekitar ujung unsur resistif dan kemudian disolder. Resistor yang sudah jadi dicat dengan kode warna dari harganya.
Selapis film karbon diendapkan pada selapis substrat isolator, dan potongan memilin dibuat untuk membentuk jalur resistif panjang dan sempit. Dengan mengubah lebar potongan jalur, ditambah dengan resistivitas karbon (antara 9 hingga 40 µΩ-cm) dapat memberikan resistansi yang lebar[1]. Resistor film karbon memberikan rating daya antara 1/6 W hingga 5 W pada 70°C. Resistansi tersedia antara 1 ohm hingga 10 MOhm. Resistor film karbon dapat bekerja pada suhu diantara -55°C hingga 155°C. Ini mempunyai tegangan kerja maksimum 200 hingga 600 volt
Resistor foil merupakan resistor dengan presisi dan stabilitas terbaik. Salah satu parameter penting yang mempengaruhi stabilitas adalah koefisien temperatur dari resistansi (TCR). TCR dari resistor foil sangat rendah. Resistor foil ultra presisi mempunyai TCR sebesar 0.14ppm/°C, toleransi ±0.005%, stabilitas jangka panjang 25ppm/tahun, 50ppm/3 tahun, stabilitas beban 0.03%/2000 jam, EMF kalor 0.1μvolt/°C, desah -42dB, koefisien tegangan 0.1ppm/V, induktansi 0.08μH, kapasitansi 0.5pF.
2.dioda
Dioda adalah komponen aktif bersaluran dua (dioda termionik mungkin memiliki saluran ketiga sebagai pemanas). Dioda mempunyai dua elektroda aktif dimana isyarat dapat mengalir, dan kebanyakan dioda digunakan karena karakteristik satu arah yang dimilikinya. Dioda varikap (Variable Capacitor/kondensator variabel) digunakan sebagai kondensator terkendali tegangan.
Prinsip dioda termionik ditemukan kembali oleh Thomas Edison pada 13 Februari 1880 dan dia diberi hak paten pada tahun 1883 (U.S. Patent 307031), namun tidak dikembangkan lebih lanjut. Braun mematenkan penyearah kristal pada tahun 1899[3]. Penemuan Braun dikembangkan lebih lanjut oleh Jagdish Chandra Bose menjadi sebuah peranti berguna untuk detektor radio.
Dibawah ini merupakan gambar yang melambangkan dioda penyearah
image0011
Anoda Katoda

Sisi P disebut Anoda dan sisi N disebut Katoda. Lambang dioda seperti anak panah yang arahnya dari sisi P ke sisi N. Karenanya ini mengingatkan kita pada arus konvensional mudah mengalir dari sisi P ke sisi N.
Dalam pendekatan dioda ideal, dioda dianggap sebagai sebuah saklar tertutup jika diberi bias forward dan sebagai saklar terbuka jika diberi bias reverse. Artinya secara ideal, dioda berlaku seperti konduktor sempurna (tegangan nol) jika dibias forward dan seperti isolator sempurna (arus nol) saat dibias reverse. Hampir semua peralatan elektronika memerlukan sumber arus searah. Penyearah digunakan untuk mendapatkan arus searah dari suatu arus bolak-balik. Arus atau tegangan tersebut harus benar-benar rata tidak boleh berdenyut-denyut agar tidak menimbulkan gangguan bagi peralatan yang dicatu.
Dioda sebagai salah satu komponen aktif sangat popular digunakan dalam rangkaian elektronika, karena bentuknya sederhana dan penggunaannya sangat luas. Ada beberapa macam rangkaian dioda, diantaranya: penyearah setengah gelombang (Half-Wafe Rectifier), penyearah gelombang penuh (Full-Wave Rectifier), rangkaian pemotong (Clipper), rangkaian penjepit (Clamper) maupun pengganda tegangan (Voltage Multiplier).
3.transistor
Transistor adalah komponen aktif yang menggunakan aliran electron sebagai prinsip kerjanya didalam bahan. Sebuah transistor memiliki tiga daerah doped yaitu daerah emitter, daerah basis dan daerah disebut kolektor. Transistor ada dua jenis yaitu NPN dan PNP. Transistor memiliki dua sambungan: satu antara emitter dan basis, dan yang lain antara kolektor dan basis. Karena itu, sebuah transistor seperti dua buah dioda yang saling bertolak belakang yaitu dioda emitter-basis, atau disingkat dengan emitter dioda dan dioda kolektor-basis, atau disingkat dengan dioda kolektor.

Bagian emitter-basis dari transistor merupakan dioda, maka apabila dioda emitter-basis dibias maju maka kita mengharapkan akan melihat grafik arus terhadap tegangan dioda biasa. Saat tegangan dioda emitter-basis lebih kecil dari potensial barriernya, maka arus basis (Ib) akan kecil. Ketika tegangan dioda melebihi potensial barriernya, arus basis (Ib) akan naik secara cepat.
Transistor merupakan alat dengan tiga terminal seperti yang diperlihatkan oleh simbol sirkit pada gambar 1. Setelah bahan semikonduktor diolah, terbentuklah bahan semikonduktor jenis p dan n.
walaupun proses pembuatannya sangat banyak, pada dasarnya transistor merupakan tiga lapis gabungan kedua jenis bahan tadi, yaitu PNP dan NPN. 1. Transistor PNP Jenis PNP diperlihatkan dalam gambar 2.8(a) dan jenis NPN diperlihatkan dalam gambar 2.8(b). Prinsip kerja kedua tipe ini sama, perbedaannya hanyalah keberadaannya dalam kondisi panjaran DC.

Posttest


Posttest merupakan test yang diberikan pada sampel setelah sampel diberikan perlakuan, dimana posttest ini bertujuan mengetahui keterampilan siswa dalam melakukan aktivitas menggiring bola. Adapun tata cara pelaksanaannya adalah sebagai berikut:
1)      Siswa dibariskan dan melakukan pemanasan sebelum tes dilaksanakan.
2)      Memberikan pengertian tentang prosedur pelaksanaan tes.
3)      Siswa dipanggil sesuai urutan absen.
4)      Siswa melakukan tes menggiring bola
5)      Hasil menggiring bola dicatat oleh pencatat waktu tes.

Pretest

Pretest merupakan tes yang diberikan pada siswa sebelum siswa diberikan perlakuan, dimana pretest ini bertujuan mengetahui kemanpuan awal para siswa ekstrakurikuler futsal di SMK Negeri 1 Rasau Jaya dalam menggiring bola. Adapun tata cara pelaksanaannya sebagai berikut:
1) Siswa dibariskan dan melakukan pemanasan sebelum tes dilaksanakan.
2) Memberikan pengertian tentang prosedur pelaksanaan tes.
3) Siswa dipanggil sesuai urutan absen.
4) Siswa melakukan tes menggiring bola
5) Hasil menggiring bola dicatat oleh pencatat waktu tes.

Entri yang Diunggulkan

Margin Saham: Pengertian, Risiko, dan Saham yang Menarik untuk Dipertimbangkan

Mengenal Margin Saham Dalam dunia investasi saham, istilah margin sering kali menjadi topik yang menarik karena menawarkan peluang memperole...