Rabu, 31 Agustus 2022

MAKALAH Probilitas: Permutasi kombinasi Distribusi probabilitas: Distribusi normal Distribusi binomial

KATA PENGANTAR


Dengan memanjatkan puji syukur kepada Allah SWT, penulis dapat menyelesaikan tugas pembuatan makalah yang berjudul “Probilitas: permutasi kombinasi Distribusi probabilitas: Distribusi normal Distribusi binomial” dengan lancar.  Dalam pembuatan makalah ini, penulis mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Dosen, yang telah memberikan kesempatan dan memberi fasilitas sehingga makalah ini dapat tersampaikan dengan lancar. 

Akhir kata semoga makalah ini bisa bermanfaat bagi pembaca pada umumnya dan penulis pada khususnya, penulis menyadari bahwa dalam pembuatan makalah ini masih jauh dari sempurna untuk itu penulis menerima saran dan kritik yang bersifat membangun demi perbaikan kearah kesempurnaan. Akhir kata penulis sampaikan terimakasih.




Pontianak,  September 2019


Penyusun

DAFTAR ISI




BAB I

PENDAHULUAN

 

Latar Belakang

Statistik secara umum dapat diartikan sebagai ilmu pengetahuan tentang pengembagan dan aplikasi metode pengumpulan, pengolahan, penyajian, analisa/intrepretasi data numeric, sehingga kesalahan dalam pengambilan keputusan dapat diperhitungkan secara numeric. Statistik erat kaitannya dengan Pemerintahan, industri, Rumah Sakit, Perusahaan Swasta dan lain sebagainya, sebagai perencanaan dan penyusunan program-program yang didasari atas fakta di lapangan, dengan kata lain harus berdasarkan data real. Dari data tersebut kemudian diolah sehingga menghasilkan informasi yang dijadikan dasar untuk mengambil keputusan. Data tersebut berbentuk angka, yang biasanya digunakan untuk  penelitian terhadap sifat/karakteristik yang diteliti. misalnya jumlah karyawan BKKBN, jumlah akseptor KB, Jumlah peserta KB aktif di desa / kelurahan, jumlah kelompok penimbangan yang melapor pada bulan tertentu, dan lain sebagainya. Seiring dengan perkembangan yang pada mulanya statistik hanya menyangkut unsur-unsur negara. Namun, sekarang statistik telah diperlukan oleh seluruh aspek kehidupan tidak terkecuali bagi aspek kesehatan yang kita kenal dengan statistik kesehatan. Secara lebih terinci statistik kesehatan adalah suatu cabang dari statistik yang berurusan dengan cara-cara pengumpulan, kompilasi, pengolahan dan interpretasi fakta-fakta numerik sehubungan dengan sehat dan sakit, kelahiran, kematian, dan faktor-faktor yang berhubungan dengan itu pada populasi manusia berdasarkan propabilita. Apabila kegiatan pencatatan ini ditujukan khusus pada kejadian-kejadian kehidupan manusia tertentu, yakni kelahiran, kematian, perkawinan dan perceraian, disebut statistik vital (vital statistic), atau sering juga disebut statistik kehidupan (bio statistic). Dewasa ini, sebagian besar masyarakat di Indonesia kurang sadar dengan adanya program KB (Keluarga Berencana) .Masalah ini  sering ditemukan pada masyarakat yang primitif , yang kental akan adat istiadat setempat. Mereka menganggap bahwa banyak anak itu akan mendatangkan banyak rezeki. Kurang kesadaran dari mereka yang membuat sebagian besar penduduk bangsa ini terancam oleh kemiskinan. Dan kemiskinan juga yang menyebabkan mereka sulit 

untuk memenuhi kebutuhan hidupnya ,akibatnya terjadilah ledakan pada meningkatnya angka fertilitas, mortalitas dan migrasi. Dalam statiska kesehatan ini suatu permasalahan dapat dimonitoring dan dievaluasi melalui data yang dapat dipercaya dan tepat waktu, serta diharapkan seluruh kegiatan pengolahan data akan menghasilkan informasi, memberikan bobot untuk melakukan perbaikan dalam rangka membantu mengambil keputusan yang tepat.

Rumusan Masalah

Statistik kesehatan sangat bermanfaat untuk mengetahui berbagai cara pengumpulan, pengolahan, penyajian, dan analisis data serta cara pengambilan kesimpulan atas hasil survei. Untuk itu diajukan berbagai permasalahan, yaitu :

Apa saja ruang lingkup dalam statistik kesehatan?

Apa saja tujuan statistik kesehatan?

Apa saja manfaat statistik kesehatan?

Apa saja sumber data statistik kesehatan di Indonesia?

Apa saja jenis-jenis data dalam statistik?

Apa saja ukuran-ukuran dalam statistik?

Tujuan Penulisan

Berdasarkan rumusan masalah di atas, maka tujuan dari makalah ini adalah

Untuk mengetahui ruang lingkup statistik kesehatan.

Untuk mengetahui tujuan statistik kesehatan.

Untuk mengetahui manfaat statistik kesehatan.

Untuk mengetahui sumber statistik kesehatan di Indonesia.

Untuk mengetahui jenis-jenis data dalam statistik.

Untuk mengetahui ukuran-ukuran dalam statistik.


BAB II

PEMBAHASAN

Pengertian Statistik

Secara etimologi, statistik berasal dari bahasa romawi states, yang berarti negara, negarawan. Diartikan demikian karena statistik pada waktu itu banyak digunakan untuk urusan negara, seperti biaya pajak dan jumlah penduduk. Secara umum, arti statistik di bedakan menjadi dua bagian besar, yaitu arti statistik secara sempit dan arti statistik secara luas. Arti statistik secara sempit merupakan data ringkasan berbentuk angka. Sedangkan dalam arti luas, statistik merupakan ilmu yang mempelajari cara pengumpulan, pengolahan, penyajian dan analisis data, termasuk cara pengambilan kesimpulan dengan memperhitungkan unsur ketidakpastian berdasarkan konsep probabilitas. Statistik merupakan ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan data serta sifat-sifat data. Adapun kegiatan statistik adalah pengumpulan data, pengolahan data, penyajian data, menganalisis data, penariikan kesimpulan, serta pembuatan keputusan yang didasarkan atas data yang diperoleh. Data diperoleh dari fakta. Kegunaan data adalah memberikan informasi kepada yang membutuhkan. Statistik kesehatan merupakan aplikasi metode statistik terhadap masalah-masalah di bidang kesehatan. Jadi statistik keshatan bukan merupakan ilmu dasar (basic science), tetapi lebih tepat disebut sebagai ilmu terapan (applied science). Sebagai contoh apabila ingin membuktikan keampuhan obat A dengan obat B, kita memerlukan metode statistik. Aplikasi statistik dalam bidang kesehatan mempunyai ruang lingkup yang semakin luas, tidak hanya pada masalah medis saja, tetapi mencakup bidang keluarga berencana, demografi, kesehatan lingkungan, kesehatan kerja, serta peristiwa penting dalam kehidupan masyarakat sehari-hari atau disebut vital event seperti kelahiran, kematian, perkawinan, kesakitan, umur harapan hidup, fertilitas, dan lain-lainnya.

Sesuatu dikatakan statistik apabila:

Merupakan argegat. Argegat adalah kumpulan fakta-fakta yang diperoleh dari objek yang kita amati.

Diperoleh dengan cara menghitung atau mengukur.

Mempunyai variablitas.

Ruang Lingkup Statistik

Ruang lingkup dari statistik meliputi statistik deskritif dan statistik inferensial.

Statistik deksritif /deduktif , merupakan metode dan prosedur statistik yang dipakai hanya berbatas pada pengumpulan, penyajian, dan analisa data dalam bentuk narasi, tabulasi, atau daigram, serta perhitungan presentase, nilai rata-rata, standar eviasi dan lain-lain dari data sampel, tanpa perlu adanya peramalan dan pembuktian statistik terhadap grup data yang lebih luas atau populasi.

Statistik interferensial/induktif , merupakan metode dan prosedur statistik yang dipakai seperti halnya pada statistik deskriptif, juga disertai dengan pembuktian secara statistik bahwa data sampel yang sedang diteliti ini, apakah betul-betul berasal dan sudah  mewakili ciri-ciri grup data yang lebih luas atau populasi, dengan cara melakukan estimasi, tes hipotesis dan prediksi terhadap paameter populasi.

Tujuan Statistik

Berikut ini adalah tujuan statistik:

Menyederhanakan data,sehingga data tersebut dapat menghasilkan informasi.

Menjawab masalah yang ada dalam masyarakat.

Membuktikan suatu dugaan yang belum terjadi melalui penelitian.

Membantu seseorang di dalam pengembangan daya kritik dalam suatu kegiatan pengambilan keputusan dengan menggunakan cara-cara kuantitatif.

Manfaat Statistik

Berikut ini adalah manfaat statistik:

Sebagai bahan perencanaan dalam bidang kesehatanmasyarakat.

Menentukan masalah dan penyebab dari suatu masalah kesehatan.

Menentukan prioritas dari suatu program kesehatan.

Membantu para pengelola dan pelaksana program kesehatan,khususnyadalam mengambil keputusan.

Memberikan gambaran status kesehatan masyarakat.

Sebagai perbandingan tingkat kesehatan masyarakat dengan melihat data yang telah ada.

Menentukan kebutuhan-kebutuhan dalam bidang kesehatan.

Sebagai bahan pengawasan,ringkasan data yang berbentuk angka.

Sebagai bahan evaluasi keberhasilan program kesehatan.

Memberikan gamabaran tentang suatu objek secara lengkap dan ringkas.

Sumber Data Statistik Kesehatan di Indonesia

Menurut Departemen Kesehatan RI, data statistik untuk kesehatan berasal dari beberapa sumber, yaitu:

Sensus Penduduk

Dilakukan setiap sepuluh tahun sekali, dipergunakan untuk keperluan monitoring dan evaluasi terhadap kemajuan program kesehatan, perumahan, pendidikan, dan lain-lain.

Intercensal Population Survey

Survei dilakukan setiap sepuluh tahun sekali diantara dua sensus penduduk, dipergunakan untuk keperluan estimasi jumlah penduduk, angka kelahiran, angka kematian, mobilitas penduduk, serta keadaan sosio-ekonomi penduduk.

National Socio-Economy Survey

Dipergunakan untuk melihat data-data kegiatan sosio-ekonomi penduduk seperti status kesehatan, angka fertilitas, angka kriminalitas, perumahan, dan lingkungan hidup.

Food Balance Sheets

Dipergunakan untuk mengetahui pola konsumsi pangan penduduk, kebutuhan konsumsi pangan per kapita, distribusi pangan untuk keperluan ekspor, impor, industri, dan domestik.

National Household Health Survey

Dipergunakan untuk mengetahui data dan informasi mengenai status kesehatan masyarakat meliputi angka kematian, kesakitan, fertilitas, kehamilan, fasilitas kesehatan, status gizi anak serta wanita hamil, lingkungan hidup dan lain-lain.

Epidemic and Communicable Disease Report

Dipergunakan untuk mengetahui beberapa penyakit menular yang bersifat epidemik, dan sewaktu-waktu dapat menimbulkan wabah penyakit di masyarakat.

Hospital Recording System

Dipergunakan untuk mengetahui data terakhir serta informasi mengenai kegiatan, pelayanan, dan fasilitas rumah sakit pemerintah dan swata di Indonesia.

Health Manpower Recording and Reporting System

Dipergunakan untuk mengetahui jumlah data mengenai jumlah tenaga kerja dan personil kesehatan, jumlah sekolah kesehatan dan muridnya, serta mengenai kegiatan pelatihan/kursus kesehatan.

Aplikasi Statistik dalam Bidang Kesehatan

Berikut ini adalah aplikasi statistik  dalam bidang kesehatan:

Mengukur peristiwa-peristiwa yang penting atau vital event yang terjadi dalam masyarakat.

Mengukur status kesehatan masyarakat dan mengetagui masalah kesehatan yang terdapat dalam berbagai kelompok masyarakat.

Membandingkan status kesehatan masyarakat di suatu tempat dengan tempat lain atau status kesehatan masyarakat sekarang dengan masa lampau.

Meramalkan status kesehatan masyarakat di masa yang akan datang.

Evaluasi tentang perjalanan,keberhasilan,dan kegagalan dari suatu program kesehatan atau pelayanan kesehatan yang sedang di jalankan.

Keperluan etimasi kebutuhan masyarakat terhadap pelayanan kesehatan serta menentukan secara pasti target pencapaian tujuan.

Keperluan penelitian terhadap masalah kesehatan,keluarga berencana,dan lingkungan hidup.

Perencanaan dan sistem administrasi kesehatan.

Keperluan publikasi ilmiah di media massa.

Data

Data adalah kumpulan hasil pengamatan atau pengukuran terhadap sifat atau karkteristik yang di teliti. Data merupakan konsep jamak dari datum yang berarti suatu himpunan angka yang berasal dari hasil pengukuran individu. Sedangkan dari kumpulan data-data disebut agregat.

Berikut ini adalah pembagian klasifikasi atau jenis data:

Data menurut tingkat pengolahannya

Raw data,merupakan data mentah dan belum diolah.

Array data,data yang belum dikelompokkan,tetapi sudah disusun besar kecilnya.

Ungrouped data,merupakan raw data yang belum dikelompokkan.

Grouped data,data yang telah dikelompokkan dalam kelas-kelas tertentu,misalnya tabel distribusi frekuensi.

Data menurut bentuk angka

Data diskrit,data yang bentuk angkanya bulat.

Data kontinu,data yang angkanya pecahan atau desimal.

Data menurut sifatnya

Data kuantitatif,data yang berwujud angka.

Data kualitatif,data yang tiadak berwujud angka.


Data menurut sumbernya

Data primer,data yang didapat langsung dari individu atau masyarakat.

Data sekunder,data yang didapat dari orang lain,organisasi tertentu yang sudah diolah.

Data menurut skala pengukurannya

Data yang diperoleh dari mengukur dengan alat ukur perlu dinyatakan dalam ukuran skala.skala untuk data untuk kualitatif adalah skala nominal dan ordinal,sedangkan untuk data kuantitatif adalah skala interval dan rasio.

Skala nominal,mempunyai beberapa kategori,antarkategori tidak dapat diketahui tingkat perbedaannya. Contohnya seperti: jenis kelamin (laki-laki,perempuan),golongan pekerjaan (pegawai negeri,ABRI,swasta,buruh).

Skala ordinal,mempunyai beberapa kategori,antarkategori dapat diketahui tingkat perbedaanya,namun tidak dapat diketahui besarnya tingkat perbedaan. Contohnya seperti:tingkat pendididkan:tidak sekolah,SD,SMP,SMA,perguruan tinggi.

Skala interval,mempunyai beberapa kategori,antarbeberapa kategori dapat dibedakan,dan besarnya perbedaan,namun tidak dapat diketahui tingkat kelipatannya,tidak mengakui nol absolut. Contoh:nol derajat celcius ada suhunya,sebab perhitungan suhu sampai dengan minus. Tingkat pengetahuan,nilai A=80,nilai B=40,hal ini tidak berarti A dua kali lebih pandai dari B.

Skala rasio,mempunyai beberapa kategori,antarkategori diketahui tingkat perbedaannya,tingkat kelipatannya,dan mengakui adanya titik nol absolut. Contoh: usia berat badan,tinggi badan,penghasilan. Usia A=20 tahun,usia B=10 tahun,berarti usia A dua kali usia B,berat badan A=20 kg,B=40kg,berarti berat badan Asetengah kali berat badan B.

Populasi dan Sample

Populasi adalah kumpulan individu yang mempunyai karakteristik yang akandihitung atau diukur. Populasi dapat di bagi menjadi dua,yaitu:populasiterhingga(finit)dan populasi tak terhingga (infinit). Populasi terhingga adalahpopulasi yang diketahui jumlah besarnya. Populasi tak terhingga adalah populasi yang setiap kali berubah sehingga tidak diketahui besarnya. Populasitak terhingga dapat diubah menjadi populasi terhinggadengan caramembatasi wilayah atau membatasi waktu. Sampel adalah perwakilan daripopulsi. Cara pemilihan sampel dapat dilalakukan dengan:

Random (acak),yaitu setiap anggota populasi diberi kesempatan untuk menjadi sampel.

Nonrandom (terbatas),yaitu hanya anggota-anggota tertentu saja yang menjadi anggota sampel.

Ukuran-Ukuran Statistik Kesehatan

Purata (rate) adalah ukuran umum yang sering digunakan dalam analisis statistik, khususnya statistik kesehatan. Rate adalah suatu jumlah kejadian dihubungkan dengan populasi yang bersangkutan.

Jumlah kejadian (Kasus)

Rate (Purate) =___________________________________ X 1000

Populasi yang beresiko

Rate yang dihitung dari total populasi didalam suatu area sebagai denominator (penyebut) disebut rate crude atau angka kasar (purata kasar). Sedangkan rate yang dihitung dari kelompok atau segmen tertentu disebut  specific rate atau angka spesifik (purata spesifik)

Angka kasar yang sering digunakan dalam kesehatan masyarakat :

Crude Birth Rate (Angka Kelahiran Kasar)

Jumlah kelahiran hidup yang dilaporkan selama 1 tahun

______________________________________________ X 1000

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut

Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar)

Jumlah kematian yang dilaporkan selama 1 tahun

_____________________________________________ X 1000

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tersebut

Natural Increase Rate (Pertamabahan Penduduk Secara Alamiah)

Jumlah kelahiran dikurangi jumlah kematian

_____________________________________ X 1000

Jumlah penduduk pada pertengahan tahun

Specific Rate yang sering digunakan masyarakat

Berkaitan dengan bayi dan anak

Infant Mortality Rate (Angka Kematian Bayi)

Jumlah bayi mati dibawah umur 1 tahun

__________________________________ X 1000

Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun

Neonatal Mortality Rate ( Angka Kematian Neonatal)

Jumlah bayi dibawah 1 bulan

_________________________________ X 1000

Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun


Post Neonatal Mortality Rate (Angka Kematian Pasca Neonatal)

Jumlah anak mati umur 1 bulan – 1 tahun

____________________________________ X 1000

Jumlah kelahiran hidup selama 1 tahun

Berkaitan dengan Kehamilan dan Kelahiran

Still Birth Rate (Angka Lahir Mati)

Jumlah bayi lahir mati pada umur kehamilan cukup

____________________________________________X 1000

Jumlah bayi lahir hidup dan lahir mati

Perinatal Mortality Rate (Angka Kematian Perinatal)

Jumlah bayi lahir hidup dan mati dibawah 1 tahun

_____________________________________________ X 1000

Jumlah bayi hidup dan mati

Mortality Maternal Ibu Rate (Angka Kematian)

Jumlah kematian ibu karena kehamilan, kelahiran

___________________________________________ X 1000

Jumlah lahir hidup dan mati

Fertility Rate (Angka Kesuburan)

Jumlah kelahiran dalam 1 tahun

_______________________________ X 1000

Jumlah wanita berunur 15  ̶  49 tahun

Umum 

Age Specific Death Rate (Angka Kematian Berdasarkan Kelompok Umur)

Jumlah kematian pada kelompok umur tertentu

____________________________________________ X 100

Jumlah populasi pada kelompok umur tertentu

Sex Specific Death Rate (Angka Kematian Berdasarkan Jenis Kelamin)

Jumlah kematian pada golongan seks tertentu

__________________________________________ X 1000

Jumlah populasi pada golongan seks tertentu

DISTRIBUSI BINOMIAL

Distribusi ini ditemukan oleh seorang ahli matematika berkebangsaan Swiss bernama Jacob Bernauli. Oleh karena itu distribusi binomial ini dikenal juga sebagai distribusi bernauli. Dalam menggunakan distribusi binomial terdapat 3 syarat yang harus dipenuhi,yaitu:

1. Tiap peristiwa harus mempunyai 2 hasil.

2. Probabilitas dari setiap peristiwa harus selalu tetap.

3. Event yang dihasilkan bersifat independent.

Rumus (1.1) nPr =         n!           Pr qn-r

                                   r! (n-r)!

P= probabilitas yang kita inginkan

q= 1-p

n= banyak nya peristiwa

r= jumlah sukses yang diinginkan


CIRI-CIRI DISTRIBUSI BINOMIAL

Ciri pertama distribusi binomial adalah bila jumlah n tetap dan p kecil maka distribusi yang dihasilkan akan miring ke kanan dan bila p makin besar maka kemiringan akan berkurang dan bila p mencapai 0,5 maka distribusi akan menjadi simetris. Bila p lebih besar dari 0,5, maka distribusi yang dihasilkan akan miring ke kiri.

Ciri kedua nya adalah bila p tetap dengan jumlah n yang makin besar maka akan dihasilkan distribusi yang mendekati distribusi simetris.

Contoh:  Probabilitas seorang bayi tidak di imunisasi polio adalah 0,2 (p). Pada suatu hari di Puskesmas "X" ada 4 orang bayi. Hitunglah peluang dari bayi tersebut 2 orang belum imunisasi polio. Jadi, di dalam kejadian binomial ini dikatakan b (r=2, n=4, p=0,2 q= 0,8) Penyelesaian :  Katakanlah bayi tersebut A,B,C,D. Dua orang tidak diimunisasi mungkin adalah A&B, A&C, A&D, B&C, B&D, C&D. 

Rumus :  nPr =         n!           Pr qn-r

                              r! (n-r)!

                       =       4!            (0,2)2 (0,8)2

                              2! (4-2)!

                      = 0,154

Selain memakai rumus binomial, permasalahan ini juga dapat dikerjakan dengan memakai tabel binomial, caranya adalah dengan menentukan n.misalnya dari contoh soal adalah 4, dilihat pada kolom pertama kolom kedua adalah kemungkinan x, dalam permasalahan ini adalah r=2. p dilihat pada baris paling atas dalam hal ini p=0,2, ditarik garis dari p=20 sampai ke n = 4dan r = 2, ditabel didapatkan 0,973. Ini adalah peluang kumulatif dari p (r=0) + p (r=1) + p (r=2). Jadi kalau mau mendapatkan p(r=2) saja, maka 0,973-0,819 = 0,154 

Distribusi normal dalam statistika

Satu-satunya distribusi probabilitas dengan variabel random kontinu adalah distribusi normal. Ada 2 peran yang penting dari distribusi normal :

Memiliki beberapa sifat yang mungkin untuk digunakan sebagai patokan dalam mengambil suatu kesimpulan  berdasarkan hasil sampel yang diperoleh. Pengukuran sampel digunakan untuk menafsirkan parameter populasi.

Distribusi normal sangat sesuai dengan distribusi empiris, sehingga dapat dikatakan bahwa semua kejadian alami akan membentuk distribusi ini. Karena alasan inilah sehingga distribusi ini dikenal sebagai distribusi normal dan grafiknya dikenal sebagai kurva normal atau kurva gauss.


Ciri-ciri distribusi normal

Distribusi normal mempunyai beberapa sifat dan ciri, yaitu:

Disusun dari variable random kontinu

Kurva distribusi normal mempunyai satu puncak (uni-modal)

Kurva berbentuk simetris dan menyerupai lonceng hingga mean, median dan modus terletak pada satu titik.

Kurva normal dibentuk dengan N yang tak terhingga.

Peristiwa yang dimiliki tetap independen.

Ekor kurva mendekati absis pada penyimpangan 3 SD ke kanan dan ke kiri dari rata-rata dan ekor grafik dapat dikembangkan sampai tak terhingga tanpa menyentuh sumbu absis.



 




Distibusi normal standar

Suatu distribusi normal tidak hanya memiliki satu kurva, tetapi merupakan kumpulan kurva yang mempunyai ciri-ciri yang sama.sehingga harus ditentukan 1 pegangan sebagai distribusi nprmal yang standar. 

Ada 2 cara untuk menentukan distribusi normal :

1. cara ordinat:

Menggunakan rumus distribusi normal berikut :



µ = rata-rata

σ    = simpang baku

π = 3,1416 (bilangan konstan)

e = 2,7183 (bilangan konstan)

X = absis dengan batas -∞ < X < π

Bila nilai µ dan σ tetap maka setiap nilai x akan menghasilkan nlai y sehingga bila nilai x dimasukkan dalam perhitungan berkali-kali dengan julah tak terhingga maka akan dihasilkan suatu kurva distribusi normal. Terdapat banyak kurva  normal dengan bentuk yang berlainan, tergantung dari besar dan kecilnya σ.  

Bila σ besar, kurva yang terbentuk mempunyai puncak yang rendah, sebaliknya bila σ kecil akan menghasilkan puncak kurva yang tinggi.

Dapat pula bentuk kurva normal dengan µ yang  berbeda atau dengan µ dan σ yang berbeda

  





 






Cara luas

Kurva normal adalah kurva yang simetris, yang berarti bahwa kurva ini akan membagi luas kurva  menjadi 2 bagian yang sama.Seluruh luas kurva = 1 atau 100% dan rata-rata (µ) membagi luas kurva menjadi 2 bagian yang sama.Berarti luas tiap belahan adalah 50%. Setiap penyimpangan rata-rata dapat ditentukan presentase terhadap seluruh luas kurva.

Penyimpangan ke kanan dan ke kiri : 

-.penyimpangan  1 SD = 68,2% dari seluruh luas kurva.

-.penyimpangan 2 SD = 95,5% dari seluruh luas kurva.

-.penyimpangan 3 SD, = 99,7% dari seluruh luas kurva.





 







Proses standarisasi dapat dilakukan dengan transformasi rumus (kurva normal standar) :

Z = x - µ 

         σ

x = nilai variable random

µ = rata-rata distribusi

σ = simpang baku

Z = nilai standar, yaitu besarnya penyimpangan suatu nilai terhadap  rata-rata yang dinyatakan dari unit SD.

Standarisasi penting dilakukan karena ada variabel random yang memiliki satuan yang berbeda-beda, seperti cm, kg, bulan. Untuk memudahkan perhitungan dapat digunakan sebuah table yang menunjukkan luas area di bawah kurva normal antara nilai rata-rata dan suatu nilai variable random yang dinyatakan dalam unit SD.

Misalnya : luas 95% adalah 1,96 SD.

Untuk transformasi distribusi normal menjadi distribusi normal  standar dinyatakan  µ = 0 dan σ = 1.




 





PENGGUNAAN TABEL DISTRIBUSI NORMAL

Tabel distribusi normal standar terdiri dari kolom dan baris. Kolom paling kiri menunjukkan nilai Z, tertera angka 0 sampai 3 dengan satu desimal dibelakangnya. Desimal berikutnya terletak pada baris paling atas dengan angka dari 0 sampai 9. Misalnya dari hasil perhitungan diperoleh nilai Z = 1,96 

Maka di kolom kiri kita cari nilai1,9 dan baris atas kita cari angka 6

Dari kolom 6 bergarak ke bawah, hingga pertemuan titik yang menunjukkan angka 0,4750.

Berarti luas daerah di dalam kurva normal antara rata-rata dengan 1,96 SD ke kanan adalah 0,475.

Karena luas kurva ke kanan dan ke kiri sama, maka luas penyimpangan 1,96 ke kanan dan ke kiri dari rata-rata adalah 0,95 (95%).

Aplikasi distribusi normal

Sebagai contoh aplikasi distribusi normal, dilakukan suatu evaluasi thd pengobatan TB menggunakan Rifampicin dengan rata-rata kesimpulan 200 hari dan standar deviasinya sebesar 10. Berapakah probabilitas kesembuhan antara 190 dan 210?

Jawab :

Mula-mula dihitung nilai Z =210

Z= (210-200)/10 = 1=0,3413

 jadi probabilitas kesembuhan 190 sampai 210 = 0,3413+0,3413=0,6826=68,26\






 






















BAB III

PENUTUP

 

Kesimpulan

Dari berbagai ulasan diatas, dapat kami simpulkan bahwa statistik kesehatan erat kaitannya dengan permasalahan kesahatan saat mengalami kegagalan atau keberhasilan program guna untuk menganalisa kecenderungannya. Analisa perbandingan tersebut dapat dilihat antar waktu dan tempat, mempunyai tujuan dalam menjawab masalah yang ada dalam masyarakat dengan membuktikan suatu dugaan yang belum terjadi dengan penelitian. Statistik kesehatan merupakan suatu wadah untuk dapat memonitoring suatu kemajuan status kesehatan di suatu wilayah tertentu, mengevaluasi program kesehatan masyarakat, serta dapat menentukan prioritas masalah kesehatan masyarakat.

Saran

Kami sebagai penulis sadar bahwa makalah ini masih jauh dari kata sempurna, kedepannya kami akan lebih dalam memberi contoh studi kasus dan lebih detail dalam menjelaskan tentang statistik kesehatan dengan sumber-sumber yang lebih banyak lagi.











DAFTAR PUSTAKA

Adhani, Harzia. 2011. Ilmu Kesehatan Masyarakat. Yogyakarta: Nuha Medika.

Chandra, Budiman. 1995. Pengantar Statistik Kesehatan. Jakarta: EGC.

Mubarak dan Chayatin. 2009. Ilmu Kesehatan Masyarakat: Teori dan Aplikasi. Jakarta: SalembaMedika.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2008. Kesehatan Masyarakat: Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta.

Notoatmodjo, Soekidjo. 2003. Prinsip-Prinsip Dasar Ilmu Kesehatan Masyarakat. Jakarta: Rineka Cipta.


Selasa, 30 Agustus 2022

Keperawatan Anak Kebutuhan Orang Tua dengan Anak Disabilitas

Pendahuluan


Setiap anak memiliki hak yang sama, yaituhak untuk tumbuh dan berkembang, hak mendapatkan pendidikan, kasih saying, dan penghidupan yang layak termasuk anak dengan disabilitas. Menurut Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2014 anak penyandang disabilitas adalah anak yang memiliki keterbatasan fisik, mental, intelektual, atau sensorik dalam jangka waktu lama yang dalam berinteraksi dengan lingkungan dan sikap masyarakatnya dapat menemui hambatan yang menyulitkan untuk berpartisipasi penuh dan efektif berdasarkan kesamaan hak Hasil temuan dari wawancara penulis di komunitas, menunjukkan bahwa masih terdapat 5 orang orang tua yang masih malu dan minder dengan kondisi anak mereka, terdapat juga 5–10 orang tua yang tidak mengizinkan anaknya untuk sekolah di SLB, serta ada juga ayah dan seorang ibu yang mengalami gangguan mental setelah melahirkan anak dengan disabilitas dan seorang ayah yang mengalami gangguan mental juga karena kesulitan mendapat pekerjaan dan anaknya mengalami disabilitas. Selain itu, hampir semua orang tua tidak mengetahui informasi tentang manfaat dan jenis-jenis terapi untuk anak dengan disabilitas. Terkadang masih terdapat orang tua yang enggan untuk ikut terapi dan mengganggap terapi yang dilakukan itu bisa dilakukan oleh sendiri tanpa menggunakan ahli terapis.


Metode Penelitian


Penelitian ini menggunakan metodedeskriptif kuantitatif. Penelitian dilakukan di Komunitas Ikatan Keluarga dengan Anak Disabilitas Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung pada tanggal 17 Maret 2017 sampai dengan 13 April 2017. Populasi dalam penelitian ini adalah orang tua (ibu dan ayah) yang memiliki anak disabilitas (usia 0-18 tahun) di Komunitas Ikatan Keluarga dengan Anak Disabilitas Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Teknik pengambilan sampel dalam penelitian ini menggunakan sampling jenuh/total sampling. Jumlah sampel adalah 31 ibu dan 31 ayah dari 31 keluarga yang memiliki anak disabilitas (usia 0-18 tahun) dari Komunitas Keluarga Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Sebanyak 31 keluarga dari komunitas ini tersebar dari Desa Cimekar (22 keluarga), Cinunuk (4 keluarga), dan Cileunyi Kulon (2 keluarga), dan Cileunyi Wetan (3 keluarga). 



Hasil Penelitian 

Sebagian besar keluarga memiliki pendapatan kurang dari UMR Kabupaten Bandung (61,3%). Jumlah anak yang dimiliki orang tua sebagian besar adalah 2 anak sebanyak 15 keluarga (48%). Tabel 3 menunjukkan bahwa nilai rerata skor setiap domain kebutuhan keluarga di Komunitas Ikatan Keluarga dengan Anak Disabilitas Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung (n=31) pada ibu jika diurutkan dari nilai tertinggi ke terendah adalah domain kebutuhan informasi dan kebutuhan dukungan profesional memiliki nilai yang sama 71,0%, domain pelayanan komunitas 64,5%, domain kebutuhan menjelaskan kepada orang lain 38,7%, domain kebutuhan finansial 22,6%, doamain perawatan anak 16,1 %, dan domain dukungan keluarga dan sosial 12,9%. Kebutuhan pada ayah dengan anak disabilitas dari tertinggi ke terendah adalah domain kebutuhan informasi 71,0%, domain pelayanan komunitas 64,5%, domain kebutuhan profesional 61,0%, domain menjelaskan kepada orang lain 45,2%, kebutuhan finansial 29,0%, domain perawatan anak 22,6%, dan dukungan keluarga dan sosial 19,4%.


Kesimpulan Jurnal Kebutuhan Orang Tua dengan Anak Disabilitas:

Jadi menunjukkan masih banyak orang tua yang minder dan malu dengan keadaan anak mereka. Selain itu, masih banyak orang tua yang tidak menyekolahkan dan tidak mengetahui informasi terkait terapi untuk anak dengan disabilitas. Jika hal tersebut dibiarkan, maka dapat menyebabkan masalah yang serius, seperti terganggunya tumbuh kembang anak dan kebutuhan keluarga dengan anak disabilitas. Penelitian ini bertujuan mengetahui gambaran kebutuhan keluarga dengan anak disabilitas di Komunitas Ikatan Keluarga dengan Anak Disabilitas Desa Cimekar Kecamatan Cileunyi Kabupaten Bandung. Kebutuhan keluarga dengan anak disabilitas diukur menggunakan kuesioner Assessment of Family Needs-FNS versi Jepang yangdiadopsi dari Bailey dan Simerson (1988).. Dengan terpenuhinya kebutuhan informasi orangtua, maka orang tua akan lebih mengetahui cara merawat dan mengembangkan potensi yang dimiliki anak mereka.

Senin, 29 Agustus 2022

SOAL KASUS MANAJEMEN KELOMPOK

SOAL KASUS MANAJEMEN KELOMPOK

Kepala ruang ICU sedang merencanakan pengembangan staf melalui pendidikan dan pelatihan selama 6 bulan untuk meningkatkan kemampuan serta keterampilan staf yang ada di ICU tersebut.  Berdasarkan kasus tersebut unsur dalam manajemen keperawatan yang sedang dijalankan oleh kepala ruang adalah ......

Men

Money

Materiasl

Method

Market

Pada  shif pagi ketua tim dan anggota tim sedang melaksanakan timbang terima, ditemukan masalah keperawatan pada pasien yang terpasang infus, terdapat kemerahan ada lkasi pemasangan infus, infus terpasang sudah 3 hari. Pada saat di ners statin ketua tim mengingatan waktu pemasangan tidak boleh lebih dari 3 hari disarankan untuk mengganti infus dengan yang baru agar tidak terjadi plebitis.

Apakah peran ketua tim dikasus tersebut ?

Sebagai Koordinator 

Sebagai  Kontroling

Sebagai  Konsulor

Sebagai Evaluator 

Sebagai motivator  

Seorang kepala bidang keperawatan melaksanakan rapat dengan mengundang seluruh kepala ruangan yang ada di rumah sakit. Pada rapat tersebut Kabid Keperawatan menyampaikan visi dan misi keperawatan terbaru  serta membahas rancangan anggaran untuk meningkatkan pelayanan.

Apakah fungsi manajemen yang dilakukan oleh kepala bidang keperawatan tersebut?

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengaturan staff

Pengarahan

Pengendalian 

Seorang perawat X di ruang bedah tugasnya di pagi hari memberikan pengobatan kepada pasien, tindakan keperawatan yang diberikan adaah pemberian obat dengan injeksi, pasang cairan infus, dan mengobservasi balance cairan.

Berdasarkan kasus diatas, fungsi manajemen keperawatan yang dilakukan oleh perawat X adalah...

Perencanaan

Pengorganisasian

Pelaksanaan

Pengawasan

Pendokumentasian

Dalam suatu organisasi pasti pernah terjadi kesalah pahaman yang dapat menyebabkan konflik. Di bawah yang bukan termasuk penyebab terjadi konflik adalah...

Berbagai sumber daya yang langka

Perbedaan dalam tujuan

Saling tergantung dalam pekerjaan

Perbedaan pendapat

Diskusi dan kerja sama

Salah satu kegiatan badan usaha yang dilakukan oleh pimpinan untuk menggerakkan karyawan agar bekerja keras dengan tujuan yang telah ditetapkan dan memberikan motivasi kerja serta suasana kerja yang nyaman, hal yang dilakukan pimpinan tersebut termasuk dalam fungsi manajemen 

Planing

Organizing

Actuating

Controling

Evaluating

Tindakn memantau kinerja atau tindakan membvandingkan hasil-hasi dengan tujuan, serta tindakan mengadakan perbaikan. Proses pengumpulan dan penafsiran umpan balik kinerja sebagai dasar tindakan konstruktif dan perbaikan-perbaikan bia dipandang perlu merupakan pengertian fungsi manajemen ?

Ocoordinating

Controling

Actuating

Planing

Organizing

Tn. A adalah seorang manajer personalia merencanakan penerimaan pegawai baru dalam rangka merealisasikan rencananya, Tn. A melakukan kegiatan-legiatan mulai dari menentukan panitia, menetapkan tugas, dan tanggung jawab masing-masing individu, serta pendelegasian wewenang kepada bawahan. Kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh Tn. A sesuai dengan fungsi manjemen ?

Forcasting

Controling

planing

Organizing

Actuating 

Seroang perawat, usia 22 tahun pada hari pertama bekerja dibangsal penyakit dalam, kemudian kepala ruangan menyampaikan uraian tugas kepada perawat baru tersebut dan kepada masing-masing sta n ya. Fungsi manajmen manakah yang dilakukan kepala ruangan pada kegiatan tersebut ?

Perencanaan

Pengorganisasian

Pengaturan staf

Pengarahan

Pengendalian

Seseorang lulusan perawat baru 3 bulan bekerja disebuah pelayanan kesehatan swasta. Berdasarkan penampilannya 3 bulan ini perawat tersebut menunjukan antusiasme dan komitmen yang tinggi pada institusi dan bidang yang digelutinya. Namun secara kompetensi ia masing tergolong kurang terampilan kurang kecakapannya, ia cenderung belum tanggap pada apa yang seharusnya di lakukan. Bagaimana sikap manajer pada perawat tersebut ?

Diajarkan dan di bimbing (coaching)

Diberdayakan(empower)

Diarahkan(directing)

Diawasi(controling)

Didukung(support)

Minggu, 28 Agustus 2022

LAPORAN PENDAHULUAN PELAKSANAAN MUSYAWARAH MASYARAKAT RUKUN TETANGGA (MMRT)

LAPORAN PENDAHULUAN PELAKSANAAN

MUSYAWARAH MASYARAKAT RUKUN TETANGGA (MMRT)

Sehubungan dengan adanya program Pembangunan Kesehatan Masyarakat Desa (PKMD) dalam praktik keperawatan komunitas mahasiswa D-III Keperawatan Jurusan Keperawatan Singkawang Poltekkes Kemenkes Pontianak di RT 006, RW 003 Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singawang Utara, Kota Singkawang, Kami mengharapkan kehadiran Bapak/Ibu/Sdr/ pada :

Hari / Tanggal : Senin / 13 November 2017

Waktu : 15:30 - selesai

Tempat

Acara : Musyawarah Masyarakat Rukun Tetangga (MMRT) dalam rangka penyampaian data berdasarkan hasil pengkajian / wawancara dari tanggal 7 Oktober samapai dengan 9 Oktober 2017

Mengingat pentingnya acara ini, kami mohon kehadiran dan partisipasi Bapak / Ibu / Sdr / i. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.



  Mengetahui,    Hormat Kami,

Ketua RT 006 Ketua Kelompok



    (Rusdi)                                                              (Yoga Dwietniko Bayu Prasetya)

LAPORAN PENDAHULUAN PELAKSANAAN

MUSYAWARAH MASYARAKAT RUKUN TETANGGA (MMRT)


Laporan Pendahuluan/Proposal


Setelah dilakukan pendataan dan tabulasi data, mahasiswa melakukan musyawarah masyarakat desa dengan masyarakat berdasarkan data-data yang dapat menimbulkan masalah kesehatan, sekaligus menentukan prioritas masalah dan rencana tindakan. Berikut ini disampaikan satuan acara MMRT dan laporan pelaksaannya :

Pokok bahasan : MMRT

Sub pokok bahasan : Perkenalan,orientasi masalah dan diskusi

Sasaran : Warga RT 11/ RW 06

Target : Tokoh Masyarakat, Perwakilan Pemuda.

Hari/Tanggal : kamis, 16 februari 2012

Waktu : 19.00 – Selesai

Tempat : Ibu Sunarti (Ketua RT 11)

Latar belakang

Berdasarkan data hasil pengkajian tanggal 09 februari 2012 s/d 11 februari 2012. Dengan klasifikasi : Data numerik, data observasi, dan data wawancara maka selanjutnya data diolah dengan merekapitulasi ke dalam format yang tersedia. data-data yang mendukung masalah dipilah-pilah sehingga memunculkan suatu masalah yang relevan dengan kondisi yang ada di masyarakat.masalah yang didapatkan di prioritaskan sesuai dengan kaedah yang berlaku dan disertai rencana tindakan untuk mengatasi masalah tersebut.hal-hal tersebut di atas dilakukan oleh mahasiswa bersama masyarakat oleh karena itu perlu suatu forum musyawarah antara mahasiswa, masyarakat dan pihak-pihak terkait.

Tujuan Umum

Setelah mengikuti kegiatan MMRT masyarakat RT.11, RW.06 Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, kota singkawang, mengetahui masalah kesehatan yang ada di RT tersebut.

Tujuan Khusus

Setelah mengikuti kegiatan MMRT masalah Di RT.11, RW.06 Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, kota singkawang, Masyarakat mampu mengidentifikasikan masalah-masalah kesehatan yang ada di RT 11/RW 06.

Masyarakat mampu memprioritaskan masalah yang ada di  RT 11/RW 06.

Masyarakat mampu menyusun langkah-langkah untuk mengatasi masalah yang ada di RT 11/RW 06.

Masyarakat mampu menyusun strategi dalam pelaksaan kegiatan.


Isi Materi

Penyuluhan data.

Identifikasi dan prioritas masalah.

Penyusunan langkah-langkah pemecahan masalah.

Penyusunan strategi dan koordinasi pelaksaan kegiatan.

Metode

Ceramah.

Diskusi/Musyawarah.

Media

Laptop.

Infokus.

Leaflet.

TOA.


Kegiatan MMRT(Musyawarah Masyarakat Rukun Tetangga)

NO Kegiatan Peserta Waktu

1. Pembukaan oleh pembawa acara meliputi :

Penyampaian salam.

Pembacaan acara.

Pembacaan do’a pembuka.

Membalas salam

Mendengar aktif

Melakukan do’a bersama 3 Menit

2. Penyajian data oleh penguji. Mendengarkan dan memperhatikan 10 Menit

3. Identifikasi masalah kesehatan oleh peserta yang di pandu moderator. Berpartisipasi aktif 30 Menit

4. Diskusi penyusunan prioritas masalah Berpartisipasi aktif 30 Menit

5. Penyusunan langkah-langkah penyelesaian masalah. Berpartisipasi aktif 10 Menit

6. Penyusunan strategi dan koordinasi pelaksaan kegiatan. Berpartisipasi aktif 15 Menit

7. Penutup. 10 Menit


Susunan Panitia MMRT


Koordinator : Benediktus 

Pembawa acara : Benediktus.

Penyaji : Irwanto, David Marwandi, Shanti Armiaty, Rhaudatin.

Bendahara : Shanti Armiaty.

Konsumsi : Shanti Armiaty, Rhaudatin, Sunarti, Ibu-ibu PKK

Perlengkapan : Irwanto

Fasilitator : Benediktus, Irwanto, David Marwandi, Shanti Armiaty,  

  Rhaudatin.


Evaluasi

Semua peserta aktif dalam MMRT.

Peserta yang hadir 68 Orang.

Acara berjalan lancar dan tak ada gangguan.











LAPORAN PELAKSANAAN

MUSYAWARAH MASYARAKAT RUKUN TETANGGA (MMRT)


Waktu

Kamis, 16 februari 2012, jam 19.00 WIB - selesai

Tempat

Rumah Ibu Sunarti (Ketua RT).

Peserta


Warga RT 11 dan mahasiswa.

Susunan Acara


Pembukaan.

Perkenalan singkat.

Penyajian data.

Diskusi.

Lain-lain yang di isi dialog antra mahasiswa dan warga.

Penutup.


Hasil Diskusi


Masalah kesehatan yang dapat di rumuskan bersama masyarakat, yaitu Resiko terjadinya penyakit DBD (Demam Berdarah ),Penyakit lansia, ISPA,Diare dan kurang gizi pada balita di RT.11, RW.06 Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, kota singkawang.





Diskusi berjalan lancar, dan penetapan scoring bersama-sama dengan semua masyarakat yang hadir.

Untuk selanjutnya juga dengan musyawarah bersama masyarakat, perwakilan puskesmas & aparat kelurahan dengan difasilitasi mahasiswa telah dibuat rencana kegiatan untuk mengatasi masalah yang terjadi.( Berita Acara MMRT terlampir ).

Masalah kesehatan yang dapat di rumuskan bersama masyarakat, yaitu Kemungkinan terjadinya penyakit ISPA di Dusun Mulyorejo RT 03/RW 07 Kelurahan Desa Sukatani Kecamatan Gunung Kidul.

Tanggapan masyarakat : 

Bapak Anton S : “ Bagaimana cara mengolah sampah yang baik dan benar”

Ibu Mujiah : “ Bagaimana cara pencegahan ISPA.Bapak Anton menyatakan untuk di ada kan penyuluhan kesehatan di rumah Pak Kerto Dipuro.”

Ibu Sutomo : “ Bagaimana jika penyuluhan kesehatan dalam satu pertemuan di sampaikan masalah kesehatan tentang rheumatik.”

Ibu Samino : “ Kita sebagai warga Dusun Mulyorejo di RT 03/RW 07 Kelurahan Desa Sukatani Kecamatan Gunung Kidul harus mendukung kegiatan yang di adakan oleh mahasiswa kesehatan Jurkep dalam meningkatkan kesehatan kita dan lingkungan.


Prioritas masalah yang ditentukan warga


Masalah penyakit DBD.

Masalah penyakit degeneratif  berkelanjutan.

Diare

ISPA

Kurang Gizi pada balita


Daftar Hadir


Terlampir.

Foto Kegiatan


Terlampir.

















PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) KEPERAWATAN KOMUNITAS MAHASISWA D4 KEPERAWATAN KOMUNITAS JURUSAN KEPERAWATAN SINGKAWANG POLTEKKES KEPMENKES PONTIANAK

Singkawang, 18 februari 2012


Kepada Yth. 

Bapak / Ibu / Sdr / I...................................

Di_

Tempat

Dengan Hormat,

Sehubungan dengan adanya program PRAKTEK KERJA LAPANGAN (PKL) KEPERAWATAN KOMUNITAS MAHASISWA D4 KEPERAWATAN KOMUNITAS di RT.11, RW.06 Kelurahan Setapuk Besar, Kecamatan Singkawang Utara, kota singkawang, Kami mengharapkan kehadiran Bapak / Ibu / Sdr / pada :

Hari / Tanggal : minggu, 19 februari 2012

Waktu : 10.00 WIB s/d Selesai

Tempat : Rumah Ketua RT 11

Acara : Penyuluhan Kesehatan Tentang DBD, Rheumatik, ISPA, serta pemeriksaan kesehatan dan tekanan darah gratis.

Mengingat pentingnya acara ini, kami mohon kehadiran dan partisipasi Bapak / Ibu / Sdr / i. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Hormat Kami,

Mengetahui

Ketua RT 11 Ketua Kelompok



(Sunarti)                                                              (  Benediktus  )

Kelurahan Setapuk Besar                                        Mahasiswa D4 Keperawatan Komunitas


Sabtu, 27 Agustus 2022

TERAPI KOMPLEMENTER “Mind Body Spirit Therapies : Imagery, Music Intervention, Humor, Yoga, Biofeedback”


KATA PENGANTAR


Alhamdulillah puji dan syukur kehadirat Allah SWT yang telah melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya, sehingga kelompok  kami  dapat menyelesaikan makalah ini yang berjudul Terapi komplementer yang terdiri darimind body spirit therapies : imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedbacktepat pada waktunya.

Makalah ini berisikan pembahasan mengenai konsep dari mind body spirittherapies : imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedback. Dalam penyusunan Makalah ini kami telah berusaha memberikan yang terbaik dengan dukungan dari berbagai sumber atau literatur yang ada. Untuk itu kami menghaturkan  terimakasih kepada

Orang tua yang telah memberikan dukungan finansial serta motivasi dalam proses pendidikan.

Dosen pembimbing bapak Ns. Jaka Pradika, M.Kep., WOC(ET)N 

Teman kelompok yang telah berkontribusi dalam pembuatan makalah ini, serta pihak-pihak lain yang tidak mungkin penulis sebutkan satu-persatu.

Penulis menyadari masih banyak kekurangan dalam penyusunan makalah ini maka dari itu kritik serta saran dari pembaca yang bersifat membangun sangat kami perlukan demi kesempurnaan penulisan berikutnya. Harapan kami dengan adanya makalah ini dapat berguna bagi kami sendiri maupun pembaca.



Pontianak, 3 Oktober 2019

Penulis




DAFTAR ISI


HALAMAN JUDUL i

KATA PENGANTAR ii

DAFTAR ISI iii

BAB I PENDAHULUAN

Latar Belakang 1

Rumusan Masalah 2

Tujuan Penulisan 2

Tujuan Umum 2

Tujuan Khusus 2

Raung Lingkup 2

Metode penulisan 2

Sistematika Penulisan 3

BAB II TINJAUAN TEORI

Konsep Teori Terapi Komplementer 4

Definisi 4

Tujuan Terapi Komplementer 6

Klasifikasi Terapi Komplementer 7

Peran Tenaga Kesehatan Dalam Terapi Komplementer 8

Mind Body Spirit Therapies 8

Imagery 11

Music Intervention 14

Humor 17

Yoga 20

Biofeedback 26

BAB III PENUTUP

Kesimpulan 29

Saran 30

DAFTAR PUSTAKA

BAB I


PENDAHULUAN


Latar Belakang

Pengobatan komplementer merupakan suatu fenomena yang muncul saat ini diantara banyaknya fenomena-fenomena pengobatan nonkonvensional yang lain, seperti pengobatan dengan ramuan atau terapi herbal, akupunktur, dan bekam (Widyatuti, 2008).

Penyakit tidak menular (PTM) menjadi penyebab utama kematian secara global. Data WHO menunjukkan bahwa dari 57 juta kematian yang terjadi di dunia pada tahun 2008, sebanyak 36 juta atau hampir dua pertiganya disebabkan oleh Penyakit Tidak Menular. Di negara-negara dengan tingkat ekonomi rendah dan menengah, dari seluruh kematian yang terjadi pada orang-orang berusia kurang dari 60 tahun,  29% disebabkan oleh PTM, sedangkan di negara-negara maju, menyebabkan 13% kematian.

Menurut Badan Kesehatan Dunia WHO, kematian akibat Penyakit Tidak Menular (PTM) diperkirakan akan terus meningkat di seluruh dunia, peningkatan terbesar akan terjadi di negara-negara menengah dan miskin. Lebih dari dua pertiga (70%) dari populasi global akan meninggal akibat penyakit tidak menular seperti kanker, penyakit jantung, stroke dan diabetes. Dalam jumlah total, pada tahun 2030 diprediksi akan ada 52 juta jiwa kematian per tahun karena penyakit tidak menular, naik 9 juta jiwa dari 38 juta jiwa pada saat ini.

Tingginya angka kejadian ini berbagai upaya yang bisa dilakukan untuk penanganan penyakit terutama penyakit yang sudah kronismeliputi peningkatan cakupan pencegahan, perubahan pola hidup sehat serta dengan alternative terapi yang dapat dilakukan oleh penderita yaitu terapi komplementer tanpa mengeluarkan biaya yang besar seperti pengobatan medis dan modern lainnya, salah satunnya adalah dengan melakukan terapi mind body spirit theraies, dengan memberikan dukungan dan pengobatanalternative pada penderita penyakit kronis ini dapat memperbaikikualitas hidup penderita baik dari segi fisik, segi mental, social bahkan spiritualnya.

       Besarnnya angka kejadian penderita penyakit kronis dan tidak menularberdasarkan data yang didapat dari tahun-ketahun sehingga kelompok kami tertarik untuk membahas salah satu dari terapi komplementer yaitu mind body spirit therapies : imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedbacksebagai judul makalah kami.

Rumusan Masalah

Bagaimana konsep terapi komplementer dari mind body spirit therapies : imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedback?

Tujuan Penulisan

Tujuan Umum

Untuk memahami konsep terapi komplementerdari mind body spirit, therapies : imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedback.

Tujuan Khusus

Mengetahui konsep  teori terapi komplementer secara umum

Mengetahui terapi komplementer mengenai mind body spirit therapies

Mengetahui manfaat dari terapi mind body spirit therapies

Mengetahui beberapa jenis dari terapi mind body spirit therapies yaitu

Terapi imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedback.

Ruang Lingkup

Ruang lingkup penulisan makalah ini membahas tentang terapi komplementer dari mind body spirit therapie :, imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedback.

Metode Penulisan

Dalam penulisan makalah ini penulis menggunakan studi kepustakaan untuk mendapatkan data dasar penulis menggunakan atau membaca referensi-referensi yang berhubungan tentang terapi komplementer dari mind body spirittherapies : imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedback.


Sistematika Penulisan

Untuk lebih terarahnya penjelasan dan pembahasan maka sistematika penulisan disusun atas empat bab, yaitu:

BAB I :Pendahuluan yang menguraikan tentang latar belakang, tujuan

penulisan, ruang lingkup penulisan, metode penulisan, dan   sistematika penulisan

 BAB II : Landasan teori yang menguraikan tentang teori terapi          komplementer dari mind body spirit therapies : imagery, music intervention, humor, yoga dan biofeedback.

BAB IV :Penutup yang terdiri dari kesimpulan, saran dan daftar pustaka












BAB II

TINJAUAN TEORI


Konsep Terapi komplementer 

Definisi

Terapi adalah usaha untuk memulihkan kesehatan orang yang sedang sakit, pengobatan penyakit, perawatan penyakit. Komplementer adalah bersifat melengkapi, bersifat menyempurnakan. Pengobatan komplementer dilakukan dengan tujuan melengkapi pengobatan medis konvensional dan bersifat rasional yang tidak bertentangan dengan nilai dan hukum kesehatan di Indonesia.Terapi komplementer adalah cara Penanggulangan Penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada Pengobatan Medis Konvensional atau sebagai Pengobatan Pilihan lain diluar Pengobatan Medis yang Konvensional (Rufaidah, Lestari, & Sari, 2018).

Terapi komplementer dikenal dengan terapi tradisional yang digabungkan dalam pengobatan modern.Terminologi ini dikenal sebagai terapi modalitas atau aktivitas yang menambahkan pendekatan ortodoks dalam pelayanan kesehatan (Crips & Taylor, 2001) dalam (Widyatuti, 2008).

Terapi komplementer juga ada yang menyebutnya dengan pengobatan holistik. Pendapat ini didasari oleh bentuk terapi yang mempengaruhi individu secara menyeluruh yaitu sebuah keharmonisan individu untuk mengintegrasikan pikiran, badan, dan jiwa dalam kesatuan fungsi (Smith et al., 2004) dalam (Widyatuti, 2008).

Klien yang menggunakan terapi komplemeter memiliki beberapa alasan. Salah satu alasannya adalah filosofi holistik pada terapi komplementer, yaitu adanya harmoni dalam diri dan promosi kesehatan dalam terapi komplementer. Alasan lainnya karena klien ingin terlibat untuk pengambilan keputusan dalam pengobatan dan peningkatan kualitas hidup dibandingkan sebelumnya. Sejumlah 82% klien melaporkan adanya reaksi efek samping dari pengobatan konvensional yang diterima menyebabkan memilih terapi komplementer (Snyder & Lindquis, 2002) dalam.

Terapi komplementer di Jepang sangat digemari karena dapat menjanjikan dalam mengurangi nyeri, pada kanker, kecemasan, keletihan dan sebagainnya. Metode ini sangat bermanfaat dalam mengatasi keluhan-keluhan pasien (Cahyono, 2011).

Prinsip holistik pada keperawatan ini perlu didukung kemampuan perawat dalam menguasai berbagai bentuk terapi keperawatan termasuk terapi komplementer. Penerapan terapi komplementer pada keperawatan perlu mengacu kembali pada teori-teori yang mendasari praktik keperawatan. Misalnya teori Rogers yang memandang manusia sebagai sistem terbuka, kompleks, mempunyai berbagai dimensi dan energi. Teori ini dapat mengembangkan pengobatan tradisional yang menggunakan energi misalnya tai chi, chikung, dan reiki.

Teori keperawatan yang ada dapat dijadikan dasar bagi perawat dalam mengembangkan terapi komplementer misalnya teori transkultural yang dalam praktiknya mengaitkan ilmu fisiologi, anatomi, patofisiologi, dan lain-lain. Hal ini didukung dalam catatan keperawatan Florence Nightingale yang telah menekankan pentingnya mengembangkan lingkungan untuk penyembuhan dan pentingnya terapi seperti musik dalam proses penyembuhan dan dapat meningkatkan caring terhadap pasien. Persoalan kesembuhan bukan hanya aspek fisik semata sehingga pendekatan barat tidak bisa menjawab semua persoalan tubuh sehingga pendekatan yang ideal perlu memperhatikan mind, body dan spirit (Cahyono, 2011).

       Pengobatan ala kedokteran timur contohnya seperti Ayurweda. Yang memandang manusia sebagai satu-kesatuan mind, body dan spirit, dalam proses menuju kesembuhan salah satu prinsipnnya adalah memandang bahwa setiap orang mempunyai kemampuan untuk menyembuhkan dirinnya sendiri dengan mempelajari alam dan keadaan fisiknya sendiri. Apabila sudah tercapainnya harmonisasi antara pikiran, tubuh, dan jiwa maka proses penyembuhan bagi mereka yang sakit akan berlangsung optimal. Sedangkan bagi mereka yang tidak sakit keseimbangan ini akan membuahkan kondisi sehat dan kebahagiaan yang sebenarnnya.

       Esensi yang sangat penting dalam memperoleh kesembuhan adalah bagaimana memilih metode penyembuhan yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, tidak membahayakan pasien, memperhatikan pasien secara holistic, dan juga tidak memperberat dari sisi finansial dan efektif bagi kesembuhannya. Metode-metode ini juga harus dilakukan pada paien yang tepat, dengan indikasi dan cara yang tepat, serta ditangani provideryang berkompeten.

Kebutuhan masyarakat yang meningkat dan berkembangnya penelitian terhadap terapi komplementer menjadi peluang perawat untuk berpartisipasi sesuai kebutuhan masyarakat. Perawat dapat berperan sebagai konsultan untuk klien dalam memilih alternatif yang sesuai ataupun membantu memberikan terapi langsung. Namun, hal ini perlu dikembangkan lebih lanjut melalui penelitian (evidence-based practice) agar dapat dimanfaatkan sebagai terapi keperawatan yang lebih baik.

Tujuan Terapi Komplementer

       Tujuan terapi komplementer adalah untuk memperbaiki fungsi dan system-sistem tubuh terutama system kekebalan dan pertahanan tubuh agar tubuh dapat menyembuhkan dirinya sendiri yang sedang sakit, karena tubuh mempunyai kemampuannya untuk menyembuhkan dirinnya sendiri dengan asupan nutrisi yang baik dan perawatan yang tepat. Terapi komplementer dapat berupa promosi kesehatan, pencegahan penyakit ataupun rehabilitasi. Bentuk promosi kesehatan misalnya memperbaiki gaya hidup dengan menggunakan terapi nutrisi. Seseorang yang menerapkan nutrisi sehat, seimbang, mengandung berbagai unsur akan meningkatkan kesehatan tubuh. Intervensi komplementer ini berkembang di tingkat pencegahan primer, sekunder, tersier dan dapat dilakukan di tingkat individu maupun kelompok misalnya untuk strategi stimulasi imajinatif dan kreatif (Hitchcock et al., 1999) dalam (widyatuti, 2008).Pengobatan dengan menggunakan terapi komplementer mempunyai manfaat selain dapat meningkatkan kesehatan secara lebih menyeluruh juga lebih murah. Terapi komplementer terutama akan dirasakan lebih murah bila klien dengan penyakit  kronis yang harus rutin mengeluarkan dana.

Klasifikasi Terapi Komplementer

1. Mind-body therapy : intervensi dengan teknik untuk memfasilitasi kapasitas berpikir yang mempengaruhi gejala fisik dan fungsi berpikir yang mempengaruhi fisik dan fungsi tubuh (imagery, yoga, terapi musik, berdoa, journaling, biofeedback, humor, tai chi, dan hypnoterapy). 

2. Alternatif sistem pelayanan yaitu sistem pelayanan kesehatan yang mengembangkan pendekatan pelayanan biomedis (cundarismo, homeopathy, nautraphaty). 

3. Terapi biologis yaitu natural dan praktik biologis dan hasil-hasilya misalnya herbal, dan makanan. 

4. Terapi manipulatif dan sistem tubuh (didasari oleh manipulasi dan pergerakan tubuh misalnya kiropraksi, macam-macam pijat, rolfiing, terapi cahaya dan warna, serta hidroterapi.

5. Terapi energi : terapi yang berfokus pada energi tubuh (biofields) atau mendapatkan energi dari luat tubuh (terapetik sentuhan, pengobatan sentuhan, reiki, external qi gong magnet) terapi ini kombinasi antar energi dan bioelektromagnetik.

Peran Tenaga kesehatan dalam Terapi komplementer

Peran sebagai pemberi asuhan keperawatan/ pemberi pelayanan langsung.

Konselor

Pendidik kesehatan

Peneliti 

Peran coordinator (perawat sering berinteraksi dengan klien sehingga perawat dapat berdiskusi dengan dokter mengenai terapi yang tepat).

Peran Sebagai Advokat (Pembela) Klien

Mind Body Spirit Therapies

Definisi 

       Memberikan intervensi dengan berbagai teknik untuk memfasilitasi kapasitas berpikir yang mempengaruhi gejala fisik dan fungsi tubuh. Terapi ini berfokus pada interaksi antara otak, pikiran, tubuh serta perilaku dan factor emosional, mental dan spiritual, serta perilaku yang dapat mempengaruhi kesehatan. 

Prinsip dari mind-body connection atau keterhubungan tubuh dan pikiran sudah menjadi suatu fenomena yang cukup umum dipahami sekarang ini, prinsip ini menyatakan bahwa apa yang kita pikirkan akan mempengaruhi tubuh fisik kita, begitu juga apa yang kita alami di tubuh fisik akan mempengaruhi kualitas pemikiran kita.

Terganggunya kesehatan pikiran oleh pemikiran dan perasaan negatif akan memicu keluarnya hormon dan reaksi kimia dalam tubuh yang mempengaruhi kondisi fisik secara negatif, ketika hal ini berlangsung berkepanjangan fenomena ini akan memicu munculnya masalah fisik yang sebenarnya bermula dari pikiran, atau dalam dunia kesehatan biasa disebut psikosomatis.Sebuah kajian yang dikeluarkan oleh Harvard University bahkan menyatakan bahwa lebih dari 70% masalah fisik sebenarnya disebabkan oleh permasalahan pikiran yang melibatkan beban emosi negatif di dalamnya.Fenomena inilah yang belum banyak dipahami oleh masyarakat, sehingga banyak masalah fisik yang penyelesaiannya berlarut-larut atau bahkan tidak terselesaikan (beberapa di antaranya malah bahkan tidak teridentifikasi) karena penanganannya hanya berpusat pada intervensi fisik, padahal akar masalah-nya berasal dari pikiran.

Seiring berkembangnya penelitian terkini dalam dunia kesehatan, para ahli mulai menyadari adanya sistem kesehatan tubuh non-fisik dalam diri manusia. Yang dimaksud dengan sistem kesehatan tubuh non-fisik ini adalah keberadaan sebuah sistem sirkulasi energi yang mengalir dalam diri kita.Prinsip dari kesehatan energi yaitu kesehatan fisik dan pikiran seseorang bergantung pada sirkulasi sistem energi dalam dirinya. Sirkulasi sistem energi yang lancar menjadikan seseorang sehat dan mampu menjalankan fungsi kehidupannya dengan baik. Dengan sifatnya yang saling berhubungan, kesehatan fisik, pikiran dan energi menjadi satu kesatuan yang saling mempengaruhi satu sama lain.

Manfaat Terapi Mind Body Spirit

Beberapa manfaat fisik dari terapi pikiran tubuhdiantaranya :

1). Dapat  menyebabkan denyut jantung lebih rendah, dan mengurangi beban kerja jantung. 

2). Menurunkan kadar kortisol dan laktat serta bahan kimia yang terkait dengan stres.

3). Pengurangan radikal bebas-molekul oksigen tidak stabil yang dapat menyebabkan kerusakan jaringan. Mereka sekarang dianggap sebagai faktor utama dalam penuaan dan dalam berbagai penyakit. 

4). Penurunan tekanan darah tinggi.

5).Tinggiresistensi kulit. Resistensi kulit yang rendah berkorelasi dengan stres tinggi dan tingkat kecemasan

6). Penurunan kadar kolesterol, Kolesterol tinggi berhubungan dengan penyakit kardiovaskular. 

7). Peningkatan aliran udara ke paru-paru sehingga bernapas lebih mudah. Ini telah sangat membantu untuk pasien asma

8). Biologis lebih muda usia. Pada ukuran standar penuaan jangka panjang Meditasi Transendental (TM) praktisi (lebih dari lima tahun) diukur 12 tahun lebih muda dari usia kronologis mereka. 

Beberapa manfaat psikologis dari terapi pikiran tubuh:

1).Peningkatan gelombang otak koherensi. Harmony aktivitas gelombang otak di bagian berbeda dari otak dikaitkan dengan kreativitas yang lebih besar, peningkatan penalaran moral, dan IQ lebih tinggi. 

2). Penurunan kecemasan. 

3). Penurunan depresi. 

4). Penurunan iritabilitas dan kemurungan. 

5). Peningkatan kemampuan belajar dan memori. 

6). Peningkatan aktualisasi diri. 

7). Peningkatan perasaan vitalitas dan peremajaan. 

8). Peningkatan kebahagiaan. 

9). Peningkatan stabilitas emosi


 

Gambar  Imagery therapies

 






Gambar  Yoga

Macam –macam Terapi Mind Body Spirit

Imagery

Guided imagery adalah metode relaksasi untuk mengkhayalkan tempat dan kejadian berhubungan dengan rasa relaksasi yang menyenangkan. Khayalan tersebut memungkinkan klien memasuki keadaan atau pengalaman relaksasi (Kaplan & Sadock, 2010) dalam.Imajinasi bersifat individu dimana individu menciptakan gambaran mental dirinya sendiri, atau bersifat terbimbing. Guided imagery menekankan bahwa klien membayangkan hal-hal yang nyaman dan menenangkan. Penggunaan guided imagery tidak dapat memusatkan perhatian pada banyak hal dalam satu waktu oleh karena itu klien harus membayangkan satu imajinasi yang sangat kuat dan menyenangkan (Brannon & Feist, 2000) dalam ( Novarenta, 2013).

Para ahli dalam bidang teknik imajinasi terbimbing berpendapat bahwa imajinasi merupakan penyembuh yang efektif. Teknik ini dapat mengurangi nyeri, mempercepat penyembuhan dan membantu tubuh mengurangi berbagai macam penyakit seperti depresi, alergi dan asma.Terapi imajinasi terbimbing dapat digunakan untuk mengurangi stres dan meningkatkan perasaan tenang dan damai serta merupakan obat penenang untuk situasi yang sulit dalam kehidupan. Tujuan dari guided imagery yaitu menimbulkan respon psikofisiologis yang kuat seperti perubahan dalam fungsi imun (Potter & Perry, 2009) dalam (Novarenta, 2013).

Imajinasi merupakan bahasa yang digunakan oleh otak untuk berkomunikasi dengan tubuh. Segala sesuatu yang kita lakukan akan diproses oleh tubuh melalui bayangan. Imajinasi terbentuk melalui rangasangan yang diterima oleh berbagai indera seperti gambar aroma, rasa suara dan sentuhan.Imajinasi terbimbing merupakan suatu teknik yang menuntut seseorang untuk membentuk sebuah bayangan/imajinasi tentang hal-hal yang disukai. Imajinasi yang terbentuk tersebut akan diterima sebagai rangsang oleh berbagai indra, kemudian rangsangan tersebut akan dijalankan ke batang otak menuju sensor thalamus. Di talamus rangsang diformat sesuai dengan bahasa otak, sebagian kecil rangsangan itu ditransmisikan ke amigdala dan hipokampus sekitarnya dan sebagian besar lagi dikirim ke korteks serebri, dikorteks serebri terjadi proses asosiasi pengindraan dimana rangsangan dianalisis, dipahami dan disusun menjadi sesuatu yang nyata sehingga otak mengenali objek dan arti kehadiran tersebut. 

Hipokampus berperan sebagai penentu sinyal sensorik dianggap penting atau tidak sehingga jika hipokampus memutuskan sinyal yang masuk adalah penting maka sinyal tersebut akan disimpan sebagai ingatan. Hal – hal yang disukai dianggap sebagai sinyal penting oleh hipokampus sehingga diproses menjadi memori. Ketika terdapat rangsangan berupa bayangan tentang hal–hal yang disukai tersebut, memori yang telah tersimpan akan muncul kembali dan menimbulkan suatu persepsi dari pengalaman sensasi yang sebenarnya, walaupun pengaruh/akibat yang timbul hanyalah suatu memori dari suatu sensasi.

Amigdala merupakan area perilaku kesadaran yang bekerja pada tingkat bawah sadar. Amigdala berproyeksi pada jalur system limbic seseorang dalam hubungan dengan alam sekitar dan pikiran. Berlandaskan pada informasi ini, amigdala dianggap membantu menentukan pola respon perilaku seseorang sehingga dapat menyesuaikan diri dengan setiap keadaan. Dari hipokampus rangsangan yang telah mempunyai makna dikirim ke amigdala. Amigdala mempunyai serangkaian tonjolan dengan reseptor yang disiagakan untuk berbagai macam neurotransmitter yang mengirim rangsangan kewilayah sentralnya sehingga terbentuk pola respons perilaku yang sesuai dengan makna rangsangan yang diterima.

Berdasarkan pada penggunaannya terdapat beberapa macam teknik imajinasi terbimbing yaitu : 

Guided Walking Imagery

Teknik ini ditemukan oleh psikoleuner. Pada teknik ini pasien dianjurkan untuk mengimajinasikan pemandangan standar seperti padang rumput, pegunungan, pantai dll. kemudian imajinasi pasien dikaji untuk mengetahui sumber konflik.

Autogenic Abeaction

Dalam teknik ini pasien diminta untuk memilih sebuah perilaku negatif yang ada dalam pikirannya kemudian pasien mengungkapkan secara verbal tanpa batasan. Bila berhasil akan tampak perubahan dalam hal emosional dan raut muka pasien

Covert sensitization

Teknik ini berdasar pada paradigma reinforcement yang menyimpulkan bahwa proses imajinasi dapat dimodifikasi berdasarkan pada prinsip yang sama dalam modifikasi perilaku.

Covert Behaviour Rehearsal

Teknik ini mengajak seseorang untuk mengimajinasikan perilaku koping yang dia inginkan. Teknik ini lebih banyak digunakan.

Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa terapi guided imagery yang dilakukan pada pasien asma dapat meningkatkan kapasitas ekspirasi paksa paru (Force Expiration Volume/ FEV) serta dapat menurunkan kadar IgE dalam serum . Adapun hasil dari penelitian lain juga membuktikanbahwa guided imagery dapat mengurangi rasa nyeri menstruasi.pada saat Post Test satu subjek menurunkan intensitas nyeri pada skor 2 yang berarti nyeri ringan. Dua subjek lainnya mengalami penurunan nyeri pada skor 0 yang berarti tidak ada nyeri sama sekali . 

Music Intervention

Terapi musik adalah usaha meningkatkan kualitas fisik dan mental dengan rangsangan suara yang terdiri dari melodi, ritme, harmoni, timbre, bentuk dan gaya yang di organisir sedemikian rupa sehingga mencipta musik yang bermanfaat untuk kesehatan fisik dan mental. Musik memiliki kekuatan untuk mengobati penyakit dan meningkatkan kemampuan pikiran seseorang. Musik diharapkan menjadi sebuah terapi dan musik dapat meningkatkan, memulihkan, memelihara kesehatan fisik, mental, emosional, sosial dan spiritual. Hal ini disebabkan musik memiliki beberapa kelebihan, yaitu karena musik bersifat nyaman, menenangkan, membuat rileks, berstruktur, dan universal .

Musik yang hanya bersifat sedatif tidak hanya efek distraksi dalam inhibisi persepsi nyeri. Musik dipercaya dapat meningkatkan pengeluaran hormon endorfin. Endorfin merupakan ejektor dari rasa rileks dan ketenangan yang timbul, midbrain mengeluarkan gama amino butyric acid (GABA) yang berfungsi menghambat hantaran impuls lisrik dari satu neuron ke neuron lainnya oleh neurontransmiter didalam sinaps. Midbrain mengeluarkan enke palin dan beta endorfin dan zat tersebut dapat menimbulkan efek analgesik yang akhirnya mengeliminasi nuerotransmiter rasa nyeri pada pada pusat persepsi dan interprestasi sensorik somatik di otaksehingga efek yang bisa muncul adalah nyeri berkurang.

Berdasarkan hasil observasi dibeberapa rumah sakit umum pusat dan daerah rata-rata nyeri dan kecemasan dialami oleh pasien yang dirawat dirumah sakit, pemberian terapi farmakologis dan terapi non-farmakologis. Pemberian terapi farmakologis seperti analgetik dan sedatif tidak bisa langsung menghilangkan nyeri dan kecemasan pada pasien, penggunaan obat juga dapat menyebabkan efek samping defresi pernafasan dan ketidakstabilan kardiovaskuler jika berlebihan (Gregori it al, 2003) dalam 

       Badan penelitian kesehatan dan kualitas perawatan kesehatan di Ronchester Minnesota merekomendasikan bahwa manajemen nyeri dan kecemasan bisa dilakukan dengan teknik relaksasi seperti music dan suara alam. Music yang lembut seperti music klasik, jazz dan pop mampu mengendorkan beban kerja system syaraf dan organ tubuh (Firman Faradisi, 2009) dalam (Setyawan, Susilawati, & Emaliyanti, 2013).

       Music dan bunyi mengandung daya rangsang, music bukan saja sekedar bunyi-bunyi yang harmonis, music merupakan getaran udara harmonis, syaraf di telinga mengkapnnya dan diteruskan ke syarat di pusat otak sehingga menimbulkan kesan tertentu bagi seseorang. Harmoni music yang setara dengan irama internal tubuh akan memberikan kesan menyenangkan pada seseorang. Selain itu ritme music juga sangat mempengaruhi irama tubuh dengan demikian vibrasi yang dihasilkan music mempengaruhi fisik manusia, selama vibrasi dan harmoni yang digunakan tepat si pendengar akan merasa nyaman dan akan merasa rileks. 

Program akademis terapi music amerika yang pertama didirikan dimichigan state university di tahun 1944semenjak itu banyak professional kesehatan mengakui keefektivan music sebagai satu bagian lain dari gudang pengobatan.Pada kongres music terapi sedunia yang Ke-sembilan di tahun 1999,2.500 terapismusic dari 44 negara berkumpul bersama dan berbicara mengenai menerapkan music kedalam perawatan beraneka ragam kondisi dan penyakit topic berkisar dari stress,stroke dan penyalahgunaan obat-obatan sampai ke AIDS arthritis dan penyakit paru-paru. Untuk sebagian besar,terapi music ditawarkan sebagai bagian dari program perawatan dalam kelas pendidikan yang khusus, rumah sakit,rumah perawatan,dan fasilitas psikiatris dan rehabilitas.

       Music menghidupkan kembali kekuatan kekebalan orang yang sedang sakit, hal ini dipengaruhi  oleh system syaraf otonomik-pengatur utama dari system kekebalan. Contohnnya pada saat orang operasi sangat membebankan system kekebalan, periset di jepang mengevaluasi efek music pada pasien operasi, mereka menemukan bahwa music membuat pasien rileks, dan hasilnnya pasien melepaskan jumlah hormone stress dalam jumlah yang jauh lebih sedikit yang artinnya bahwa system kekebalan bisa bekerja lebih efesien dan membantu menyembuhkan luka jauh lebih cepat (Salampessy, 2004).

Berdasarkan hasil penelitian dan analisis yang telah di lakukan, ada beberapa manfaat dari terapi music yaitu terapi musik klasik sangat efektif terhadap penurunan stres kerja, Hasil dari penelitian tersebut menunjukkan bahwa ada perbedaan yang signifikan antara stres kerja sebelum dan sesudah dilakukan terapi musik klasik. Rata- rata stres kerja sesudah dilakukan terapi musik klasik lebih rendah dibandingkan sebelum terapi music . Ada juga penelitian yang yang menyatakan bahwa terapi music religius dapat mengurangi skala nyeri pada ibu –ibu yang melahirkan Terdapat perbedaan yang bermakna tingkat nyeri antara kelompok intervensi dengan kelompok control baik untuk nyeri maksimal maupun nyeri persalinan dengan p=0,00. Bahkan apa juga hasil penelitian yang menunjukan bahwa pembelajaran musik mampu mengembangkan mental dan psikomotorik anak penderita down syndrom dengan cara memberikan alat musik ritmis dan memperdengarkan jenis aliran musim beragam seperti pop, rock, jazz, klasik, terutama musik beraliran dangdut yang sangat diminati anak .

Humor

Terapi tawa adalah salah satu cara untuk mencapai kondisi rileks. Tertawa merupakan paduan dari peningkatan sistem saraf simpatetik dan juga penurunan kerja sistem saraf simpatetik. Peningkatannya berfungsi untuk memberikan tenaga bagi gerakan pada tubuh, namun hal ini kemudian juga diikuti oleh penurunan sistem saraf simpatetik yang salah satunya disebabkan oleh adanya perubahan kondisi otot yang menjadi lebih rileks, dan pengurangan pemecahan terhadap nitric oxide yang membawa pada pelebaran pembuluh darah, sehingga rata-rata tertawa menyebabkan aliran darah sebesar 20%, sementara stres menyebabkan penurunan aliran darah sekitar 30% (Hasan & Hasan, 2009) dalam .

Terapi tawa  diperkirakan dapat menyembuhkan berbagai penyakit, antara lain kanker, darah tinggi, sakit kepala, gangguan syaraf, maag dan lain-lain. Menurut dr. William Fery, direktur dari Dry Eyes and Tears Research Center di Australia, tertawa bermanfaat untuk kesehatan karena dengan tertawa bagian tubuh kita ikut bergerak, dan mengakibatkan sistem endokrin sehingga memacu penyembuhan suatu penyakit. Selain itu tertawa juga merangsang otak untuk memproduksi hormon tertentuyang memicu pelepasan endokrin, yaitu suatu zat yang berfungsi membunuh rasa sakit. Dr. William Fery yang juga ahli jantung mengatakan, tertawa identik dengan olahraga aerobik. Tertawa selama satu menit akan memberi relaksasi tubuh selama empat puluh menit.

Pengobatan melalui terapi tawa di Amerika Serikat, Jepang, Eropa, Malaysia mulai menjamur. Biasanya ini dilakukan terapi dirumah sakit, dikelompok-kelompok tertentu, organisasi, pekerjaan dan sekolah. Diindonesia terapi tawa ini masih termasuk langka. Terapi untuk sebagian orang, sudah lumayan banyak digandrung. Beberapa rumah sakit sudah melakukan terapi ini untuk membantu menyembuhkan pasiennya. Misalnya Rumah Sakit Dharma Graha. Selain di Rumah Sakit di beberapa kalangan masyarakat telah dibentuk beberapa klub terapi tawa. 

Tahun 1976 terapi tawa untuk kesehatan mulai menarik perhatian publik berbagai negara.Menurut psikiater tertawa dan menangis sangat bermanfaat untuk kesehatan manusia, sebab tertawa dan menangis adalah bagian dari spektrum emosi yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan manusia sehari-hari. Psikiater terkemuka dr. W.M. Roan mengatakan, tertawa dan menangis adalah pencerminan emosi manusia yang merupakan bagian dari spektrum emosi yang meliputi:

1). Kesedihan

2). Kegembiraan

3). Kekagetan

4). Ketakutan

5). Cinta Kasih

6). Kebencian

7). Kemarahan

Menurutnya, ekspresi diri tidak hanya terlihat dengan melakukan gerakan anggota tubuh, akan tetapi dapat berupa reaksi emosional seperti ketujuh bagian diatas.Untuk merangsang agar banyak tertawa, dianjurkan pasien sering menonton film komedi. Hal itu dilakukan mulai hari pertama sampai hari ketujuh. 

Menurut beberapa ahli kedokteran melakukan penelitian dan menyampaikan beberapa temuannya:

Dr. Lee Berk, yang merupakan seorang imunolog dari Loma Linda University di California, Amerika Serikat, berpendapat bahwa tertawa bisa mengurangi peredaran dua hormon dalam tubuh yang bisa menghalangi proses penyembuhan penyakit. Kedua hormon tersebut adalah hormon kortisol dan hormon efinefrin.

Dr. Rosemary Cogan dari Texas Tech University, berpendapat bahwa melalui tawa maka rasa nyeri dan sakit akan berkurang, bahkan akan meningkatkan kekebalan tubuh.

c) Dr. William Foy dari University Stanford, berpendapat bahwa dengan tertawa terbahak-bahak sangan bermanfaat bagi orang sehat. Dalam risetnya ia menemukan bahwa dengan tertawa terbahak-bahak akan menggerakan otot perut, otot dada, otot bahu dan pernafasan. 

Terapi tawa juga dapat melatih beberapa organ diantaranya :

a). Diagfragma torak

b). Jantung

c). Paru-paru

d). Perut

e).Membantu mengusir zat-zat yang tidak bermanfaat (asing) dari saluran pernafasan

       Beberapa hasil penelitian memberikan rekomendasi terhadap pemanfaatan terapi tawa membantu penderita hipertensi untuk terus menurunkan tekanan darahnya. penurunan dan adaptasi fisiologis tekanan darah dirasakan setelah terapi yang berulang, sementara efek terhadap fisik yang langsung dirasakan adalah kondisitubuh yang terasa segar, pegal-pegal dan pusing yang berkurang. Efek psikologispun dirasakan salah satunya dengan meningkatnya emosi positif seperti perasaan senang, perilaku yang lebih bersemangat, dan dapat mengurangi atau mengalihkan pikiran dari permasalahan.Adapun hasil penelitian lain menunjukan bahwa terapi humor membuat jantung sehat, memperbaiki fungsi pembuluh darah sehingga dapat menurunkan tekanan darah pada penderita hipertensi dengan rata-rata tekanan darah sistolik menurun sebesar 12, 25 mmHg secara  signifikan dengan  p-value 0,000 dan rata-rata tekanan darahdiastolik menurun signifikan sebesar 3,91 mmHg dengan p- value 0,004. Bahkan terapi humor juga bermanfaat dalam menurunkan intensitas nyeri pada pasien pasca bedah invasive minimal hari kedua .

Yoga 

Yoga berasal dari bahasa Sansekerta yang berarti ‘persatuan antara pikiran dan tubuh’. Menurut kitab-kitab kuno, yoga adalah ilmu yang memungkinkan kita menjalani kehidupan yang harmonis melalui pengendalian pikiran dan tubuh. Jika dilakukan secara teratur, yoga menciptakan kesadaran fisik dan perasaan relaksasi yang dalam, ditambah pikiran jernih dan emosi yang stabil.

Yoga merupakan tehnik yang mengajarkan seperti tehnik relaksasi, pernafasan, dan posisi tubuh untuk meningkatkan kekuatan, keseimbangan dan mengurangi rasa nyeri 

Yoga merupakan salah satu filsafat hidup yang dilatarbelakangi oleh ilmu pengetahuan yang universal, yakni pengetahuan tentang seni pernapasan, anatomi tubuh manusia, pengetahuan tentang bagaimana cara mengatur pernapasan yang disertai senam atau gerak anggota badan, bagaimana cara melatih konsentrasi, menyatukan pikiran, dan lain sebagainya (Rachman Sani, 2006) dalam 

Yoga bersifat universal karena teknik yoga boleh dilakukan oleh siapapun, oleh semua kalangan umur mulai dari anak-anak hingga orang lanjut usia.  Keunggulan yoga dibandingkan dengan jenis olah tubuh lainnya antara lain: yoga bersifat statis dengan satu posisi yang dipertahankan beberapa saat, efek dari latihan yoga berpengaruh banyak pada organ atau sistem fisiologi, bersifat anabolik yang artinya gerakan sinkron dengan pernapasan sehingga suplai oksigen selalu cukup, bersifat subyektif sehingga membuat pelaku yoga cenderung introver dan menguasai diri, menenangkan dan menjernihkan pikiran.

Yoga cukup populer karena memiliki berbagai efek terapi bagi pikiran dan tubuh. Jika dikuasai dengan baik, Yoga dapat menenangkan pikiran yang terlalu letih serta mengalirkan energi fisik dan mental kearah yang lebih baik.

Yoga terdiri dari 8 bagian atau tahapan:

1). Yama (penahanan diri) 

Merupakan pengendalian diri tahap pertama atau awal dan menampakkan pengendalian diri. Pada tahap ini latihan diawali dengan tingkah laku yang penuh cinta kasih (ahimsa/tidak menyakiti). Tujuan dari tahap ini adalah melatih menumbuhkan dan meningkatkan rasa cinta kasih seseorang sebelum lanjut pada tahap-tahap berikutnya, sebab dengan cinta kasih maka akan timbul rasa tulus iklas dan pikiran yang tenang dan damai. Dengan keadaan seperti itu, akan sangat membantu seseorang dalam tahap-tahap berikutnya hingga akhirnya tercipta sebuah kebahagiaan rohani dan ketenangan pikiran yang mendalam.

2). Niyama (aturan/tata tertib) 

mengajarkan bagaimana seseorang harus berprilaku kepada dirinya sendiri atau dengan bahasa mudahnya mengendalikan pola pikir atau mental, misalnya kejujuran, bebas dari rasa iri hati, pembujangan, kesucian, pemberian sedekah, dan melakukan puasa pada waktu yang ditentukan. 

3). Asana 

merupakan anggota atau unsur yang ketiga dari astangga yoga. Asana ini adalah sikap pada waktu melaksanakan yoga. Dalam melaksanakan yoga, sikap duduk yang baik adalah sikap duduk yang paling disenangi dan rileks, asalkan dapat menguatkan konsentrasi dan pikiran serta tidak terganggu karena badan terasa sakit akibat sikap duduk yang dipaksakan. Selain itu sikap duduk yang dipilih agar dapat berlangsung lama, serta mampu mengendalikan sistem saraf sehingga terhindar dari goncangan-goncangan pikiran. Patanjali menganggap setiap asana sebagai sukha asana (asana yang menyenangkan), bilamana tidak memaksa dan membantu untuk menstabilkan badan dan budi

4). Pranayama 

Adalah pengaturan pernapasan atau pengendalian keluar masuknya nafas ke paru-paru melalui lubang hidung dengan tujuan menyebarkan energi ke seluruh tubuh. Pada saat manusia menarik nafas mengeluarkan suara So, dan saat mengeluarkan nafas berbunyi Ham. Dalam bahasa Sansekerta So berarti energi kosmik, dan Ham berarti diri sendiri (saya). Ini berarti setiap detik manusia mengingat diri dan energi kosmik.. Pranayama dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu: adhama, madhyama, dan uttama (yang rendah, sedang atau yang paling tinggi). Pranayama terdiri dari: Puraka yaitu menarik nafas, Kumbhaka yaitu menahan nafas, dan recaka yaitu menghembuskan nafas. Puraka, khumbaka, dan recaka dilaksankan pelan-pelan, bertahap masing-masing dalan tujuh detik. Hitungan tujuh detik ini dimaksudkan untuk menguatkan kedudukan ketujuh cakra yang ada pada tubuh manusia yaitu : muladhara yang terletak di pangkal tulang punggung diantara dubur dan kemaluan, svadishthana yang terletak diatas kemaluan, manipura yang terletak di pusar, anahata yang terletak di jantung, vishuddha yang terletak di leher, ajna yang terletak ditengah-tengah kedua mata, dan sahasrara yang terletak diubun-ubun. Pranayama bermanfaat memberi pemurnian dan cahaya pengetahuan. Dengan melakukan pranayama maka karma dari seorang yogi, yang menutupi pengetahuan untuk membedakan yang akan dihancurkan, oleh panorama keinginan magis. Jika hakekat yang bercahaya itu tertutupi maka jiwa pribadi akan diarahkan menuju kejahatan. Karma dari sang yogi yang menutupi cahaya dan membelenggunya untu mengulangi kelahiran, akan berkurang dengan latihan pranayama stiap saat hingga pada akhirnya dapat dilenyapkan.

5). Praiyahara 

Adalah penguasaan panca indria oleh pikiran sehingga apapun yang diterima panca indria melalui syaraf ke otak tidak mempengaruhi pikiran. Panca indria adalah : pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah dan rasa kulit. Pada umumnya indria menimbulkan nafsu kenikmatan setelah mempengaruhi pikiran. Yoga bertujuan memutuskan mata rantai olah pikiran dari rangsangan syaraf ke keinginan (nafsu), sehingga citta menjadi murni dan bebas dari goncangan-goncangan. Jadi yoga tidak bertujuan mematikan kemampuan indria. Menurut Maharsi Patanjali: Sva viyasa asamprayoga, cittayasa svarupa anukara, iva indriyanam pratyaharah, tatah parana vasyata indriyanam. Artinya : Pratyahara terdiri dari pelepasan alat-alat indria dan nafsunya masing-masing, serta menyesuaikan alat-alat indria dengan bentuk citta (budi) yang murni. Makna yang lebih luas sebagai berikut : Pratyahara hendaknya dimohonkan kepada Hyang Widhi dengan konsentrasi yang penuh agar mata rantai olah pikiran ke nafsu terputus.

6). Dharana (konsentrasi) 

Adalah memusatkan citta/ budi pada suatu obyek. Pemusatan atau dharana berarti membebaskan diri dari keragu-raguan dan keresahan. Dalam teknik yoga, pemusatan budi pada berbagai alat indra yang melahirkan cara suatu pengamatan. Konsentrasi mental (pemusatan pikiran) dan sikap-sikap membantu kita dalam produksi zat-zat kimia oleh kelenjar-kelenjar dan dengan demikian menghasilkan akibat-akibat fisiologis yang dapat dilihat dan cara yang sama konsentrasi mental dapat menghasilkan apa yang dapat disebut perasaan supra berupa rabaan, rasa, warna, bunyi, bau, dll. Pikiran ini disampaikan dalam bahasa yoga kuna dengan perkataan “Meditasi pada ujung hidung membangunkan unsur bumi dan menciptakan bau ajaib, meditasi pada ujung lidah membangunkan unsur air dan menciptakan rasa luar biasa, meditasi pada matahari atau bulan atau bintang-bintang membangunkan unsur cahaya dan menciptakan bentuk-bentuk keindahan luar biasa, meditasi pada OM atau pada perkataan suci lain membangunkan unsur udara dan menciptakan benuk-bentuk musik batin luar biasa, meditasi pada pikiran bahwa anda berada di pangkuan Tuhan membangunkan unsur angin dan menciptakan perasaan sentuhan luar biasa; semua ini membawa keyakinan pada budi yang goncang dan keyakinan itu membawa kedamaian”. Kemampuan melaksanakan dharana denggan baik, akan memudahkan mencapai dhyana dan samadhi.

7). Dhyana (medhitasi)adalah suatu keadaan dimana arus pikiran tertuju tanpa putus-putus pada obyek yang disebutkan dalam dharana, tanpa tergoyahkan oleh obyek atau gangguan/ godaan lain, baik yang nyata maupun yang tidak nyata. Gangguan yang nyata dirasakan oleh panca indria baik melalui pendengaran, penglihatan, penciuman, rasa lidah, maupun rasa kulit. Gangguan atau godaan yang tidak nyata adalah dari pikiran sendiri yang menyimpang dari sasaran obyek dharana. Tujuan dhyana adalah aliran pikiran yang terus menerus kepada Hyang widhi melalui obyek dharana. Patanajali menguraikan “tatra pradyaya ekatanata dhyanam” yang artinya arus budi atau pikiran yang tiada putus-putusnya menuju tujuan (Hyang Widhi). Wujud dhyana adalah sebagai peleburan segenap usaha diri rendah menuju tercapainya diri agung. Jiwa rendah sudah tidak memikirkan apalagi melainkan untuk mencapai Tuhan.

8). Samadhi (bahasa Sansekerta: समाधि) adalah sebuah ritual konsentrasi tingkat tinggi, melampaui kesadaran alam jasmani yang terdapat dalam agama Hindu, Budha, Jainisme, Sikhisme, dan aliran yoga. Samadhi juga merupakan fase tertinggi dalam delapan fase penguasaan Yoga. Ketika memasuki fase samadhi, kemampuan analitis dan logika menjadi tak berfungsi atau diam. Menurut Kamus Bhargava, Samadhi adalah fase terkuat dari yoga di mana seseorang memperoleh kekuatan untuk menangguhkan hubungan antara tubuh dan jiwa selama yang Ia suka. Samadhi juga dipahami sebagai sebuah bagian dari ritual keagamaan, berbeda dengan semadi ataupun meditasi, yang mana keduanya merupakan praktik latihan konsentrasi yang digunakan di luar ritual keagamaan.

Dalam hal kesadaran, digambarkan bahwa samadhi menekankan non-dualistik, di mana kesadaran subjek menjadi satu dengan objek yang dialami atau yang ada di luarnya, dan di saat ini juga pikiran menjadi diam, terfokus pada satu hal atau terkonsentrasi sementara orang tetap sadar. Sedangkan dalam ajaran Budha,hal ini dapat juga merujuk keadaan patuh di mana pikiran menjadi sangat tenang dan sama sekali tidak menyatu dengan objek perhatian, dengan demikian dapat diperoleh wawasan dan aliran perubahan mengenai pengalaman.

Kebanyakan orang, termasuk pasien stroke, latihan dari tahap ketiga dan keempat, yakni asana (sikap fisik) dan pranayama (pernafasan yang terkendali) sudah cukup untuk membawa manfaat. Praktik asana meregang seluruh bagian tubuh dan bahkan memijat organ-organ internal, kelenjar-kelenjar, dan sistem sirkulasi, serta pembuangan. Sedang pranayama dimaksudkan untuk mengistirahatkan tubuh dan menenangkan pikiran, meningkatkan sirkulasi dan merangsang suplai darah darah ke seluruh bagian tubuh.

Berlatih Yoga yang teratur akan memberikan manfaat yang besar diantarannya dapat : 

1). Meningkatkan fungsi kerja endokrin (hormonal) didalam tubuh. 

2). Meningkatkan sirkulasi darah ke seluruh sel tubuh dan otak

3). Membentuk postur tubuh yang lebih tegap serta otot yang lebih lentur dan kuat

4). Meningkatkan kapasitas paru-paru saat bernafas

5). Membuang racun dari dalam tubuh 

6). Meremajakan sel-sel tubuh dan memperlambat penuaan. 

7). Memurnikan saraf pusat yang terdapat di tulang punggung

8). Mengurangi ketegangan tubuh, pikiran, dan mental serta membuatnya lebih kuat saat menghadapi stress

9). Memberikan kesempatan untuk merasakan relaksasi yang mendalam

10). Meningkatkan kesadaran pada lingkungan

11). Meningkatkan rasa percaya diri dan kemampuan untuk berfikir positif.

Sebuah penelitian menemukan bahwa setelah berlatih rutin asana, pranayama, relaksasi dan meditasi dalam kurun waktu enam bulan ada peningkatan dramatis kapasitas paru-paru, kemampuan dalam mengatasi stress, penurunan berat badan, tingkat kolesterol, dan gula darah .

Biofeedback

Biofeedback adalah penggunaan alat untuk mencerminkan proses fisikologi dan fisiologi yang pada umumnya tidak disadari oleh orang tersebut, namun dengan menggunakan alat biofeedback proses pikir seseorang dapat disadari dan berada dibawah control. Biofeedback menggunakan parameter fisiologis yang memperlihatkan interaksi pikiran dan tubuh, parameter tersebut digunakan untuk data dasar dan parameter latihan perubahan perilaku yang akan memperbaiki masalah/ gangguan kesehatan jiwa.Biofeedback di dasarkan pada keyakinan bahwa kita semua memiliki kemampuan dan potensi untuk mempengaruhi fungsi otomatik dari tubuh kita melalui kemampuan dan tubuh kita. Terapi ini memberi bukti terhadap apa yang sebelumnnya dianggap tidak mungkin dalam hal tingkat pengendalian manusia terhadap berbagai fungsi biologisnnya (Hadibroto  & Alam, 2006).

Teknik relaksasi ini dapat menggunakan instrumen pemantauan untuk mengukur dan memberikan umpan balik informasi tentang ketegangan otot, denyut jantung, respon keringat, suhu kulit, atau aktivitas otak.Istilah umum yang mengacu pada serangkaian teknik untuk mengendalikan respon tubuh tak terkendali untuk mengobati penyakit tertentu, menangani stress dan kelelahan, serta meningkatkan kesehatan pasien secara keseluruhan.Tubuh manusia terdiri dari berbagai bagian tubuh yang saling bekerjasama sehingga manusia dapat berfungsi secara normal.

Beberapa aktivitas tubuh yang tidak dapat dikendalikan oleh manusia. Aktivitas ini dianggap sebagai pergerakan tak terkendali. Beberapa contoh yang baik adalah detak jantung, tekanan darah, metabolisme, dan suhu tubuh. Aktivitas tubuh tersebut biasanya bereaksi terhadap perangsang atau lingkungan di sekitar mereka, Sebagai contoh, apabila seseorang sedang berlari atau berolahraga, detak jantung diperkirakan akan menjadi jauh lebih cepat daripada ketika tubuh sedang beristirahat. Ketika seseorang sedang berada di bawah banyak tekanan, tubuh akan memasuki sistem melawan-atau-kabur dan menghasilkan hormon seperti kortisol, yang meningkatkan detak jantung dan tekanan darah. Hal ini dapat membuat seseorang menjadi lebih waswas apabila ia harus lari atau menjauh dari penyebab tekanan.

 Biofeedback menggunakan peralatan sensor-sensor khusus untuk merekam kontraksi otot-otot dan temperatur kulit. hal ini memungkinkan kita untuk mengendalikan proses ototmatik seperti denyut jantung dan tekanan darah yang meningkat karna tekanan stress. Yang semula ditanggapi dengan sikap skeptic. Pengendalian respons bawah sadar atau otomatik ini dianggap efektif dalam penanganan sakit kepala karna migren,asma,dan berbagai keluhan yang lain.

Jenis-jenis dan tekhnik biofeedback :

Beberapa tipe mesin biofeedback yang berbeda dapat memberi informasi mengenai system dalam tubuh yang terpengaruh dalam stress.

1). EMG ( the electromyogram )

Alat ini mengukur ketegangan otot

2). Temperature biofeedback

Alat untuk memonitor temperature kulit dan bermanfaat bagi keluhan sirkulasi tertentu

3). GSR ( galvanic skin renponse ) atau juga disebut sebagai EDR 

( electrodermal response ).

Alat untuk mengukur tahanan listrik pada kulit yang terkait dengan aktivitas kelenjar keringat

4). EEG ( electroencephalogram )

Alat ini memonitor aktivtas gelombang otak untukmengetahui tahap relaksasi yang dicapai

Terapis biofeedback yang beragam karena terapi ini harus disesuaikan dengan respon pasien pada teknik tertentu.Namun biasanya, terapi akan diawali dengan pemasangan alat biofeedback, yang memiliki banyak bentuk dan fungsi, pada tubuh pasien. Elektroda akan dipasang pada kulit, yang kemudian akan mendapatkan respon dari tubuh yang akan dibaca oleh alat biofeedback. Tergantung pada respon dari tubuh, pertama terapis akan membantu pasien mengendalikan tanda vital, seperti detak jantung.

Terapi ini dilakukan tiap sesi dan tidak ada batasan jumlah sesi, karena hal tersebut bergantung pada penyakit yang ditangani atau diobati, respon pasien terhadap terapi, reaksi alami tubuh terhadap terapi, dan lain-lain. Biasanya, untuk mendapatkan hasil yang diinginkan, pasien akan membutuhkan setidaknya delapan sesi dan setiap sesi berlangsung selama sekitar satu jam. Terapi biofeedback merupakan terapi yang aman, terapi ini dapat dijalani oleh anak,remaja, dan wanita hamil.Modifikasi biofeedback dan Kegel exercise dengan Yoga sama-sama mampu mengatasi inkontinensia urin tipe stress serta tingkat inkontinensia urin pada ibu perimenopause .

BAB   III


PENUTUP 


Kesimpulan

Terapi komplementer adalah cara penanggulangan penyakit yang dilakukan sebagai pendukung kepada pengobatan medis konvensional atau sebagai pengobatan pilihan lain diluar pengobatan medis, pengobatan komplementer di tujukan untuk meningkatkan derajad kesehatan masyarakat meliputi upaya promotive, preventive, kuratif dan rehabilitativeyang diperoleh melalui pendidikan terstruktur dengan kualitas, keamanan dan efektifitas yang tinggi berdasarkan ilmu pengetahuan. Terganggunya kesehatan pikiran oleh pemikiran dan perasaan negatif akan memicu keluarnya hormon dan reaksi kimia dalam tubuh yang mempengaruhi kondisi fisik secara negatif, ketika hal ini berlangsung berkepanjangan fenomena ini akan memicu munculnya masalah fisik yang sebenarnya bermula dari pikiran, atau dalam dunia kesehatan biasa disebut psikosomatis.Pada terapi pikiran tubuh ini individu berfokus pada penjajaran atau penciptaan keseimbangan proses mental untuk menimbulkan penyembuhan.Fokus terapi pikiran tubuh adalah menciptakan keseimbangan pikiran, emosi, atau pernafasan sebab individu merupakan satu kesatuan yang utuh hal ini dapat membantu memulihkan kedamaian dan keseimbangan tubuh.

       Perawat berperan untuk memberikan asuhan keperawatan yang bersifat komprehensif pada klien. Oleh karena itu perhatian perawat tidak hanya berfokus pada perubahan-perubahan fisik yang ada pada klien, namun juga berfokus kepada aspek etik dan psikososial klien. Intervensi keperawatan yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan dianggap dapat mempertahankan imunitas dan dapat memperlambat proses penyakit. Dengan melakukan salah satu dari terapi mind body spirit therapies yang sesui akan menyebabkan kestabilan pada hormone tubuh sehingga kecemasan, stress dan sakit yang lainnya dapat berkurang/ dihindari.

Saran

       Pembuatan makalah selanjutnya mengenai terapi mind body spirit therapies diharapkan agar lebih melengkapi konsep mengenai terapi ini serta memaparkan lebih banyak dan detail mengenai manfaat dan cara dalam melakukan terapi, serta untuk pembuatan makalah selanjutnnya agar lebih memperbanyak mencari referensi terbaru, karena kendala utama dalam pembuatan makalah ini adalah keterbatasan referensi yang tidak memadai. 


Entri yang Diunggulkan

Margin Saham: Pengertian, Risiko, dan Saham yang Menarik untuk Dipertimbangkan

Mengenal Margin Saham Dalam dunia investasi saham, istilah margin sering kali menjadi topik yang menarik karena menawarkan peluang memperole...