Tanah bisa
dapat tercemar apabila penggunaan secara berlebihan terhadap pupuk dan bahan
pestisida. Pencemaran tanah mempunyai ciri yaitu adanya perubahan tanah menjadi
kering dan keras, hal ini disebabkan oleh jumlah kandungan garam yang sangat
besar yang terdapat di dalam tanah. Selain itu, pencemara tanah juga dapat
disebabkan oleh sampah plastik karena pada umumnya sampah plastik tidak
mengalami proses penghancuran secara sempurna.
Minggu, 15 September 2013
Pencemaran Sungai dan laut
Sungai dan
laut dapat tercemar dari kegiatan manusia seperti penggunaan bahan logam berat,
pembuangan limbah cair kapal dan pemanfaatan air panas. Secara biologis, fisik
dan kimia senyawa seperti logam tidak dapat dihancurkan. Di berbagai sektor
industri dan rumah tangga seperti pemakaian bahan-bahan dari plastik.
Isu Lingkungan Nasional
Di Indonesia,
tonggak sejarah masalah lingkungan hidup dimulai dengan diselenggarakannya
Seminar Pengelolaan Lingkungan Hidup dan Pembangunan Nasional oleh Universitas
Pajajaran Bandung pada tanggal 15 – 18 Mei 1972. Lingkungan hidup di Indonesia
perlu ditangani dikarenakan adanya beberapa faktor yang mempengaruhinya, salah
satunya yaitu adanya masalah mengenai keadaan lingkungan hidup seperti
kemerosotan atau degradasi yang terjadi di berbagai daerah. Secara garis besar
komponen lingkungan dapat dibagi menjadi tiga kelompok, yaitu kelompok biotik
(flora darat dan air, fauna darat dan air), kelompok abiotik ( sawah, air dan
udara) dan kelompok kultur (ekonomi, sosial, budaya serta kesehatan
masyarakat).
Pengetahuan
tentang hubungan antara jenis lingkungan sangat penting agar dapat
menanggulangi permasalahan lingkungan secara terpada dan tuntas. Dewasa ini
lingkungan hidup sedang menjadi perhatian utama masyarakat Indonesia dan
masyarakat dunia umumnya.
Meningkatnya
perhatian masyarakat mulai menyadari akibat-akibat yang ditimbulkan dan
kerusakan lingkungan hidup. Sebagai contoh apabila ada penumpukan sampah dikota
maka permasalahan ini diselesaikan dengan cara mengangkut dan membuangnya ke
lembah yang jauh dari pusat kota, maka hal ini tidak memecahkan permasalahan
melainkan menimbulkan permasalahan seperti pencemaran air tanah, udara,
bertambahnya jumlah lalat, tikus dan bau yang merusak, pemandangan yang tidak
mengenakan. Akibatnya menderita interaksi antara lingkungan dan manusia yang
akhirnya menderita kesehatan.
Interaksi
manusia dengan lingkungan hidupnya merupakan suatu proses yang wajar dan
terlaksana sejak manusia itu dilahirkan sampai akhir hidupnya. Hal ini
membutuhkan daya dukung lingkungan untuk kelangsungan hidupnya.
Masalah
lingkungan hidup sebenatnya sudah ada sejak dahulu, masalah lingkungan hidup
bukanlah masalah yang hanya dimiliki atau dihadapi oleh negaranegara maju
ataupun negara-negara miskin, tapi masalah lingkungan hidup adalah sudah
merupakan masalah dunia dan masalah kita semua.
Keadaan ini
ternyata menyebabkan kita betpikir bahwa pengetahuan tentang hubungan antara
jenis lingkungan ini sangat penting agar dapat menanggulangi permasalahan
lingkungan secara terpadu dan tuntas.
Masalah
lingkungan hidup merupakan kenyataan yang harus dihadapi, kegiatan pembangunan
terutama di bidang industri yang banyak menimbulkan dampak negatif merugikan
masyarakat. Masalah lingkungan hidup adalah merupakan masalah yang komplek dan
harus diselesaikan dengan berbagai pendekatan multidisipliner.
Keadaan
kesehatan lingkungan di Indonesia masih merupakan hal yang perlu mendapaat
perhatian, karena menyebabkan status kesehatan masyarakat berubah seperti: Peledakan
penduduk, penyediaan air bersih, pengolalaan sampah, pembuangan air limbah
penggunaan pestisida, masalah gizi, masalah pemukiman, pelayanan kesehatan,
ketersediaan obat, populasi udara, abrasi pantai, penggundulan hutan dan banyak
lagi permasalahan yang dapat menimbulkan satu model penyakit.
Jumlah
penduduk yang sangat besar 19.000 juta harus benar-benar ditangani. Masalah
pemukiman sangat penting diperhatikan.
Pengerukan Tanah Berlebihan Di Kota Singkawang
Mengeruk
tanah di perbukitan dan tidak menanam pohon sebagai penyangga tanah tersebut
tentu merupakan bencana yang bisa membahayakan masyarakat yang bermukim di
bawah bukit tersebut, di kota Singkawang sendiri telah banyak di temukan
bukit-bukit yang tanahnya sudah siap mendatangkan bencana seperti bencana
banjir, tanah longsor, banjir bandang, angin puting beliung, dan lain
sebagainya. Bencana itu disebabkan oleh keserakahan dan kepongahan manusia yang
senantiasa mengeksploitasi hutan demi mengeruk keuntungan sebesar-besarnya.
Anehnya justru mereka tidak pernah peduli atas akibat yang ditimbulkannya.
Dari
beberapa pemaparan mengenai isu lingkungan di Kalimantan Barat, sebenarnya
masih banyak lagi permasalahan lingkungan yang terjadi. Hampir seluruh
kabupaten yang ada di Provinsi Kaliman Barat mempunyai permasalah lingkungannya
masing-masing seperti di kabupaten Ketapang, contohnya Pertambangan emas
ilegal, penebangan pohon ilegal (Ilegal loging), Penangkapan Ikan menggunakan
pukat harimau dan trol, pembakaran hutan, peluasan areal lahan sawit dan permasalahan
lainnya.
Dari wacana
di atas dapat disimpulkan penyebab dan dampak lingkungan lokal :
- Kekeringan : kekeringan adalah kekurangan air yang terjadi akibat sumber air tidak dapat menyediakan kebutuhan air bagi manusia dan makhluk hidup yang lainnya. Dampak: menyebabkan ganggungan kesehatan, keterancaman pangan.
- Banjir : merupakan fenomena alam ketika sungai tidak dapat menampung limpahan air hujan karena proses influasi mengalami penurunan. Itu semua dapat terjadi karena hijauan penahan air larian berkurang. Dampak: ganggungan kesehatan, penyakit kulit, aktivitas manusia terhambat, penurunan produktifitas pangan, dll.
- Longsor : adalah terkikisnya daratan oleh air larian karena penahan air berkurang.
Dampaknya :
terjadi kerusakan tempat tinggal, ladang, sawah, mengganggu perekonomian dan
kegiatan transportasi
- Erosi pantai : terkikisnya lahan daratan pantai akibat gelombang air laut. Dampak : menyebabkan kerusakan tempat tinggal dan hilangnya potensi ekonomi seperti kegiatan pariwisata.
- Instrusi Air Laut : air laut (asin) mengisi ruang bawah tanah telah banyak digunakan oleh manusia dan tidak adanya tahanan instrusi air laut seperti kawasan mangrove. Dampaknya: terjadinya kekurangan stok air tawar, dan mengganggu kesehatan.
Penebangan Liar Hutan di Kota Singkawang
Jika hutan
itu terbuka dalam hamparan yang luas seperti pasca eksploitasi HPH,
penebangan hutan, dengan kerapatan dibawah 50 persen maka akan mudah
terbakar. Akibatnya dedaunan busuk dengan humus yang tebal, ranting dan dahan
yang kering lekang sehingga dengan pemantik kecil saja kawasan ini segera
terbakar. Keadaan hutan yang sudah longgar, pohon-pohon besar dan kecil
ditebang dan tidak ada regenerasi berdampak pada perairan terutama anak-anak
sungai akan banjir besar dan menerima debit air yang melebihi kapasitas normal.
Sungai yang dahulunya tidak bisa meluap dan begitu bersahabat sekarang
sebaliknya, seperti banjir di Sepauk, Kabupaten Sintang tahun 2010. Sedangkan
di musim kemarau persediaan air sangat kurang.
Fakta di
atas menunjukkan bahwa kawasan hutan bukit dan pegunungan di Kalimantan sudah
kurang fungsinya sebagai penahan air agar secara perlahan-lahan mengalir ke
muara sungai. Yang kita khawatirkan jika musim hujan tiba dengan curah hujan
sangat tinggi yang merupakan siklus sepuluh tahunan maka air akan tertumpuk di
daerah muara.
Langganan:
Postingan (Atom)
Entri yang Diunggulkan
SOAL KEPERAWATAN GERONTIK Tanda-Tanda Vital
Tanda-Tanda Vital 1. Suhu tubuh normal orang dewasa adalah... A. 34–35°C B. 36,5–37,5°C C. 38–39°C D. 40–41°C Jawaban: B 2. Alat u...
-
RESUME ANAK SEHAT PUSKESMAS SINGKAWANG SELATAN I oleh : URAY MUHAMMAD B...
-
TUGAS KIMIA KELAS XA DISUSUN 0 L E H SMAN 9 PONTIANAK TIMUR KELOMPOK :DEWI MUZAYANAH LOLA PRI...
-
KELOMPOK 9 : KEPEMIMPINAN DALAM KEPERAWATAN Seorang manajer di suatu rumah sakit swasta. selalu mengambil keputusan sendiri walaup...