Rabu, 03 Oktober 2018

Pengertian dan Pembahasan Managemen Keperawatan dalam Ruang Lingkup Pusat Pelaksana Kesehatan


BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian Management
Manajemen adalah proses untuk melaksanakan pekerjaan melalui upaya orang lain. Menurut P. Siagian, manajemen berfungsi untuk melakukan semua kegiatan yang perlu dilakukan dalam rangka pencapaian tujuan dalam batas – batas yang telah ditentukan pada tingkat administrasi. Sedangkan Liang Lie mengatakan bahwa manajemen adalah suatu ilmu dan seni perencanaan, pengarahan, pengorganisasian dan pengontrol dari benda dan manusia untuk mencapai tujuan yang ditentukan sebelumnya.
Manajemen adalah pencapaian tujuan yang telah ditentukan dengan menggunakan orang lain. ( G.R. Terry )
Manajemen adalah suatu proses merancang, memelihara suatu lingkungan dimana orang – orang yang bekerja sama di dalam suatu kelompok dapat mencapai tujuan yang telah ditetapkan dengan seefisien mungkin ( H. Weihrich dan H. Koontz ).
B.     Pengertian Managementnn ./Keperawatan
Manajemen keperawatan mempunyai lingkup manajemen operasional untuk merencanakan, mengatur, dan menggerakkan karyawan dalam memberikan pelayanan keperawatan sebaik – baiknya pada pasien melalui manajemen asuhan keperawatan.
Manajemen keperawatan adalah proses pelaksanaan pelayanan keperawatan melalui upaya staf keperawatan untuk memberikan asuhan keperawatan, pengobatan dan rasa aman kepada pasien, keluarga, dan masyarakat.
Menajemen keperawatan adalah  suatu tugas khusus yang harus dilaksanakan oleh pengelola keperawatan untuk merencanakan, mengorganisasikan, mengarahkan serta mengawasi sumber – sumber yang ada, baik sumber daya maupun dana sehingga dapat memberikan pelayanan keperawatan yang efektif baik kepada pasien, keluarga dan masyrakat.
C.    Fungsi- Fungsi Management
Dalam keperawatan, manajemen berhubungan dengan perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), pengaturan staf (staffing), kepemimpinan (leading), pengendalian (controling) aktifitas-aktifitas keperawatan (Swanburg, 2000). Pada dasarnya manajemen keperawatan adalah proses dimana seorang perawat menjalankan profesi keperawatannya. Segala bentuk dari organisasi perawatan kesehatan memerlukan manajemen keperawatan untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Berikut ini adalah pembahasan fungsi-fungsi manajemen secara lebih mendalam :
1.      Perencanaan
Proses yang menyangkut upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi kecenderungan dimasa yang akandatang dan penentuan strategi dan tak tik yang tepat untuk mewujudkan target dan tujuan tertentu.
Secara ringkas fungsi manajemendalam perencanaan adalah sebagai berikut :
a.       Gambaran apa yang akan dicapai
b.      Persiapan pencapaian tujuan
c.       Rumusan suatu persoalan untuk dicapai
d.      Persiapan tindakan – tindakan
e.       Rumusan tujuan tidak harus tertulis dapat hanya dalam benak saja
f.       Tiap – tiap organisasi perlu perencanaan

2.      Pengorganisasian
Merupakan pengaturan setelah rencana, mengatur dan menentukan apa tugas pekerjaannya, macam, jenis, unit kerja, alat – alat, keuangan dan fasilitas.
Proses yang menyangkut bagaimana strategi dan tak tik yang telah dirumuskan dalam perencanaan didisain dalam sebuah struktur organisasi yang cepat dan tangguh, system dan lingkungan organisasi yang kondusif, dan bias memastikan bahwa semua pihak dalam organisasi bias bekerja secara efektif dan efisien.
DIAGRAM STRUKTUR ORGANISASI
                                                KEPALA RUANGAN

WAKIL KEPALA RUANGAN
 


    KETUA TIM 1                                                         KETUA TIM 2                                                       KETUA TIM 3

PERAWAT PELAKSANA 1                           PERAWAT PELAKSANA 1                         PERAWAT PELAKSANA 1

PERAWAT PELAKSANA 2                           PERAWAT PELAKSANA 2                          PERAWAT PELAKSANA 2

PERAWAT PELAKSANA 3                          PERAWAT PELAKSANA 3                         PERAWAT PELAKSANA 3

3.      Pelaksanaan
Mengimplementasikan proses kepemimpinan, pembimbigan dan pemberian motivasi kepada tenaga kerja agar dapat bekerja secara efektif dan efisien dalam pencapaina tujuan. Memberikan tugas dan penjelasan rutin mengenai pekerjaan.Menjelaskan kebijakan yang ditetapkan. Proses implementasi program agar dapat dijalankan oleh seluruh pihak dalam organisasi serta proses memotivasi agar semua pihak tersebut dapat menjalankan tanggung jawabnya dengan penuh kesadaran dan produktifitas yang tinggi.

4.      Pengawasan, Penggerak dan Pengendalian
-          Pengawasan
a.      Prinsip Pengawasan
·         Pengawasan yang dilakukan oleh pimpinan harus dimengerti oleh staf dan hasilnya mudah diukur. Misalnya tentang waktu dan tugas-tugas pokok yang harus diselesaikan oleh staf.
·         Fungsi pengawasan harus dipahami pimpinan sebagai suatu kegiatan yang sangat penting dalam upaya mencapai tujuan organisasi.
·         Standar unjuk kerja harus dijelaskan kepada seluruh staf karena kinerja staf akan terus dinilai oleh pimpinan sebagai pertimbangan untuk memberikan reward kepada mereka yang dianggap mampu bekerja.
b.      Manfaat Pengawasan
Bila fungsi pengawasan dilaksanakan dengan tepat, organisasiakan memperoleh manfaat berupa
·         Dapat mengetahui sejauh mana program sudah dilaukan oleh staf, apakah sesuai dengan standar atau rencana kerja, apakah sumberdaya telah digunakan sesuai dengan yang telah ditetapkan. Fungsi wasdal akan meningkatkan efisiensi kegiatan program.
·         Dapat mengetahui adanya penyimpangan pada pemahaman staf dalam melaksanakan tugas-tugasnya.
·         Dapat mengetahui apakah waktu dan sumber daya lainnya mencukupi kebutuhan dan telah dimanfaatkan secara efisien.
·         Dapat mengetahui sebab-sebab terjadinya penyimpangan
·         Dapat mengetahui staf yang perlu diberikan penghargaan, dipromosikan atau diberikan pelatihan lanjutan.
c.       Proses Pengawasan
Terdapat tiga langkah penting dalam proses pengawasana manajerial yaitu:
·         Mengukur hasil/prestasi yang telah dicapaioleh staf atau organisasi
·         Membandingkan hasil yang telah dicapai dengan tolok ukur.
·         Memperbaiki penyimpangan-penyimpangan yang terjadi sesuai dengan faktor-faktor penyebabnya, dan menggunakan, dan menggunakan faktor tersebut untuk menetapkan langkah-langkah intervensi.
d.      Objek Pengawasan\
Dalam melaksanakan fungsi pengawasan manajerial, ada lima jenis obyek yang perlu dijadikan sasaran pengawasan, yaitu:
1.         Obyek yang menyangkut kuantitas dan kualitas barang atau jasa. Pengawasan ini bersifat fisik.
2.         Keuangan
3.         Pelaksanaan program dilapangan
4.         Obyek yang bersifat strategis
5.         Pelaksanaan kerja sama dengan sektor lain yang terkait.

e.       Jenis-jenis Pengawasan
1.      Pengawasan fungsiomal (struktural). Fungsi pengawasan ini melekat pada seseorang yang menjabat sebagai pimpinan lembaga.
2.      Pengawasan publik. Pengawasan ini dilakukan oleh masyarakat.
3.      Pengawasan non fungsional. Pengawasan ini biasanya dilakukan oleh badan-badan yag diberikan wewenang untuk melakukan pengawasan seperti DPR, BPK, KPK, dan lain-lain.

-          Penggerakan
     Menggerakkan orang – orang agar mau / suka bekerja.Ciptakan suasana bekerja bukan hanya karena perintah, tetapi harus dengan kesadaran sendiri, termotivasi secara interval.

-          Pengendalian
a.    Fungsi Pengendalian
     Pengendalian adalah pemeriksaan untuk melihat apakah segala sesuatunya terjadi sesuai rencana yang telah disepakati, instruksi yang telah dikeluarkan, serta prinsip-prinsip yang telah ditentukan, yang bertujuan untuk menunjukkan kekurangan dan kesalahan agar dapat diperbaiki dan tidak terjadi lagi (Fayol dalam Swansburg, 2000).
     Pengontrolan dilakukan sesuai fakta yang ada. Bila isu muncul sebaiknya satu sama lain bertemu dan menenangkan mereka melalui kontak langsung. Untuk merangsang kerja sama, perlu peran serta sejak semula. Proses pengontrolan dapat digambarkan dengan salah satunya membuat standar bagi semua dasar-dasar manajemen dalam istilah-istilah yang diterima serta hasil yang dapat diukur yang ukuran ini harus dapat mengukur pencapaian dan tujuan yang ditentukan.
     Kontrol termasuk koordinasi sejumlah kegiatan, pembuatan keputusan yang berhubungan dengan perencanaan dan kegiatan organisasi, serta informasi dari pengarahan dan pengevaluasian setiap kinerja petugas. Kron dan Gray dalam Swansburg (2000) menunjukkan bahwa kontrol menggunakan pengevaluasian dan keteraturan. Karakteristik suatu sistem kontrol yang baik adalah harus menunjukkan sifat dari aktivitas, melaporkan kesalahan-kesalahan dengan segera, memandang ke depan, menunjukkan penerimaan pada titik-titik kritis, objektif, fleksibel, menunjukkan pola organisasi, ekonomis, dapat dimengerti, dan menunjukkan tindakan perbaikan.
     Manajer perawat akan merealisasikan cara terbaik dalam menjamin kualitas pelayanan keperawatan yang diberikan di ruangan-ruangan untuk menegakkan filosofi, standar pelayanan, dan tujuan-tujuan.
5 .Evaluaasi
Merupakan proses pengukuran dan perbandingan hasil – hasil pekerjaan yang seharusnya dicapai. Hakekat penilaian merupakan fase tertentu setelah selesai kegiatan, sebelum, sebagai korektif dan pengobatan ditujukan pada fungsi organik administrasi dan manajemen.
Evaluasi adalah kegiatan intelektual untuk melengkapi proses keperawatan yang menandakan seberapa jauh diagnosa keperawatan,rencana tindakan pelaksanaannya sudah berhasil sudah berhasil dicapai.
a.      Tujuan Evaluasi
Evaluasi mempunyai beberapa tujuan diantara lain:
1.Menentukan kemampuan pasien dalam mencapai tujuan hal-hal yang telah ditentukan.
2.Menilai aktivitas rencana keperawatan/strategi asuhan keperawatan.
3.Mengakhiri rencana tindakan keperawatan.
4.Memodifikasi rencana tindakan keperawatan.
5.Merumuskan rencana tindakan keperawatan.
b.      Komponen Evaluasi
Komponen evaluasi dapat dibagi menjadi lima komponen yaitu:
1.Menentukan kritera, standar dan pertanyaan evaluasi.
2.Mengumpulakan data mengenai keadaan klien terbaru.
3.Menganalisa dan membandingkn data terhadap kriteria dan standar.
4.Merangkum hasil dan membuat kesimpulan.
5.Melaksanakan tindakan yang sesuai berdasarkan kesimpulan.

c.       Hal-hal yang Dievaluasi
1.      Ada beberapa hal yang harus dievalusi antara lain :
2.      Apakah asuhankeperawatan tersebut evektif ?
3.      Apakah tujuan keperawatan dapat dicapai pada tingkat tertentu ?
4.      Apakah perubahan pasien yang diharapkan ?
5.      Strategi keperawatan manakah yang evektif ?

d.      Tingkat Evaluasi
Ada beberapa tingkatan dalam hal mengevaluasi yaitu :
1.      Pra Evaluasi, ada hubungan dengan pengarahan suatu perawatan. Misalnya, perlu ada manajemen yang baik agar perawatan/program dapat dimanfaatkan sesuai dengan rencana.
2.      Evaluasi Antara, adalah evaluasi pada pertengahan implementasi, yaitu evaluasi ketika program atau perawatan sedang mengatasi masalah. Hasil ini dapat dipakai untuk memodifikasi perencanaan atau strategi program/perawtan. Misal, merubah sifat input, memodifikasi model intervensi dan menggeser penekanan atau kelompok target.
3.      Evaluasi Akhir, adalah evaluasi ketika pembiayaan perawatan tersebut berakhir. Evaluasi ini memberikan persepsi manfaat program dan dampak terhadap kegiatan. Rekomendasi ini adalah untuk memperbaiki perencanaan selanjutnya dan memiliki hubungan dengan kebijakan.

e.       Kriteria Evaluasi
1.      Efektifitas: yang mengidentifikasi apakah pencapaian tujuan yang diinginkan telah optimal.
2.      Efisiensi: menyangkut apakah manfaat yang diinginkan benar-benar berguna atau bernilai dari program publik sebagai fasilitas yang dapat memadai secara efektif.
3.      Responsivitas: yang menyangkut mengkaji apakah hasil kebijakan memuaskan kebutuhan/keinginan, preferensi, atau nilai kelompok tertentu terhadap pemanfaatan suatu sumber daya.

f.       Langkah-langkah Evaluasi
1.         Mengumpulkan data perkembangan pasien.
2.         Menafsirkan (meng interpretasikan) perkembangan pasien.
3.         Membandingkan dengan keadaan sebelum dan sesudah dilakukan tindakan denagn menggunakan kriteria pencapain tujuan yang telah ditetapkan.
4.         Mengukur dan membandingkan perkenbangan pasien denagn standar normal yang berlaku.

g.      Proses Evaluasi
1.      Mengukur tujuan pencapaian klien.
Perawat menggunakan keterampilan pengkajian untuk mendapatkan data yang akan digunakan dalam evaluasi. Faktor yang dievalusi mengenai status kesehatan klien, yang terdiri dari beberapa komponen meliputi : kognitif, affektif, psikomotor, perubahan fungsi dan tanda gejala yang spesifik.
a.       Kognitif (pengetahuan).
Lingkup evaluasi pada kognitif meliputi pengetahuan klien terhadap penyakitnya, mengontrol gejala-gejalanya, pengobatan, diet, aktivitas, persendian, alat-alat, resiko komplikasi, gejala yang harus dilaporkan, pencegahan, pengukuran, dan lain-lain.Evaluasi kognitif dapat diperoleh melalui interview atau tes tulis.
1)      Dalam proses interview perawat menggunakan beberapa strategi untuk mengetahui tingkat pengetahuan klien strategi tesebut mencakup:
a)      Recal knowledge : menanyakan kepada klien untuk mengetahui beberapa fakta.
b)      Komperehensif : menanyakan kepada klien untukmenanyakan informasi yang spesifik dengan kata-kata anda sendiri.
c)      Aplikasi fakta : mengajak klien pada situasi hipotesa dan tanyakan tindakan yang tepat terhadap apayang ditanyakan.
2)      Kertas dan pensil perawat biasanya menggunakan kertas dan pensil untuk mengevalusi pengetahuan klien terhadap hal-hal yang telah di ajarkan.
b.      Affektif (status emosional).
Affektif klien cenderung ke-penilaian yang subjektif dan sangat sukar di evaluasi. Hasil penilaian emosi ditulis dalam bentuk prilaku yang akan memberikan suatu indikasi terhadap status emosi klien.
c.       Psikomotor .
Psikomotor biasanya lebih mudah untuk dievaluasi dibandingkan yang lainnya jika prilaku yang dapat di observasi sudah di identifikasi pada tujuan (kriteria hasil)
d.      Perubahan fungsi tubuh dan gejala yang spesifik.
Evalusi pada komponen ini mencakup beberapa aspek status kesehatan klien yang bisa diobsevasi.
2.      Membandingkan data yang terkumpul dengan tujuan dan pencapaian tujuan.
Setelah data terkumpul tentang setatus keadaan klien, maka perawat membandingkan data dengan out comes. Tahap berikutnya adalah membuat keputusan tentang pencapain klien terhadap outcomes. Ada tiga kemungkinan keputusan pada tahap ini yaitu :
·         Klien telah mencapai hasil yang ditentukan dalam tujuan.
·         Klien masih dalam proses mencapai hasil yang ditentukan.
·         Klien tidak dapat mecapai hasil yang telah ditentukan.

Penafsiran Hasil Evaluasi
Ada tiga alternatif dalam menafsirkan hasil evaluasi yaitu sebagai berikut :
1.      Tujuan tercapai.
2.      Tujuan sebagian tercapai.
3.      Tujuan sama sekali tidak tercapai.
Penilaian tentang perkebangan/kemajuan pasien dibuat melalui observasi, interaksi pemeriksaan oleh tenaga keperawatan, pasien/keluarga dan anggota kesehatan lain.
Apabila tujuan tidak tercapai sesuai denagn tujuan, tenaga keperawatan mengkaji ulang/memperbaiki rencana keperawatan.Evaluasi kemajuan pasien dapat juga menunjukan masalah sarana yang yang perlu di kaji dapat pula dikaji dan direncanakan kembali.

6.      Dokumentasi
Menurut Asmadi  (2008) dokumentasi merupakan peryataan tentang kejadian atau aktifitas yang otentik dengan membuat ctatan tertulis . dokumentasi keperawatan beisi hasil aktifitas keperawatan yang dilakukan perawat terhadak klien, mulai dari pengkajian .sampai dengan evaluasi
Pengertian diatas, dapat diambil kesimpulan bahwa dokumentasi keperawatan adalah kegiatan pencatatan dan pelaporan yang dilakukan perawat terhadap pelayanan keperawatan yang telah diberikan kepada klien, berguna untuk klien, perawat dan tim kesehatan lain sebagai tanggung jawab perawat dan sebagai bukti dalam persoalan hukum. 


Manajemen Keperawatan


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Manajemen didefinisikan sebagai proses menyelesaikan pekerjaan melalui orang lain untuk mencapai tujuan organisasi dalam suatu lingkungan yang berubah. Manajemen juga merupakan proses pengumpulan dan mengorganisasi sumber-sumber dalam  mencapai tujuan (melalui kerja orang lain) yang mencerminkan dinamika suatu organisasi. Tujuan ditetapkan berdasarkan misi, filosofi dan tujuan organisasi. Proses manajemen meliputi kegiatan mencapai tujuan organisasi melalui perencanaan organisasi, pengarahan dan pengendalian sumber daya manusia, fisik dan teknologi. Semua perawat yang terlibat dalam manajemen keperawatan dianggap perlu memahami misi, filosofi dan tujuan pelayanan keperawatan serta kerangka konsep kerjanya.
Manajemen keperawatan mempunyai lingkup manajemen operasional untuk merencanakan, mengatur dan menggerakan karyawan dalam memberikan pelayanan keperawatan sebaik-baiknya pada pasien melalui manajemen asuhan keperawatan. Agar dapat memberikan pelayanan keperawatan sebaik-baiknya pada pasien, diperlukan suatu standar yang akan digunakan baik sebagai target maupun alat pengontrol pelayanan tersebut. Kemajuan bidang teknologi dan ilmu pengetahuan, telah memperluas peran dan fungsi keperawatan.
Selain itu, telah terjadi pula perubahan mendasar pada manajemen keperawatan dan penggunaan sumber daya yang represif menuju kependayagunaan sumber daya yang bersifat proaktif. Pelaksanaa manajemen sumberdaya proaktiflebih ditekankan pada terjaminnya aktivitas kolaborasi dan keterbukaan dalam setiap kegiatan untuk mencapai tujuan.
Sejalan dengan reformasi dibidang kesehatan melalui paradigma sehat, pelayanan kesehatan di rumah sakit maupun di puskesmas lebih difokuskan pada upaya promosi kesehatan (promotif) dan pencegahan (preventif) dengan tidak mengabaikan upaya kuratif-rehabilitatif.  Selain itu,  pelayanan kesehatan di rumah sakit dan puskesmas bukan hanya kepada individu (pasen), tetapi juga keluarga dan masyarakat, sehingga pelayanan kesehatan yang dilakukan merupakan pelayanan kesehatan yang paripurna (komprehensif dan holistik).
Rumah sakit dan puskesmas merupakan sub sistem pelayanan kesehatan yang pada dasarnya melaksanakan dua jenis pelayanan ; (1) pelayanan kesehatan dan (2) pelayanan  administrasi.  Pelayanan kesehatan yang diberikan adalah pelayanan medik, pelayanan penunjang medik, rehabilitasi medik dan pelayanan keperawatan. Pelayanan yang dilakukan di rumah sakit meliputi; gawat darurat, rawat jalan dan rawat inap, sedangkan di pukesmas hanya pelayanan; gawat darurat (kearah pertolongan pertama) dan rawat jalan.
Dengan bergesernya orientasi pembangunan kesehatan, mendorong rumah sakit dan puskesmas melakukan perubahan visi, misi dan strategi dalam melakukan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.  Visi merupakan impian atau cita-cita yang ingin diwujudkan, yang dapat mengantisipasi perubahan yang sedang dan akan terjadi. Apabila suatu organisasi tidak memiliki visi maka perubahan lingkungan yang tidak diduga sebelumnya sering dirasakan sebagai suatu musibah. Sedangkan misi dan strategi dibuat dalam rangka merealisasikan visi yang telah ditetapkan.
Manajemen yang diterapkan di bidang kesehatan, juga mengacu kepada konsep yang disampaikan G. Terry, yaitu melalui fungsi-fungsi ; perencanaan (planning), pengorganisasian (organizing), penggerakan pelaksanaan (actuating), pengawasan, dan penilaian (evaluasi).
Adapun unsur yang dikelola sebagai sumber manajemen adalah 6M yaitu man, money, material, methode, machine, dan market.
B.     Rumusan Masalah
1.    Apa yang dimaksud dengan Manajemen Keperawatan?
2.    Apa pengertian perencanaan?
3.    Apa yang dimaksud dengan Perorganisasian?
4.    Apa yang dimaksud dengan Pelaksanaan?
5.    Apa yang dimaksud dengan Pengawasan?
6.    Apa yang dimaksud dengan Evaluasi?
7.    Apa yang dimaksud dengan Dokumentasi dalam manajemen keperawatan?
C.     Tujuan Masalah
Berdasarkan rumusan masalah diatas, kami dapat mengambil tujuan sebagai berikut :
1.    Menjelaskan definisi manajemen keperawatan.
2.    Menjelaskan dan memahami definisi perencanaan.
3.    Menjelaskan perorganisasian dalam manajemen keperawatan.
4.    Menjelaskan pelaksanaan dalam manajemen keperawatan.
5.    Menjelaskan definisi pengawasan/penggerakan/controlling/monitoring dalam manajemen keperawatan.
6.    Menjelaskan evaluasi dalam manajemen keperawatan.
7.    Menjelaskan dokumentasi dalam manajemen keperawata

leflet strok non hemoragik


Stroke

Non
Hemorhagik


 














Klinik Kedokteran Keluarga
IKM-KP FK UNDIP
Koas IKM
Semarang 2006
Stroke adalah…..
Gangguan fungsional otak yang terjadi secara mendadak dengan tanda dan gejala klinis baik lokal maupun menyeluruh yang berlangsung >24 jam atau dapat menimbulkan kematian yang disebabkan oleh gangguan peredaran darah otak.


Apa tanda dan gejalanya?
Tanda dan gejalanya bervariasi tergantung tempat di otak yang terkena. Apabila di daerah yang mensarafi kaki maka gejalanya yang muncul adalah lumpuh. Tapi umumnya mempunyai gejala nyeri kepala, dan biasanya sebelumnya juga pernah mengalami serangan stroke. Berbeda dengan stroke hemorhagik, stroke non hemorhagik sering terjadi saat penderita tidak beraktivitas.

Apa faktor resikonya?
Faktor resiko adalah faktor yang dapat memperbesar kemungkinan terjadinya suatu penyakit dibagi 2: mayor dan minor.
  1. Mayor: jenis kelamin
Usia
Riw. Stroke sebelumnya
  1. Minor: Hipertensi
Kelainan jantung
Merokok
Diabetes mellitus
Transient ischemic attack

Terus terapinya?
Terapi secara umum dengan 5B yaitu Breathing (pernafasan), Blood (keadaan darah), Bowel (saluran cerna), Bladder (saluran kemih), Brain (keadaan otak). Sedangkan Terapinya khusunya dibagi menjadi 3, yaitu:
1.    Pencegahan terjadinya trombosis, seperti aspirin, heparin, dan low molecular hepatinoid.
2.    Memperbaiki aliran darah ke otak, seperti pentoxifilin, vasodilator.
3.    Neuroproteksi, seperti nimodipin, piracetam, asam traneksamat, ca-channel blocker.

Setelah itu dapat dilakukan fisioterapi untuk mengembalikan fungsi tubuh yang terpengaruh.


Ada pencegahannya?
Pencegahan stroke dilakukan dengan memperbaiki faktor resiko minornya, karena faktor resiko mayor (jenis kelamin, usia, riw. Stroke sebelumnya) tidak dapat diubah. Pada umunya dapat dilakukan dengan 2 cara, yaitu medikamentosa dan perubahan gaya hidup/kebiasaan.
·      Medikamentosa: dengan pemberian obat-obatan yang sesuai. Seperti untuk hipertensi diberi obat penurun tekanan darah, diabetes mellitus diberi obat penurun gula darah, dsb.


·      Perubahan gaya hidup: perubahan gaya hidup dilakukan untuk memperingan atau mencegah terjadinya faktor resiko yang ada seperti hipertensi, diabetes mellitus, penyakit jantung, merokok. Dianjurkan untuk olahraga secara teratur, seperti renang, joging, bersepeda, lari, dll. Mengurangi makanan yang berlemak, tinggi garam, manis. Mengurangi merokok







Wayan 00, Ulfa 01

Entri yang Diunggulkan

Margin Saham: Pengertian, Risiko, dan Saham yang Menarik untuk Dipertimbangkan

Mengenal Margin Saham Dalam dunia investasi saham, istilah margin sering kali menjadi topik yang menarik karena menawarkan peluang memperole...